UMUM

Jurnal Pendidikan Sejarah IndonesiaJurnal Pendidikan Sejarah Indonesia

Pandemi COVID-19 telah mendorong transformasi pendidikan yang berdampak pada perubahan kebijakan dan implementasi kurikulum di berbagai negara, termasuk Indonesia. Perubahan tersebut menuntut penyesuaian strategi pembelajaran agar mampu menjawab tantangan era digital sekaligus mendukung pengembangan kompetensi abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kurikulum pascapandemi serta implikasinya terhadap pembelajaran sejarah di era digital dan global. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan yang relevan mengenai kurikulum pascapandemi, Kurikulum Merdeka, pembelajaran sejarah, historical thinking, serta pembelajaran berbasis teknologi digital yang dipublikasikan pada periode 2020–2025. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui tahapan reduksi data, pengelompokan tema, sintesis, dan interpretasi untuk memperoleh gambaran konseptual mengenai implementasi kurikulum pascapandemi dalam pembelajaran sejarah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum pascapandemi mengarah pada pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, berbasis kompetensi, fleksibel, dan terintegrasi dengan teknologi digital. Dalam pembelajaran sejarah, transformasi tersebut mendorong penguatan historical thinking skills melalui pengembangan kemampuan berpikir kronologis, analisis kausalitas, interpretasi sumber sejarah, dan pembelajaran berbasis inkuiri yang didukung oleh pemanfaatan arsip digital, museum virtual, serta timeline interaktif. Namun, keberhasilan implementasinya dipengaruhi oleh kompetensi guru, kesiapan infrastruktur, literasi digital, serta penerapan asesmen autentik. Dengan demikian, kurikulum pascapandemi menjadi landasan strategis bagi pengembangan pembelajaran sejarah yang lebih adaptif, kontekstual, dan mampu mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tuntutan pendidikan abad ke-21.

Implementasi kurikulum pascapandemi dalam pembelajaran sejarah menunjukkan perubahan paradigma pendidikan dari pembelajaran berbasis materi menjadi pembelajaran berpusat pada peserta didik dan pengembangan kompetensi.Kurikulum ini memperkuat pengembangan historical thinking skills melalui pendekatan berbasis inkuiri dan integrasi teknologi digital.Namun, keberhasilan implementasinya bergantung pada kompetensi guru, kesiapan infrastruktur, serta penerapan strategi pembelajaran dan asesmen yang sesuai.Transformasi kurikulum perlu dipahami sebagai perubahan menyeluruh yang mencakup kebijakan, praktik pembelajaran, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan kapasitas pendidik.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak pelatihan guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir historis peserta didik melalui pendekatan berbasis inkuiri. 2. Studi tentang efektivitas penggunaan alat digital seperti museum virtual dan timeline interaktif dalam meningkatkan pemahaman sejarah di daerah dengan akses terbatas. 3. Penelitian yang mengembangkan model asesmen autentik berbasis proyek untuk mengukur perkembangan keterampilan berpikir historis peserta didik secara holistik.

Read online
File size399.03 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test