DELIHUSADADELIHUSADA

Jurnal Inovasi Kesehatan MasyarakatJurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, yang memiliki potensi risiko tinggi terhadap kesehatan tenaga kerja, pasien, maupun pengunjung. Berdasarkan hasil survei awal di Puskesmas Manisak, ditemukan berbagai permasalahan terkait pelaksanaan K3. Hal ini menunjukkan perlunya evaluasi dan analisis terhadap pelaksanaan K3 di Puskesmas ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas Manisak Kecamatan Ranto Baek Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tenaga kesehatan dan pihak terkait di Puskesmas Manisak. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui hasil wawancara dan disesuaikan dengan kebijakan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 52 Tahun 2018 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan K3 belum ditetapkan dengan baik karena belum ada SK tim atau pengelola K3 dan minimnya pemahaman pimpinan serta staf tentang K3. Perencanaan K3 juga belum terdokumentasi secara jelas dan belum berdasarkan identifikasi risiko. Pelaksanaan standar K3 belum optimal karena perencanaannya belum jelas. Pemantauan dan evaluasi hanya dilakukan jika ada masalah, sedangkan peninjauan dan peningkatan kinerja belum pernah dilakukan. Dukungan dari Dinas Kesehatan juga masih terbatas, baik dalam kebijakan, fasilitas, maupun tenaga ahli. Selain itu, sosialisasi K3 lebih banyak dilakukan untuk masyarakat umum, bukan secara khusus untuk pelayanan kesehatan di Puskesmas.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penetapan kebijakan K3 di Puskesmas Manisak belum dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan.Perencanaan K3 belum ditetapkan secara rinci dan tidak disesuaikan dengan potensial risiko yang ada.Untuk pelaksanaan rencana K3 belum dilaksanakan secara maksimal pada semua standar K3 yang ada.Selanjutnya, pemantauan dan evaluasi kinerja masih belum berjalan secara rutin dan hanya dilakukan apabila ditemukan masalah mengenai K3 pada saat pelayanan kesehatan.Lalu, peninjauan dan peningkatan kinerja dan Keselamatan Kerja di Puskesmas Manisak belum dilaksanakan karena masih kurangnya pemahaman.Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal belum mendukung pelaksanaan program K3 Puskesmas Manisak melalui kebijakan-kebijakan dan pengadaan sarana serta prasarana beserta tenaga ahli K3 di Puskesmas.Akan tetapi telah berupaya melakukan sosialisasi K3 kepada petugas K3, namun masih terbatas pada masyarakat umum.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan sistem manajemen K3 yang terintegrasi dengan teknologi digital untuk memudahkan pemantauan dan evaluasi secara real-time. Penelitian kedua bisa mengkaji efektivitas pelatihan K3 berbasis kompetensi untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan staf medis dalam menghadapi risiko kerja. Penelitian ketiga dapat mengeksplorasi kolaborasi antara Puskesmas dengan lembaga pendidikan untuk menciptakan program kemitraan dalam penyediaan tenaga ahli K3 dan pengembangan modul pelatihan berbasis komunitas. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat mengatasi hambatan seperti kurangnya sumber daya manusia dan dana yang sering menjadi kendala dalam implementasi K3 di fasilitas kesehatan. Selain itu, penelitian juga bisa menggali peran media sosial dalam menyebarkan informasi K3 secara lebih luas dan interaktif kepada seluruh stakeholder, termasuk masyarakat umum dan tenaga kesehatan. Pendekatan berbasis komunitas dan teknologi dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan keselamatan kerja di lingkungan kesehatan. Penelitian lanjutan juga perlu mempertimbangkan penggunaan data historis kecelakaan kerja untuk mengidentifikasi pola risiko yang sering terjadi dan merancang strategi mitigasi yang lebih tepat. Selain itu, studi tentang kebijakan daerah dalam mendukung implementasi K3 bisa memberikan wawasan tentang peran pemerintah daerah dalam memastikan keselamatan kerja di fasilitas kesehatan. Dengan menggabungkan aspek teknologi, pendidikan, dan kebijakan, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperbaiki kondisi K3 di Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya.

  1. Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas: Studi Kasus di Kabupaten Pekalongan | Nada... ejournal.undip.ac.id/index.php/jmki/article/view/25740Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas Studi Kasus di Kabupaten Pekalongan Nada ejournal undip ac index php jmki article view 25740
Read online
File size414.07 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test