PIPI

JOISIE (Journal Of Information Systems And Informatics Engineering)JOISIE (Journal Of Information Systems And Informatics Engineering)

Beberapa menara telekomunikasi yang ada di Kabupaten Bungo belum diketahui secara detail mengenai lokasi menara dan pengendalian retribusi menara telekomunikasi yang berguna untuk menambah pendapatan asli daerah. Di Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Bungo, pendataan dan pengendalian retribusi menara telekomunikasi masih menggunakan Excel dalam pengolahannya. Tujuan penelitian ini adalah merancang Sistem Informasi Geografis (SIG) retribusi menara telekomunikasi untuk mengelola informasi tentang menara telekomunikasi, retribusi menara, serta layanan pendukung dalam penentuan lokasi titik penempatan menara, serta fasilitas untuk memudahkan penagihan biaya menara telekomunikasi. Metode pengembangan dan pembuatan sistem menggunakan metode waterfall, yang menggambarkan alur kerja dalam pembuatan sistem. Pemrograman sistem menggunakan framework Laravel, yaitu framework PHP untuk membangun sistem berbasis web, serta menggunakan library Leaflet JS sebagai alat bantu menampilkan peta dan Open Street Map sebagai basis peta yang digunakan. Penelitian ini menghasilkan Sistem Informasi Geografis yang mampu mengelola data retribusi, pendataan menara telekomunikasi, data kecamatan, data pemilik menara, dan pembuatan laporan retribusi menara, serta dapat memvisualisasikan titik lokasi menara pada peta yang tersebar di Kabupaten Bungo.

Sistem ini mempermudah Diskominfo Kabupaten Bungo dalam mengolah data menara dan menagih retribusi menara telekomunikasi secara lebih cepat dan akurat dibandingkan pendataan manual.Sistem ini dinilai sangat berguna karena informasi lokasi menara yang berasal dari data geografis menjadi lebih akurat dan lengkap.Selain itu, titik lokasi menara disajikan dalam bentuk visual pada peta sehingga memudahkan pemantauan dan pengelolaan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang integrasi sistem ini dengan aplikasi mobile untuk memudahkan pemilik menara mengakses informasi tagihan dan data lokasi secara real-time, terutama saat berada di lokasi terpencil. Kedua, perlu dikaji pengembangan fitur pemantauan otomatis berbasis GPS atau IoT yang dapat mendeteksi perubahan fisik atau penambahan menara baru tanpa harus melakukan pendataan manual. Ketiga, perlu diteliti penerapan sistem otomasi notifikasi berbasis algoritma prediktif untuk mengingatkan jatuh tempo pembayaran retribusi dan memberikan peringatan dini terhadap keterlambatan pembayaran, sehingga meningkatkan disiplin tertib bayar. Penelitian lanjutan ini dapat mengembangkan sistem dari sekadar alat visualisasi menjadi sistem pemantauan dan pengelolaan yang lebih cerdas dan mandiri. Dengan demikian, sistem tidak hanya membantu pengelolaan data, tetapi juga meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi pelayanan publik. Integrasi teknologi mobile dan IoT juga dapat menjangkau lebih banyak pengguna dan mempercepat proses verifikasi lapangan. Sistem yang lebih cerdas akan mengurangi ketergantungan pada operator manusia dan meminimalkan kesalahan administratif. Oleh karena itu, pengembangan sistem harus berorientasi pada otomasi, akurasi, dan kemudahan akses. Penelitian lebih lanjut harus melibatkan uji coba langsung di lapangan dan evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja sistem yang diperbarui. Dengan pendekatan ini, sistem dapat terus berkembang sesuai kebutuhan dinas dan pemilik menara secara bersamaan.

Read online
File size630.38 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test