LENTERADUALENTERADUA

JNANALOKAJNANALOKA

Ketersediaan data rekam medis dapat memengaruhi pelayanan kesehatan yang diberikan, mulai dari perencanaan perawatan, terapi, hingga fasilitas kesehatan kepada pasien. Integritas data rekam medis elektronik perlu dijaga, salah satunya dengan menerapkan sistem basis data desentralisasi berbasis blockchain. Selain itu, standarisasi data dalam bidang kesehatan juga penting untuk memudahkan integrasi dengan sistem lain, salah satunya menggunakan standar internasional FHIR (Fast Healthcare Interoperability Resources). Penelitian ini menggabungkan BigchainDB dan FHIR untuk menyimpan data rekam medis elektronik. Hasil menunjukkan bahwa BigchainDB membutuhkan waktu pemrosesan lebih lama dibandingkan MongoDB dan MySQL dalam penyimpanan data, namun waktu pembacaan data tidak jauh berbeda dengan MongoDB. Basis data MongoDB terbukti paling efektif dan efisien untuk menyimpan serta membaca data rekam medis dengan skema FHIR, meskipun memerlukan konfigurasi lebih lanjut untuk mencapai fitur desentralisasi seperti pada BigchainDB. MySQL memiliki kecepatan penyimpanan lebih baik dari BigchainDB, tetapi memerlukan konfigurasi replikasi untuk mendukung fitur desentralisasi.

BigchainDB dapat diinstal pada satu atau beberapa node server, namun proses penyimpanan data pada beberapa node jauh lebih lambat dibandingkan satu node.Basis data MongoDB paling efektif dan efisien untuk menyimpan data rekam medis elektronik berbasis FHIR, meskipun perlu konfigurasi replikasi untuk mendukung backup data seperti pada sistem desentralisasi.BigchainDB layak digunakan untuk sistem penyimpanan rekam medis elektronik berbasis FHIR dan blockchain karena mendukung format JSON, fitur desentralisasi, dan kecepatan baca data yang kompetitif, meskipun waktu penyimpanannya paling lama.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian yang membandingkan BigchainDB dengan platform blockchain lain seperti Hyperledger Fabric atau Avalanche untuk mengevaluasi performa lebih komprehensif dalam skenario penyimpanan data rekam medis berstandar FHIR, terutama terkait latensi tinggi pada proses insert. Kedua, perlu dilakukan studi tentang konfigurasi replikasi pada MongoDB untuk meniru fitur desentralisasi BigchainDB, dengan menguji sejauh mana sistem replikasi dapat menjamin integritas dan ketersediaan data tanpa kompleksitas blockchain. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian mengenai integrasi fitur permissioning pada BigchainDB untuk mengatur akses data rekam medis secara detail berdasarkan peran pengguna, sehingga keamanan dan privasi data dapat ditingkatkan tanpa mengorbankan kecepatan akses. Penelitian-penelitian ini dapat membantu menemukan solusi penyimpanan data kesehatan yang aman, efisien, dan siap untuk diadopsi secara luas di rumah sakit. Pendekatan ini juga dapat menggabungkan keunggulan sistem terdesentralisasi dan sistem tradisional. Hasilnya diharapkan mampu mendukung sistem kesehatan yang lebih terintegrasi dan andal. Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya meningkatkan keamanan data, tetapi juga kualitas pelayanan kesehatan. Fokus pada aspek kinerja, keamanan, dan kemudahan implementasi akan membuat sistem lebih relevan bagi pengguna akhir. Semua penelitian lanjutan sebaiknya tetap mempertahankan standar FHIR sebagai dasar interoperabilitas. Hal ini penting untuk memastikan kompatibilitas antar sistem di masa depan.

  1. Persepsi Petugas Kesehatan Terhadap Peran Rekam Medis Elektronik Sebagai Pendukung Manajemen Pelayanan... journal.ugm.ac.id/jisph/article/view/6659Persepsi Petugas Kesehatan Terhadap Peran Rekam Medis Elektronik Sebagai Pendukung Manajemen Pelayanan journal ugm ac jisph article view 6659
Read online
File size2.37 MB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test