UNSURUNSUR

Jurnal Media Teknik dan Sistem IndustriJurnal Media Teknik dan Sistem Industri

Warehouse Raw Material di PT. XYZ menunjukkan peningkatan pada penyimpanan barang, jika tidak diimbangi dengan kinerja yang baik, maka barang yang masuk akan mengalami keterlambatan dalam penanganan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemborosan yang terjadi di Warehouse Raw Material di PT. XYZ. Fokus kajian penelitian ini adalah mengidentifikasi 7 waste yang ada di Warehouse Raw Material dengan pendekatan lean manufacturing menggunakan metode Waste Assessment Model (WAM). Proses identifikasi waste dilakukan dengan menggunakan Seven Waste Relationship, Waste Relationship Matrix (WRM) dan Waste Assessment Questionnaire (WAQ) yang kemudian di analisis menggunakan Fishbone Diagram untuk mengetahui akar penyebab masalah sehingga didapatkan usulan perbaikan yang kemudian prioritas perbaikan didapat dengan menggunakan tabel skala prioritas yang dilakukan dengan cara brainstorming. Penelitian dilakukan selama 1 bulan mulai tanggal 24 Maret-23 April 2021. Hasil penelitian menunjukkan peringkat waste mulai dari terbesar sampai terkecil yaitu Defect sebesar 22.70%, Overproduction sebesar 18.32%, Inventory sebesar 17.56%, Motion sebesar 14.12%, Transportation sebesar 13.10%, Waiting sebesar 9.68% dan Process sebesar 4.52%. Hasil waste dengan persentase terbesar adalah Defect.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa waste Defect memiliki persentase yang paling tinggi dibandingkan dengan waste yang lainnya.Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk mengeliminasi waste “Defect yang terjadi di Warehouse Raw Material dengan melakukan sosialisasi regulasi terkait penanganan deadstock, menambah kapasitas Warehouse, menerapkan standar FIFO yang lebih terorganisir, dan menerapkan 5S secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan mengintegrasikan metode Waste Assessment Model dengan Value Stream Mapping dan Value Stream Analysis Tools (VALSAT) untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai aliran material dan identifikasi waste. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model prediktif untuk peramalan kebutuhan material yang lebih akurat, dengan mempertimbangkan faktor-faktor eksternal seperti fluktuasi harga dan kondisi pasar. Hal ini dapat membantu mengurangi penumpukan material dan meminimalkan waste inventory. Ketiga, studi mendalam mengenai efektivitas penerapan sistem 5S dan FIFO di Warehouse Raw Material perlu dilakukan, termasuk evaluasi terhadap dampak implementasi terhadap peningkatan efisiensi kerja, pengurangan defect, dan peningkatan keselamatan kerja. Penelitian ini dapat melibatkan pengukuran kinerja secara berkala dan analisis statistik untuk mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan lebih lanjut. Dengan demikian, perusahaan dapat terus berupaya untuk meningkatkan kinerja Warehouse Raw Material dan mencapai keunggulan kompetitif.

Read online
File size1.09 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test