STISIPOLRAJAHAJISTISIPOLRAJAHAJI

Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Hubungan yang dapat mempererat sesama individu atau kelompok perlu adanya rasa kebersamaan yang timbul di dalam jiwa masing-masing individu sehingga terbentuk ikatan moral pada setiap individu. PKL adalah pedagang yang kebanyakan berjualan dengan memanfaatkan area pinggir jalan raya. Dengan jumlah pedagang di Taman Batu 10 sebanyak 30 orang yang diantaranya 22 laki-laki dan 8 perempuan, para PKL juga memiliki suku yang berbeda-beda yaitu Suku Jawa, Minangkabau, Sunda, dan Melayu. Salah satu wujud dari bentuk solidaritas PKL ini seperti memberikan pertolongan membantu transakisi jual belu apabila ada salah satu pedagang yang akan melaksanakan ibadah sholat atau sedang ada keperluan sesaat. Dalam komunitas PKL Taman Batu 10 terdapat struktur didalamnya yaitu ketua, wakil ketua, bendahara, dan seketaris. Metode penelitian ini kualitatif dengan mewawancari 10 orang PKL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa solidaritas yang terjalin antar PKL di Taman Batu 10 lebih dominan kepada solidaritas organik daripada mekanik. Solidaritas organik yaitu pembagian kerja terstruktur, dimana komunitas PKL di Taman Batu 10 mempunyai struktur kepengurusan yang di dalamnya memilki, ketua, wakil ketua, seketaris, dan bendahara. Dalam memberikan hukuman atau sanksi bersifat restitutive yaitu memberikan sanksi berupa pengembalian kembali keadaan seperti semula. Jika ada masalah di dalam komunitas PKL Taman Batu 10 maka diselesaikan dengan musyawarah. Rasa ketergantungan tinggi sebagaimana para PKL membutuhkan pedagang lain untuk membantu mereka meminjamkan uang kecil.

Solidaritas sosial antar pedagang kaki lima di Taman Batu 10 lebih dominan bersifat organik dengan adanya struktur kepengurusan yang terorganisir.Sanksi dalam komunitas ini bersifat restitutif dan diselesaikan melalui musyawarah, serta menunjukkan rasa ketergantungan yang tinggi antar pedagang.Penambahan anggota baru dibatasi oleh pemerintah untuk menghindari persaingan berlebihan.

Penelitian selanjutnya dapat mempelajari bagaimana solidaritas sosial di antara pedagang kaki lima memengaruhi pendapatan mereka sehari-hari, dengan membandingkan antara pedagang yang aktif dalam kelompok solidaritas dengan yang tidak. Kajian lebih lanjut bisa juga membahas peranan etnis yang berbeda dalam membentuk solidaritas, seperti apakah pedagang dari suku Jawa atau lainnya memiliki pola interaksi yang unik di Taman Batu 10. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki implikasi pembatasan anggota pedagang oleh pemerintah terhadap daya saing usaha kecil menengah di area perkotaan, dan apakah kebijakan ini bisa dikembangkan menjadi model untuk lokasi lain. Gagasan penelitian ini mengembangkan saran dari hasil penelitian sebelumnya, seperti pentingnya meningkatkan kekompakan dan bantuan modal dari pemerintah, dengan fokus pada dampak keberlanjutan ekonomi jangka panjang bagi pedagang kaki lima. Misalnya, sebuah studi eksperimental untuk membandingkan tingkat solidaritas di beberapa taman kota di Indonesia dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana lingkungan fisik memengaruhi hubungan sosial. Penelitian lain bisa mengeksplorasi penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi bersama untuk meminjam uang atau berbagi informasi, untuk memperkuat solidaritas mekanik di antara pedagang. Dengan memerhatikan keterbatasan metodologi wawancara kualitatif, penelitian kuantitatif skala besar dapat mengukur tingkat ketergantungan dan kepercayaan antar pedagang melalui survei standar. Selanjutnya, studi longitudinal dapat melacak evolusi solidaritas seiring waktu, terutama setelah kebijakan pemerintah berubah, untuk melihat apakah solidaritas organik tetap bertahan atau bergeser. Penelitian ini semuanya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang solidaritas sosial di komunitas pedagang kaki lima, yang pada akhirnya bisa membantu pemerintah dalam membuat kebijakan yang lebih efektif. Dengan demikian, atau setidaknya sekitar 200 kata, penelitian-penelitian ini mengalir sebagai saran baru yang mengembangkan persoalan solidaritas, metode, hasil, dan saran asli dari dokumen ini.

  1. Solidaritas Sosial Antar Pedagang Kaki Lima di Taman Batu 10 Kota Tanjungpinang | Jurnal Ilmu Sosial... doi.org/10.56552/jisipol.v5i2.125Solidaritas Sosial Antar Pedagang Kaki Lima di Taman Batu 10 Kota Tanjungpinang Jurnal Ilmu Sosial doi 10 56552 jisipol v5i2 125
  1. #ruang lingkup#ruang lingkup
  2. #pemberdayaan ekonomi#pemberdayaan ekonomi
Read online
File size594 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-1iU
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test