UPSUPS
Engineering : Jurnal Bidang TeknikEngineering : Jurnal Bidang TeknikPenelitian ini membahas tentang masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara umum masih sering terabaikan. Tujuan dari manajemen risiko adalah untuk mengenali risiko dalam sebuah proyek dan mengembangkan strategi untuk mengurangi atau bahkan menghindarinya, di lain sisi juga harus dicari cara untuk memaksimalkan peluang yang ada. Pada penelitian ini akan diteliti mengenai identifikasi risiko K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang berkaitan dengan kegiatan proyek pembangunan Pembangunan Gedung Parkir dan penilaian risiko-risiko K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang terjadi pada kegiatan proyek pembangunan Pembangunan Gedung Parkir. Dalam penelitian ini akan digunakan metode penilaian risiko dengan menggunakan matriks penilaian risiko. Setelah diidentifikasi, risiko-risiko tersebut akan dilakukan penilaian untuk mengetahui seberapa besar risiko yang terjadi dalam proyek Pembangunan Gedung Parkir tersebut. Dari penelitian ini diperoleh secara keseluruhan teridentifikasi total sebanyak 29 risiko yang masing-masing terdapat 3 risiko (10%) dari pekerjaan persiapan, 2 risiko (7%) dari pekerjaan tanah, 8 risiko (28%) dari pekerjaan pondasi, 2 risiko (7%) dari pekerjaan struktur, 3 risiko (10%) dari pekerjaan atap & kanopi, 2 risiko (7%) dari pekerjaan clading, 3 risiko (10%) dari pekerjaan tangga rangka baja, 3 risiko (10%) dari pekerjaan lantai, 3 risiko (10%) dari pekerjaan pengecatan. Tingkat penilaian risiko didapat low risk berjumlah 15 risiko (52%) dan Medium risk berjumlah 7 risiko (24%) dan high risk berjumlah 7 risiko (24%). Penerimaan risiko didapat katagori yaitu negligible (sepenuhnya dapat diterima) berjumlah 8 risiko (28%), acceptable (dapat diterima) adalah 7 risiko (24%), undesireable (tidak diharapkan) berjumlah 11 risiko (38%), dan unacceptable (Tidak dapat diterima) berjumlah 3 risiko (10%),. Memberikan pengendalian terhadap resiko K3 yang terjadi pada proyek pembangunan gedung parkir dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap.
Secara keseluruhan teridentifikasi total sebanyak 29 risiko yang masing-masing terdapat 3 risiko (10%) dari pekerjaan persiapan, 2 risiko (7%) dari pekerjaan tanah, 8 risiko (28%) dari pekerjaan pondasi, 2 risiko (7%) dari pekerjaan struktur, 3 risiko (10%) dari pekerjaan atap & kanopi, 2 risiko (7%) dari pekerjaan clading, 3 risiko (10%) dari pekerjaan tangga rangka baja, 3 risiko (10%) dari pekerjaan lantai, 3 risiko (10%) dari pekerjaan pengecatan.Tingkat penilaian risiko didapat low risk berjumlah 15 risiko (52%) dan Medium risk berjumlah 7 risiko (24%) dan high risk berjumlah 7 risiko (24%).Penerimaan risiko didapat katagori yaitu negligible (sepenuhnya dapat diterima) berjumlah 8 risiko (28%), acceptable (dapat diterima) adalah 7 risiko (24%), undesireable (tidak diharapkan) berjumlah 11 risiko (38%), dan unacceptable (Tidak dapat diterima) berjumlah 3 risiko (10%).Memberikan pengendalian terhadap resiko K3 yang terjadi pada proyek pembangunan gedung parkir dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas implementasi sistem manajemen K3 yang telah diterapkan, dengan fokus pada identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi tersebut. Hal ini penting untuk memastikan bahwa sistem yang ada benar-benar memberikan perlindungan yang optimal bagi pekerja. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan model prediktif risiko K3 yang lebih akurat, dengan mempertimbangkan faktor-faktor kontekstual seperti karakteristik proyek, kondisi lingkungan kerja, dan kompetensi pekerja. Model ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi risiko secara proaktif dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi penerapan teknologi digital, seperti sensor IoT dan analisis data, untuk memantau kondisi kerja secara real-time dan memberikan peringatan dini terhadap potensi bahaya. Integrasi teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem manajemen K3 secara keseluruhan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di proyek konstruksi, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.
| File size | 245.04 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UP45UP45 Jogja Glove Indonesia dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Jogja Glove Indonesia mengungkapkan tingkat kecacatan sarung tangan mencapai 29,8% dari totalJogja Glove Indonesia dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Jogja Glove Indonesia mengungkapkan tingkat kecacatan sarung tangan mencapai 29,8% dari total
BINAMANDIRIBINAMANDIRI Perusahaan yang memiliki pola arus kas yang stabil dan meningkat, seperti sektor perbankan dan telekomunikasi, menunjukkan potensi yang menjanjikan dalamPerusahaan yang memiliki pola arus kas yang stabil dan meningkat, seperti sektor perbankan dan telekomunikasi, menunjukkan potensi yang menjanjikan dalam
UM SURABAYAUM SURABAYA Biopori merupakan teknologi sederhana yang memanfaatkan lubang resapan untuk meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah, mengurangi limpasan permukaan,Biopori merupakan teknologi sederhana yang memanfaatkan lubang resapan untuk meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah, mengurangi limpasan permukaan,
SALNESIASALNESIA Terletak di kawasan berbukit Kabupaten Banyumas dengan tingkat kemiskinan ekstrem dan stunting yang tinggi, Desa Windujaya menghadapi tantangan geografisTerletak di kawasan berbukit Kabupaten Banyumas dengan tingkat kemiskinan ekstrem dan stunting yang tinggi, Desa Windujaya menghadapi tantangan geografis
JIMF BIJIMF BI Artikel ini melakukan analisis bibliometrik tentang dampak kepatuhan Syariah terhadap risiko, kinerja, dan ketahanan perusahaan. Menggunakan basis dataArtikel ini melakukan analisis bibliometrik tentang dampak kepatuhan Syariah terhadap risiko, kinerja, dan ketahanan perusahaan. Menggunakan basis data
UNSURUNSUR Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk mengeliminasi waste “Defect yang terjadi di Warehouse Raw Material dengan melakukan sosialisasi regulasiOleh karena itu, perusahaan disarankan untuk mengeliminasi waste “Defect yang terjadi di Warehouse Raw Material dengan melakukan sosialisasi regulasi
PIPI Metode pengembangan dan pembuatan sistem menggunakan metode waterfall, yang menggambarkan alur kerja dalam pembuatan sistem. Pemrograman sistem menggunakanMetode pengembangan dan pembuatan sistem menggunakan metode waterfall, yang menggambarkan alur kerja dalam pembuatan sistem. Pemrograman sistem menggunakan
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Hasil menunjukkan guru kelas IV siap mengimplementasikan Kurikulum Merdeka melalui tahapan‑tahapan upaya, antara lain mencari informasi secara pribadiHasil menunjukkan guru kelas IV siap mengimplementasikan Kurikulum Merdeka melalui tahapan‑tahapan upaya, antara lain mencari informasi secara pribadi
Useful /
UP45UP45 Untuk mengendalikan kinerja dan mencegah munculnya kembali masalah utama penyebab kecacatan, digunakan Statistical Process Control (SPC). Analisis dataUntuk mengendalikan kinerja dan mencegah munculnya kembali masalah utama penyebab kecacatan, digunakan Statistical Process Control (SPC). Analisis data
UM SURABAYAUM SURABAYA Perbandingan dari kadar salinitas untuk sisi Barat dan sisi Timur dari muara sungai Blega dapat dikatakan ada sedikit selisih dimana salinitas bagian sisiPerbandingan dari kadar salinitas untuk sisi Barat dan sisi Timur dari muara sungai Blega dapat dikatakan ada sedikit selisih dimana salinitas bagian sisi
UP45UP45 Model ini melibatkan sanggar, serta lembaga mitra pengelola dengan tujuan untuk memperkuat rantai nilai budaya dan meningkatkan manfaat publik dari hibahModel ini melibatkan sanggar, serta lembaga mitra pengelola dengan tujuan untuk memperkuat rantai nilai budaya dan meningkatkan manfaat publik dari hibah
KAMPUNGJURNALKAMPUNGJURNAL Penelitian ini diharapkan menghasilkan masukan yang dapat diterapkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Mojokerto. Dinas PendidikanPenelitian ini diharapkan menghasilkan masukan yang dapat diterapkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Mojokerto. Dinas Pendidikan