DESAIN INDONESIADESAIN INDONESIA

Jurnal Desain Indonesia.Jurnal Desain Indonesia.

Eceng gondok merupakan tumbuhan air yang sangat sulit diberantas karena pertumbuhannya yang cepat dan daya tahan hidup yang tinggi. Selain itu, eceng gondok dapat menyebabkan berkurangnya debit air permukaan hingga empat kali lipat serta menyebabkan pendangkalan pada daerah berair. Pemanfaatan eceng gondok dalam penelitian ini ditujukan untuk menghasilkan tekstil bertekstur tiga dimensi dari serat eceng gondok. Perancangan busana wanita menggunakan pendekatan eksplorasi material melalui teknik anyaman keper dan sistem pewarnaan alam berbahan kayu secang (Caesalpinia sappan). Gagasan penelitian ini adalah menggali potensi eceng gondok yang melimpah untuk dijadikan media pembelajaran atau kursus bagi mahasiswa desain tingkat dasar dan masyarakat awam di bidang industri tekstil di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah agar masyarakat awam pemilik industri tekstil mampu menciptakan rancangan busana couture wanita menggunakan tekstil dari serat alam eceng gondok bertekstur tiga dimensi, sehingga tampil dengan daya tarik visual tinggi dan bernilai tambah. Hasil penelitian diharapkan menjadi model pembelajaran bagi industri tekstil kecil dan menengah dalam menghasilkan produk fashion unik berkualitas tinggi, serta menjadi media pembelajaran dasar desain bagi masyarakat luas maupun mahasiswa desain tingkat dasar.

Serat eceng gondok dapat diolah menjadi material tekstil layak pakai untuk produk fashion, khususnya pakaian couture wanita, melalui teknik eksplorasi material anyaman dan pewarnaan alam.Material yang dihasilkan memiliki tekstur fleksibel dan kuat, serta termasuk dalam kategori material ramah lingkungan.Hasil penelitian ini dapat dijadikan model pembelajaran bagi masyarakat dan mahasiswa desain tingkat dasar dalam menghasilkan produk fashion unik dan berkualitas tinggi.

Pertama, perlu diteliti penerapan tekstil eceng gondok bertekstur tiga dimensi pada jenis pakaian sehari-hari, bukan hanya busana couture, untuk mengetahui kenyamanan, daya tahan, dan penerimaan konsumen dalam penggunaan jangka panjang. Kedua, perlu dikembangkan studi tentang efisiensi produksi skala besar dari anyaman eceng gondok, termasuk analisis biaya, waktu, dan konsistensi kualitas, agar dapat diadopsi oleh industri tekstil menengah. Ketiga, perlu dilakukan penelitian mengenai daya serap, respirasi, dan sifat fisis kain eceng gondok dibandingkan dengan bahan tekstil alam lainnya, untuk mengevaluasi potensinya sebagai alternatif serat tekstil berkelanjutan. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi kombinasi eceng gondok dengan serat alam lain secara sistematis guna meningkatkan kualitas material. Studi tentang persepsi masyarakat luas terhadap busana dari bahan non-konvensional seperti eceng gondok juga penting untuk dikaji dari sisi budaya dan gaya hidup. Selain itu, dapat dikaji pemanfaatan limbah proses pengolahan eceng gondok menjadi produk pendukung, seperti aksesori atau kemasan. Penelitian mengenai umur pakai dan perawatan tekstil eceng gondok juga perlu dilakukan agar dapat memberikan panduan penggunaan yang jelas. Pendekatan desain inklusif dapat dieksplorasi untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan berbagai kelompok usia dan tubuh. Pemanfaatan teknologi digital dalam proses desain dan produksi dapat diterapkan untuk meningkatkan presisi dan repetisi motif tiga dimensi. Akhirnya, model pelatihan berbasis komunitas dapat dikembangkan untuk memastikan pengetahuan ini dapat tersebar secara luas dan berkelanjutan di daerah pesisir yang kaya akan eceng gondok.

Read online
File size1.67 MB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test