POLBANPOLBAN

JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga)JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga)

Sekolah menengah kejuruan (SMK) sebagai institusi pendidikan vokasi yang menerapkan teknologi informasi dalam kegiatan operasional dan pembelajaran memiliki kebutuhan akan pengelolaan perangkat jaringan yang memadai, efektif, dan efisien. Namun, saat ini seperti di SMKN 4 Bandung, pengelolaan perangkat jaringan masih secara manual terhadap masing-masing perangkat. Pada penelitian kali ini dirancang sebuah sistem monitoring perangkat jaringan secara terpusat, dengan memanfaatkan sistem simple network management protocol (SNMP) yang ada pada perangkat untuk dikirimkan ke server Zabbix sebagai pusat pengumpulan data perangkat jaringan. Data tersebut akan diambil oleh server Grafana untuk divisualisasikan agar lebih menarik untuk ditampilkan, serta dilengkapi dengan bantuan notifikasi bot Telegram apabila terdapat indikasi perangkat bermasalah. Hasil sistem monitoring melalui SNMP telah membuktikan seluruh perangkat dapat berhasil dimonitoring secara terpusat dan real-time, menerima notifikasi saat perangkat terdeteksi mengalami masalah, dan dapat membantu administrator jaringan di sekolah untuk mengurangi dampak downtime perangkat, serta membantu evaluasi dan perencanaan pengelolaan infrastruktur jaringan berdasarkan data kinerja perangkat yang terekam.

Berdasarkan hasil perancangan dan implementasi sistem monitoring perangkat jaringan di SMKN 4 Bandung, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan protokol SNMP melalui Zabbix berhasil mengintegrasikan terhadap seluruh perangkat jaringan yang terpasang di lingkungan SMKN 4 Bandung secara real-time, dilengkapi dengan visualisasi data melalui Grafana dan notifikasi otomatis menggunakan bot Telegram.Sistem ini mampu menampilkan data performa perangkat seperti status uptime, pengunaan bandwidth, kondisi CPU, pemakaian storage dan kondisi ICMP dalam dashboard monitoring yang informatif serta dapat merekam histori kinerja perangkat untuk kebutuhan evaluasi.Adapun untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan agar sistem monitoring dibuat lebih responsif dengan meminimalkan delay pengambilan data dan notifikasi, membuat pusat pengupulan data perangkat dan tampilan monitoring dalam satu web interface yang sama, serta menambahkan fitur otomatisasi tindakan seperti restart atau disable interface menggunakan SNMP write access sebagai upaya mitigasi awal sebelum administrator jaringan melakukan tindakan, sehingga potensi dampak gangguan dapat diminimalisir lebih cepat.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi guna meningkatkan efektivitas sistem monitoring jaringan. Pertama, sangat penting untuk mengembangkan kemampuan sistem agar tidak hanya mendeteksi masalah tetapi juga memprediksi potensi kegagalan perangkat atau lonjakan traffic jaringan sebelum terjadi. Ini dapat dicapai melalui integrasi algoritma machine learning yang menganalisis data historis dari Zabbix dan Grafana, sehingga sistem dapat memberikan peringatan dini yang lebih cerdas atau bahkan mengusulkan tindakan mitigasi proaktif secara otomatis, seperti penyesuaian konfigurasi atau penyeimbangan beban jaringan. Kedua, mempertimbangkan konteks pendidikan vokasi di SMK, penelitian bisa mengkaji pengembangan modul pembelajaran interaktif yang memanfaatkan data monitoring real-time dan historis. Modul ini dapat berfungsi sebagai laboratorium virtual bagi siswa, memungkinkan mereka untuk menganalisis pola kinerja jaringan, mensimulasikan skenario kegagalan, dan mempraktikkan troubleshooting dalam lingkungan yang aman dan relevan. Ini akan mengubah sistem monitoring menjadi alat edukasi yang berharga. Terakhir, untuk meningkatkan skalabilitas dan adaptasi terhadap infrastruktur yang semakin kompleks, studi dapat difokuskan pada perluasan kapabilitas monitoring ke lingkungan jaringan yang lebih modern atau hibrida. Hal ini termasuk integrasi dengan platform cloud atau Software-Defined Networking (SDN) menggunakan API khusus, di mana Zabbix dan Grafana dapat memantau tidak hanya perangkat fisik tetapi juga sumber daya virtual dan perilaku jaringan yang diprogram. Pendekatan ini akan memastikan sistem monitoring tetap relevan dan efektif seiring evolusi teknologi jaringan.

Read online
File size744.33 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test