JURNALFARMASIDANKESEHATANJURNALFARMASIDANKESEHATAN

MEDFARM: Jurnal Farmasi dan KesehatanMEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan

Pangan dibutuhkan untuk mengembangkan pengetahuan aktual individu sehingga pangan harus berkualitas baik dan bergizi. Salah satunya minyak goreng yang digunakan untuk menggoreng makanan. Pemanasan saat penggorengan menyebabkan peningkatan asam lemak bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar asam lemak bebas pada berbagai minyak goreng setelah dan sebelum penggorengan dengan variasi sebanyak satu kali memenuhi standar bahan baku mutu pemerintah. Uji kadar asam lemak bebas pada minyak goreng curah kelapa sawit, minyak biji bunga matahari, minyak kedelai setelah dan sebelum penggorengan dengan metode titrasi alkalimetri. Pengujian One Way Anova dilakukan untuk melihat ada perbedaan dalam peningkatan kadar asam lemak bebas dari tiga minyak goreng, dan dilanjutkan uji Tukey. Standar mutu pemerintah untuk minyak kelapa sawit dan minyak biji bunga matahari maksimal 0,30%. Hasil penelitian menunjukan minyak goreng kelapa sawit sebelum penggorengan 0,44% dan setelah satu kali penggorengan 0,61%, minyak goreng biji bunga matahari sebelum penggorengan 0,32% dan setelah satu kali penggorengan 0,76%. Minyak kedelai pada saat penelitian sebelum penggorengan 0,31% dan setelah satu kali penggorengan 0,59%, hal ini menunjukan memenuhi standar mutu pemerintah dengan maksimal 2,00%.

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa rata-rata mutu minyak curah kelapa sawit pada kadar asam lemak bebas sebelum penggorengan 0,44% dan setelah satu kali penggorengan 0,61%, minyak goreng biji bunga matahari sebelum penggorengan 0,32% dan setelah satu kali penggorengan 0,76%, minyak goreng kedelai sebelum digoreng 0,31% dan setelah penggorengan 0,59%.Kadar asam lemak pada minyak goreng curah kelapa sawit sebelum dan setelah satu kali penggorengan melebihi standar mutu pemerintah dengan standar maksimal 0,30%.Minyak biji bunga matahari sebelum dan setelah satu kali penggorengan juga melebihi standar mutu pemerintah dengan standar maksimal 0,30%.Minyak kedelai sebelum dan setelah satu kali penggorengan memenuhi standar pemerintah dengan maksimal 2,00%.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak suhu penggorengan berbeda terhadap peningkatan kadar asam lemak bebas dalam minyak goreng. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang alternatif minyak goreng yang lebih tahan terhadap degradasi termal, seperti minyak kelapa atau minyak zaitun, untuk mengurangi risiko kesehatan akibat konsumsi asam lemak bebas. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi pengaruh kondisi penyimpanan (misalnya: cahaya, suhu, dan kelembapan) terhadap stabilitas kimia minyak goreng yang tidak digunakan secara terus-menerus.

Read online
File size149.96 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test