UNRAMUNRAM

Jurnal Teknologi Informasi, Komputer, dan Aplikasinya (JTIKA )Jurnal Teknologi Informasi, Komputer, dan Aplikasinya (JTIKA )

Di ruang tunggu apotek rumah sakit, sering terjadi antrean yang panjang. Hal ini tidak efisien karena memakan banyak waktu atau mengganggu aktivitas lainnya hanya untuk menunggu. Oleh karena itu, diperlukan sistem yang dapat digunakan pasien untuk melihat antrean dari mana saja. Dalam proyek akhir ini, dirancang sistem informasi antrean apotek rumah sakit. Sistem ini dirancang berbasis web sehingga pasien dapat mengaksesnya melalui semua platform untuk memudahkan dalam melihat antrean. Dalam pembuatan sistem digunakan metode prototype agar dapat dievaluasi secara berkala saat ditemukan masalah dalam sistem. Keunggulannya adalah sistem dapat langsung diperbaiki jika ditemukan kesalahan. Dalam sistem ini terdapat dua pengguna, yaitu pasien dan staf apotek. Sistem ini juga memudahkan pasien dalam memprediksi antrean karena pasien dapat melihat status antrean dan status obat (racikan atau non-racikan) di apotek. Sehingga pasien dapat meninggalkan ruang tunggu saat antrean padat dan kembali saat gilirannya hampir tiba. Hasil sistem ini memungkinkan RSUD Praya untuk melihat rata-rata panjang antrean obat racikan dan non-racikan di apotek per bulan. Sehingga dapat mengukur tingkat pelayanan apakah sesuai dengan SOP yang telah ditentukan atau tidak.

Sistem Informasi Antrean Apotek Rumah Sakit menggunakan metode prototype pada studi kasus Rumah Sakit Umum Daerah Praya terbukti membantu pasien dalam melihat antrean secara online serta membantu pihak farmasi dalam pembuatan laporan lama pelayanan.Pengujian blackbox menunjukkan bahwa semua fitur dalam sistem berjalan sesuai harapan pasien dan rumah sakit.Hasil pengujian metode MOS menunjukkan tingkat keterimaan yang tinggi, yaitu 85% dari pegawai dan 93,42% dari pasien setuju terhadap pengadaan sistem ini.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian untuk merancang sistem integrasi antara sistem antrean apotek dengan manajemen stok obat secara real-time, sehingga pasien dapat mengetahui ketersediaan obat sebelum mengantre dan petugas apotek dapat menghindari keterlambatan akibat stok kosong. Kedua, perlu dilakukan penelitian tentang implementasi resep digital yang terhubung langsung dengan sistem antrean, guna mengurangi kesalahan input data dan mempercepat proses verifikasi obat oleh apoteker. Ketiga, sebaiknya dikaji kemungkinan integrasi sistem antrean dengan perangkat keras seperti mesin pengambil nomor antrean otomatis atau sistem pemanggilan berbasis suara dan layar digital di ruang tunggu, agar proses antrean menjadi lebih terstruktur dan meminimalkan kebingungan pasien. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi untuk menciptakan ekosistem pelayanan apotek yang lebih efisien, transparan, dan ramah pengguna. Dengan sistem stok terintegrasi, proses distribusi obat bisa lebih akurat. Dengan resep digital, aspek keamanan dan kecepatan pelayanan bisa meningkat. Sementara itu, integrasi dengan perangkat keras dapat meningkatkan kenyamanan pasien di lokasi. Semua elemen ini penting untuk mencapai pelayanan kesehatan berbasis teknologi yang andal. Selain itu, sistem yang terintegrasi lebih mudah dikelola secara keseluruhan. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengujian sistem gabungan di lingkungan rumah sakit yang serupa. Hasilnya bisa menjadi model untuk rumah sakit lain di daerah.

Read online
File size711.23 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test