SARI MUTIARASARI MUTIARA

Jurnal Abdimas MutiaraJurnal Abdimas Mutiara

Pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi dan tidak terkendali akan berdampak negatif terhadap aspek kehidupan seperti bidang sosial, ekonomi, maupun politik dan pada akhirnya akan menghambat kegiatan pembangunan nasional. Salah satu alternatif yang digunakan adalah dengan kegiatan penyuluhan program KB. Tujuan program KB yaitu meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak melalui pengendalian kelahiran dan pengendalian pertumbuhan penduduk Indonesia serta terciptanya penduduk yang berkualitas, sumber daya manusia yang bermutu dan meningkatknya kesejahteraan keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman tentang pentingnya pelaksanaan program KB di Klinik Pratama Tanjung. Metode kegiatan berupa penyuluhan dengan ceramah interaktif. Hasil kegiatan dihadiri oleh 18 peserta, dimana 50% diantaranya tidak mengikuti program KB. Terdapat faktor-faktor yang menyebabkan tidak terlaksananya program KB seperti kurangnya pengetahuan orang tua mengenai KB, biaya KB yang relatif mahal, dan adanya efek samping yang ditimbulkan.

Masyarakat terutama keluarga memahami pentingnya mengikuti program Keluarga Berencana (KB).Terdapat faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan program KB di Klinik Pratama Tanjung, seperti keyakinan banyak anak banyak rejeki, biaya KB yang relatif mahal, dan efek samping dari alat kontrasepsi.Selain itu, keinginan memiliki anak dengan jenis kelamin tertentu juga menjadi penghambat dalam partisipasi program KB.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas metode penyuluhan interaktif berbasis komunitas dalam meningkatkan partisipasi program KB di daerah rural seperti Deli Serdang, dengan membandingkan hasilnya terhadap pendekatan konvensional seperti penyuluhan satu arah. Kedua, diperlukan studi mendalam mengenai persepsi masyarakat terhadap efek samping alat kontrasepsi modern, khususnya kaitannya dengan kepercayaan lokal dan mitos yang berkembang, untuk mengembangkan materi edukasi yang lebih tepat sasaran dan dapat diterima secara budaya. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi faktor sosial dan psikologis di balik preferensi jenis kelamin anak dalam keluarga, serta bagaimana hal ini memengaruhi keputusan penggunaan KB, agar dapat dirancang intervensi penyuluhan yang tidak hanya informatif tetapi juga sensitif terhadap norma dan nilai keluarga setempat. Temuan dari ketiga arah penelitian ini dapat digunakan untuk menyusun strategi komunikasi dan edukasi yang lebih holistik dan berkelanjutan dalam mendukung program KB di tingkat masyarakat.

Read online
File size190.08 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test