UMUM

Jurnal Pendidikan Sejarah IndonesiaJurnal Pendidikan Sejarah Indonesia

Tradisi budaya lokal memainkan peran penting dalam membentuk kesadaran sejarah dan identitas komunal, namun tetap kurang terteorikan dalam pendidikan sejarah formal. Tinjauan literatur sistematis ini mengkaji bagaimana tradisi Bersih Desa dapat diinterpretasikan dan diintegrasikan secara bermakna ke dalam pendidikan sejarah melalui lensa gabungan epistemologi poros Wittgenstein dan hermeneutika Paul Ricoeur. Tinjauan ini mensintesis temuan dari empat area tematik: signifikansi budaya tradisi, epistemologi poros, interpretasi hermeneutik, dan integrasi pedagogis interdisipliner. Analisis menunjukkan bahwa Bersih Desa berfungsi sebagai poros epistemik komunal yang berakar pada kepercayaan, praktik, dan nilai-nilai bersama, sekaligus beroperasi sebagai narasi budaya dinamis yang berkembang melalui interpretasi dan perubahan sosial. Mengintegrasikan kerangka filosofis ini memungkinkan pendidik untuk melampaui perlakuan deskriptif terhadap tradisi lokal menuju praktik pedagogis yang reflektif, kritis, dan peka konteks. Tinjauan ini mengidentifikasi kesenjangan yang persisten dalam literatur, khususnya mengenai keselarasan paradigma filosofis Barat dengan sistem pengetahuan adat Asia Tenggara, dan menyoroti perlunya penelitian empiris dan kolaboratif dalam konteks pendidikan lokal. Penelitian ini menyumbangkan model yang berlandaskan teori untuk memasukkan tradisi lokal ke dalam pendidikan sejarah, mempromosikan kesinambungan budaya, keadilan epistemik dan pemahaman sejarah yang kritis.

This systematic literature review set out to examine how the Bersih Desa tradition can be interpreted and positioned within history education through the philosophical frameworks of Wittgensteins hinge epistemology and Ricoeurs hermeneutics.The synthesis of findings demonstrates that Bersih Desa is not merely a cultural ritual but a foundational epistemic practice that anchors communal identity, values, and knowledge transmission.Wittgensteins concept of hinges elucidates how unquestioned beliefs embedded in the tradition sustain its continuity, while Ricoeurs hermeneutics reveals the narrative and interpretive processes through which the tradition adapts to changing social and educational contexts.The review highlights that integrating these frameworks into history education enriches pedagogical practices by fostering critical engagement, cultural awareness, and historical reflection among students.However, the analysis also uncovers significant gaps in the existing literature, particularly the limited engagement between Western philosophical theories and Southeast Asian indigenous epistemologies.Addressing these gaps requires future research that combines empirical classroom studies, comparative cultural analyses, and collaborative approaches involving educators and local communities.In conclusion, applying hinge epistemology and hermeneutics to the Bersih Desa tradition offers a robust theoretical foundation for culturally responsive history education.Such an approach not only preserves local heritage but also empowers learners to critically engage with their histories, ensuring that local traditions remain relevant, meaningful, and intellectually productive within contemporary educational systems.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi empiris di konteks pendidikan lokal yang melibatkan kolaborasi antara pendidik dan komunitas lokal. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana tradisi Bersih Desa dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum sejarah dengan cara yang lebih reflektif dan kritis, serta bagaimana hal ini dapat meningkatkan pemahaman sejarah dan kesadaran budaya di kalangan siswa. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi bagaimana perbedaan konteks budaya dapat mempengaruhi interpretasi dan penerapan teori-teori filosofis Barat dalam sistem pengetahuan adat Asia Tenggara. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan model pendidikan sejarah yang lebih inklusif dan peka terhadap keragaman budaya.

  1. European Journal for Philosophy of Religion (EJPR). european journal philosophy religion ejpr philosophy-of-religion.eu/index.php/ejpr/article/view/3059European Journal for Philosophy of Religion EJPR european journal philosophy religion ejpr philosophy of religion eu index php ejpr article view 3059
  2. Reevaluating Educational Philosophy in the Age of Technological Transformation: A Systematic Review of... journals2.ums.ac.id/sosial/article/view/11813Reevaluating Educational Philosophy in the Age of Technological Transformation A Systematic Review of journals2 ums ac sosial article view 11813
  3. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/10.1007/s10539-022-09859-wClient Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer 10 1007 s10539 022 09859 w
Read online
File size481.34 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test