JURNALFARMASIDANKESEHATANJURNALFARMASIDANKESEHATAN

MEDFARM: Jurnal Farmasi dan KesehatanMEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan

Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena sering tanpa keluhan. Prevalensi hipertensi di Kota Denpasar masih cukup tinggi, yaitu sebanyak 177.627 orang pada tahun 2019. Penggunaan herbal sebagai bagian dari pengobatan hipertensi semakin meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Penelitian ini menunjukkan bahwa 52% responden laki-laki dengan usia 46-55 tahun (70% lansia) menggunakan herbal dalam terapi komplementer. Tiga herbal terbesar yang digunakan adalah buah timun (39%), daun seledri (30%), dan bawang putih (9%). Sumber informasi utama berasal dari keluarga (60%).

Responden penelitian mayoritas adalah perempuan usia 46-65 tahun (lansia) dengan pekerjaan sebagai pegawai swasta dan pendidikan SMA.Herbal yang paling banyak digunakan adalah buah timun (39%), daun seledri (30%), dan jahe (1%).

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas jahe sebagai terapi komplementer hipertensi, mengingat manfaatnya sebagai vasodilator yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, perlu diteliti khasiat kombinasi herbal (seperti timun dan seledri) dalam menurunkan tekanan darah secara signifikan. Terakhir, studi lebih lanjut bisa fokus pada peran keluarga sebagai sumber informasi utama penggunaan herbal, termasuk evaluasi keakuratan informasi yang disampaikan.

Read online
File size154.71 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

Useful /

ads-block-test