UKIMUKIM

PATITA: Jurnal Teologi dan Pendidikan KristianiPATITA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Konflik dalam kehidupan bergereja tidak hanya disebabkan oleh perbedaan doktrinal atau struktural, tetapi juga dapat dipicu oleh dinamika sosial dan politik di sekitar jemaat. Artikel ini hendak mengkaji dampak dari konflik politik terhadap kehidupan bergereja dengan metode studi kasus di Jemaat GMIH Eben-Haezer Tuguis, Maluku Utara. Konflik terjadi akibat ketegangan pascapemilihan legislatif di tahun 2024 lalu. Ketika ada salah satu anggota jemaat yang mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, sebagian pendukungnya tidak menerima hasil kekalahan yang kemudian hal tersebut memicu perpecahan internal dalam Jemaat Eben-Haezer Tuguis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak dari konflik tersebut membuat keluarga dan persekutuan jemaat terpecah, serta anak merasa dirinya tidak layak untuk terlibat dalam pelayanan ibadah, juga mengalami kerengangan relasi dengan teman sebaya. Oleh sebab itu, gereja dipanggil untuk hadir secara aktif sebagai agen perdamaian melalui pelayanan pastoral yang mencakup pendampingan, pemulihan relasi, dan pendidikan kesadaran politik bagi umat.

Konflik yang terjadi di Jemaat GMIH Eben Haezer Tuguis adalah dampak pemilihan legislatif tahun 2024 yang memperlihatkan bagaimana dinamika politik dapat merusak relasi persekutuan gereja, bahkan memicu perpecahan jemaat.Konflik tersebut tidak hanya menimbulkan polarasi dalam kehidupan berjemaat, tetapi juga berdampak serius dalam kehidupan keluarga, pergaulan anak muda, dan relasi sosial masyarakat desa.Upaya rekonsiliasi yang dilakukan secara administratif nyatanya terbukti belum cukup efektif untuk menyentuh akar persoalan tersebut, sehingga jemaat tetap terpecah.Dalam konteks demikian, gereja dipanggil untuk hadir secara aktif melalui pelayanan pastoral yang menyentuh dimensi penyembuhan, pendampingan, pembimbingan, pemliharaan, pendamaian, dan pemberdayaan serta pembebasan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang konflik politik terhadap kohesi jemaat dan peran pelayanan pastoral dalam memulihkan hubungan yang rusak. Selain itu, studi tentang strategi pengembangan kesadaran politik warga jemaat dalam menghadapi dinamika sosial yang kompleks dapat menjadi arah baru. Terakhir, penelitian tentang perbedaan pendekatan gereja dalam menangani konflik politik di berbagai denominasi dapat memberikan wawasan tentang efektivitas metode rekonsiliasi yang berbeda.

Read online
File size828.05 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test