DAARULHUDADAARULHUDA
Media Hukum Indonesia (MHI)Media Hukum Indonesia (MHI)Kesenjangan upah antara laki-laki dan perempuan di sektor informal di Indonesia tetap menjadi masalah struktural yang belum bisa diatasi secara efektif oleh hukum yang berlaku. Meskipun ada berbagai regulasi seperti UUD 1945, UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, serta berbagai konvensi internasional, seperti CEDAW dan Konvensi ILO No. 100 yang menegaskan prinsip non-diskriminasi, perempuan yang bekerja di sektor informal masih mendapatkan upah lebih rendah dibandingkan laki-laki. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis terhadap kondisi perempuan di sektor informal, perbedaan antara kerangka hukum dan pelaksanaannya, serta hambatan struktural yang mempertahankan ketimpangan tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa ketimpangan upah tidak hanya terjadi karena perlindungan hukum yang lemah, tetapi juga karena adanya norma budaya yang menganggap perempuan sebagai pencari nafkah yang sekunder, akses yang terbatas terhadap modal dan pendidikan, serta kurangnya pengawasan di sektor informal. Kesenjangan ini menyebabkan dampak sosial dan ekonomi yang luas, seperti meningkatnya perempuan yang miskin, pembatasan akses pendidikan dan kesehatan bagi anak perempuan, serta menurunnya produktivitas ekonomi nasional. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa meskipun kerangka hukum nasional tampak progresif, kurangnya instrumen untuk mencakup sektor informal membuat regulasi tersebut tidak efektif. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan hukum yang lebih adaptif dan sesuai dengan konteks sosial, penguatan organisasi perempuan yang bekerja di sektor informal, serta perubahan cara masyarakat memandang peran perempuan di bidang pekerjaan agar kesetaraan upah bisa terwujud secara nyata.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa regulasi formal yang ada belum cukup untuk memastikan kesetaraan bagi seluruh pekerja di sektor informal.Akar dari ketidaksetaraan upah terletak pada kombinasi faktor seperti bias budaya, akses terbatas terhadap sumber daya ekonomi, dan posisi tawar perempuan yang lemah.Dampak dari kesenjangan upah ini tidak hanya dirasakan secara individual, tetapi juga memengaruhi dinamika sosial dan ekonomi secara luas.Oleh karena itu, kesetaraan upah bagi perempuan di sektor informal memerlukan pendekatan yang lebih menyeluruh, dengan menghubungkan hukum dan praktik sosial secara saling melengkapi.
Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas pendekatan hukum berbasis komunitas dalam menyelesaikan sengketa upah di sektor informal, dengan melibatkan peran aktif organisasi perempuan lokal sebagai mediator. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi model pelatihan keterampilan yang paling relevan dan mudah diakses oleh perempuan informal, dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar kerja yang dinamis. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan transparansi upah dan memfasilitasi akses perempuan informal terhadap informasi hak-hak ketenagakerjaan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan inklusif untuk mencapai kesetaraan upah gender di sektor informal Indonesia, serta meningkatkan kesejahteraan perempuan dan keluarga mereka. Dengan memahami kompleksitas permasalahan ini secara lebih mendalam, diharapkan dapat ditemukan solusi yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi dan sosial negara.
| File size | 262.54 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
POLITEKNIK KEBUMENPOLITEKNIK KEBUMEN Pengangguran terdidik masih menjadi persoalan seriusan di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Tingginya tingkat pengangguran terdidik di Pulau Jawa menunjukkanPengangguran terdidik masih menjadi persoalan seriusan di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Tingginya tingkat pengangguran terdidik di Pulau Jawa menunjukkan
POLTEKMUPOLTEKMU Pengabdian masyarakat ini berfokus pada peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan tentang persiapan lingkungan rumah sakit dalam menyongsong AkreditasiPengabdian masyarakat ini berfokus pada peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan tentang persiapan lingkungan rumah sakit dalam menyongsong Akreditasi
POLTEKKES PADANGPOLTEKKES PADANG Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaanData dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan
HTPHTP Kepatuhan membayar iuran JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) menjadi salah satu hal yang krusial dalam menjaga keberlangsungan program JKN. Peserta PBPU (PekerjaKepatuhan membayar iuran JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) menjadi salah satu hal yang krusial dalam menjaga keberlangsungan program JKN. Peserta PBPU (Pekerja
UNMERPASUNMERPAS Petani mulai memahami manfaat APD dalam melindungi diri dari paparan sinar matahari, bahan kimia, serta risiko cedera, dan menyadari pentingnya posturPetani mulai memahami manfaat APD dalam melindungi diri dari paparan sinar matahari, bahan kimia, serta risiko cedera, dan menyadari pentingnya postur
POLTEKMUPOLTEKMU Kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) memberikan banyak manfaat bagi warga yang hadir, terutama ibu hamil. Pengetahuan masyarakat tentang pola makan sehatKegiatan pengabdian masyarakat (PKM) memberikan banyak manfaat bagi warga yang hadir, terutama ibu hamil. Pengetahuan masyarakat tentang pola makan sehat
POLTEKMUPOLTEKMU Petani dapat terpapar oleh pestisida melalui kulit, pernafasan, dan pencernaan. Permasalahan yang dihadapi adalah masih rendahnya pengetahuan petani terhadapPetani dapat terpapar oleh pestisida melalui kulit, pernafasan, dan pencernaan. Permasalahan yang dihadapi adalah masih rendahnya pengetahuan petani terhadap
POLTEKMUPOLTEKMU Pengabdian masyarakat ini berfokus pada peningkatan pengetahuan masyarakat pekerja sektor informal tentang program JKN BPJS Kesehatan di RW 29. MetodePengabdian masyarakat ini berfokus pada peningkatan pengetahuan masyarakat pekerja sektor informal tentang program JKN BPJS Kesehatan di RW 29. Metode
Useful /
DAARULHUDADAARULHUDA Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis berupa harmonisasi normatif, peningkatan literasi digital hakim dan panitera, serta penguatan infrastrukturOleh karena itu, diperlukan langkah strategis berupa harmonisasi normatif, peningkatan literasi digital hakim dan panitera, serta penguatan infrastruktur
DAARULHUDADAARULHUDA Dengan adanya mekanisme ini, WTO mampu memberikan kepastian hukum dan mendorong terciptanya iklim perdagangan global yang tertib, transparan, serta berkeadilan.Dengan adanya mekanisme ini, WTO mampu memberikan kepastian hukum dan mendorong terciptanya iklim perdagangan global yang tertib, transparan, serta berkeadilan.
DAARULHUDADAARULHUDA Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerbitan SKCK berdasarkan Perpol Nomor 6 Tahun 2023 telah memiliki dasar hukum yang kuat dan prosedur administratifDengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerbitan SKCK berdasarkan Perpol Nomor 6 Tahun 2023 telah memiliki dasar hukum yang kuat dan prosedur administratif
HTPHTP Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dukungan emosional keluarga terhadap depresi pada remaja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruhPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dukungan emosional keluarga terhadap depresi pada remaja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh