UMUM

Jurnal Pendidikan Sejarah IndonesiaJurnal Pendidikan Sejarah Indonesia

Kajian ini berupaya mengeksplorasi pentingnya narasi ekofeminisme dalam pembelajaran lingkungan dan sejarah. Ekofeminisme menjadi pembahasan yang penting mengingat perempuan yang sesungguhnya sangat dekat dengan masyarakat justru absen dalam kegiatan pembelajaran. Lingkungan yang terus dieksploitasi dan perempuan yang masih tetap termarjinalkan hingga saat ini menunjukkan bagaimana masyarakat memandang hal-hal di sekitarnya secara dualistis dan hierarkis, sehingga dominasi satu pihak terhadap pihak lain mudah dilanggengkan. Dalam hal ini, pembelajaran sejarah dipandang sebagai satu arena penting untuk membawa kajian ekofeminisme karena ia mempunyai kekuatan dan posisi yang strategis dalam mendekonstruksi cara pandang terhadap lingkungan, perempuan dan keterkaitan antara keduanya. Di sisi lain, pembelajaran sejarah sendiri juga masih androsentris, elitis, dan antroposentris, sehingga perlu ruang untuk pembahasan terkait peran perempuan dan lingkungan.

Menghadirkan perspektif ekofeminisme dalam pembelajaran sejarah merupakan langkah penting untuk memperluas cara pandang peserta didik terhadap sejarah, yang selama ini cenderung androsentris, elitis, dan kurang memberi ruang pada isu lingkungan serta pengalaman perempuan.Melalui ekofeminisme, pembelajaran sejarah tidak hanya berfungsi menyampaikan peristiwa masa lalu, tetapi juga membantu peserta didik memahami bahwa eksploitasi alam dan marginalisasi perempuan sering kali terjadi melalui pola dominasi yang sama dan terus berulang dalam berbagai periode sejarah Indonesia.Dengan demikian, integrasi ekofeminisme dapat menjadi sarana untuk mendekonstruksi narasi sejarah yang sering cenderung biner, sekaligus membangun kesadaran kritis bahwa persoalan lingkungan dan ketidakadilan gender adalah bagian penting dari dinamika sejarah yang relevan dengan kehidupan masa kini.Oleh karena itu, pembelajaran sejarah perlu diarahkan menjadi ruang reflektif dan kontekstual yang tidak hanya menumbuhkan pemahaman historis, tetapi juga mendorong lahirnya sikap peduli, kritis, dan bertanggung jawab terhadap relasi manusia, perempuan, dan lingkungan.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: 1. Menganalisis lebih dalam tentang bagaimana ekofeminisme dapat diterapkan dalam pembelajaran sejarah secara praktis, dengan mempertimbangkan berbagai metode pembelajaran yang telah diusulkan dalam artikel ini. 2. Mengkaji lebih lanjut tentang peran perempuan dalam gerakan konservasi dan perlawanan terhadap perusakan lingkungan, serta bagaimana narasi ekofeminisme dapat digunakan untuk mengangkat dan menghargai kontribusi mereka dalam sejarah. 3. Menjelajahi cara-cara inovatif untuk mengintegrasikan ekofeminisme dalam kurikulum sejarah, termasuk mengembangkan materi dan sumber belajar yang relevan, serta strategi pembelajaran yang interaktif dan partisipatif.

  1. Brazil - The relationship between narrative construction and identity in History Education: implications... doi.org/10.1590/0104-4060.46024Brazil The relationship between narrative construction and identity in History Education implications doi 10 1590 0104 4060 46024
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/chapter/10.1007/978-90-481-9222-9_17Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer chapter 10 1007 978 90 481 9222 9 17
  3. Analisis Pola Narasi Sejarah dalam Buku Teks Lintas Kurikulum di Indonesia | Fajar Historia: Jurnal Ilmu... doi.org/10.29408/fhs.v6i2.6632Analisis Pola Narasi Sejarah dalam Buku Teks Lintas Kurikulum di Indonesia Fajar Historia Jurnal Ilmu doi 10 29408 fhs v6i2 6632
Read online
File size390.36 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test