UP45UP45
Jurnal Manajemen Strategis: Jurnal MantraJurnal Manajemen Strategis: Jurnal MantraPengelolaan hibah sarana dan prasarana kebudayaan adalah hal yang sangat penting untuk menjaga budaya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sayangnya, saat ini pengelolaan ini masih lebih banyak menargetkan satu penerima, sehingga hasil ekonomi yang diperoleh belum maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana pengelolaan hibah budaya yang berbasis pada sanggar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran dan mengumpulkan data melalui analisis dokumen, serta diskusi kelompok terfokus. Sampel penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling, melibatkan pengelola sanggar budaya dan pihak-pihak yang terkait. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan hibah kebudayaan yang belum dilakukan secara kolaboratif membatasi potensi hibah dalam memberikan dampak pada ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan sebuah model manajemen hibah kebudayaan yang berbasis pada ekosistem kolaboratif. Model ini melibatkan sanggar, serta lembaga mitra pengelola dengan tujuan untuk memperkuat rantai nilai budaya dan meningkatkan manfaat publik dari hibah kebudayaan.
Pengelolaan hibah kebudayaan saat ini masih berfokus pada penerima tunggal, yaitu sanggar, sehingga dampak ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat belum optimal.Perlu dilakukan reorientasi menuju model pengelolaan yang kolaboratif dengan melibatkan sanggar bersama lembaga mitra pengelola untuk memperkuat rantai nilai budaya dan menciptakan nilai publik yang berkelanjutan.
Pertama, perlu diteliti bagaimana desain skema hibah kolaboratif yang melibatkan sanggar budaya dengan lembaga seperti BUMDes atau pemerintah kalurahan dapat memperkuat ekosistem ekonomi lokal di wilayah pedesaan. Kedua, penting untuk mengeksplorasi model pendampingan kapasitas bersama antara sanggar dan pelaku ekonomi kreatif, agar pemanfaatan sarana budaya tidak hanya untuk produksi seni tetapi juga dikemas sebagai produk pariwisata yang bernilai ekonomi. Ketiga, perlu dikaji efektivitas integrasi jaringan digital dalam memperluas distribusi dan pemasaran produk budaya, khususnya untuk meningkatkan akses masyarakat luas terhadap karya budaya yang didanai hibah, serta mengukur dampaknya terhadap kesejahteraan warga. Penelitian-penelitian ini dapat membantu merancang sistem pengelolaan hibah yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata. Dengan memperkuat kemitraan antaraktor, pendampingan teknis, dan pemanfaatan teknologi, hibah kebudayaan bisa menjadi lebih dari sekadar bantuan fasilitas. Ia dapat berubah menjadi alat strategis untuk memperkuat ekonomi budaya. Pendekatan kolaboratif juga dapat mendorong inovasi model bisnis berbasis budaya. Selain itu, hasilnya bisa menjadi dasar perbaikan kebijakan pengelolaan dana keistimewaan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan begitu, nilai budaya tidak hanya terjaga, tetapi juga memberi manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
- Supplemental Material. coordination cooperation establishing distinctive meanings terms systematic literature... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0149206320901565Supplemental Material coordination cooperation establishing distinctive meanings terms systematic literature journals sagepub doi 10 1177 0149206320901565
- Management of Corporate Communication | From Interpersonal Contacts To. management corporate contacts... doi.org/10.4324/9781003064046Management of Corporate Communication From Interpersonal Contacts To management corporate contacts doi 10 4324 9781003064046
- Stakeholder Management Pada Situs Warisan Budaya | Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia. stakeholder management... journal.uib.ac.id/index.php/altasia/article/view/7849Stakeholder Management Pada Situs Warisan Budaya Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia stakeholder management journal uib ac index php altasia article view 7849
- Public Value Governance: Moving Beyond Traditional Public Administration and the New Public Management... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/puar.12238Public Value Governance Moving Beyond Traditional Public Administration and the New Public Management onlinelibrary wiley doi 10 1111 puar 12238
| File size | 366.21 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIRAYAUNIRAYA Kegiatan ini tidak hanya berupa serangkaian tindakan sosial, melainkan juga sebuah proses pemberdayaan yang melibatkan kolaborasi erat antara mahasiswaKegiatan ini tidak hanya berupa serangkaian tindakan sosial, melainkan juga sebuah proses pemberdayaan yang melibatkan kolaborasi erat antara mahasiswa
UNIRAYAUNIRAYA Selain itu, kegiatan ini memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap program, menjadikan nilai-nilai kearifan lokal sebagai landasan etis dan praktisSelain itu, kegiatan ini memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap program, menjadikan nilai-nilai kearifan lokal sebagai landasan etis dan praktis
UKIMUKIM Dengan demikian, pemahaman ekologis tentang manusia dapat memperkaya teologi ekologi dalam mendorong kesadaran etis untuk keberlanjutan lingkungan. BerdasarkanDengan demikian, pemahaman ekologis tentang manusia dapat memperkaya teologi ekologi dalam mendorong kesadaran etis untuk keberlanjutan lingkungan. Berdasarkan
UKIMUKIM Banyak komunitas Batak tertekan untuk melepaskan tanah mereka, yang mengakibatkan erosi mata pencaharian dan nilai-nilai tradisional mereka. Artikel iniBanyak komunitas Batak tertekan untuk melepaskan tanah mereka, yang mengakibatkan erosi mata pencaharian dan nilai-nilai tradisional mereka. Artikel ini
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Nilai-nilai pendidikan multikultural yang paling dominan dalam buku teks bahasa Inggris untuk siswa sekolah menengah atas kelas X yang diterbitkan olehNilai-nilai pendidikan multikultural yang paling dominan dalam buku teks bahasa Inggris untuk siswa sekolah menengah atas kelas X yang diterbitkan oleh
SADRASADRA Data dalam penelitian ini diperoleh melalui beberapa teknik pengumpulan data, antara lain wawancara terstruktur terhadap berbagai narasumber dan pengamatanData dalam penelitian ini diperoleh melalui beberapa teknik pengumpulan data, antara lain wawancara terstruktur terhadap berbagai narasumber dan pengamatan
DINUSDINUS Batik Rifaiyah tumbuh dari Komunitas perajin di Desa Kalipucang Wetan, Kabupaten Batang yang menerapkan nilai-nilai ajaran Islam pada motifnya. Batik RifaiyahBatik Rifaiyah tumbuh dari Komunitas perajin di Desa Kalipucang Wetan, Kabupaten Batang yang menerapkan nilai-nilai ajaran Islam pada motifnya. Batik Rifaiyah
STKIP JBSTKIP JB Kebudayaan merupakan cara hidup masyarakat untuk mencapai tujuan yang telah menjadi kesepakatan bersama. Permasalahan yang terjadi adalah arus modernisasiKebudayaan merupakan cara hidup masyarakat untuk mencapai tujuan yang telah menjadi kesepakatan bersama. Permasalahan yang terjadi adalah arus modernisasi
Useful /
UP45UP45 Untuk mengendalikan kinerja dan mencegah munculnya kembali masalah utama penyebab kecacatan, digunakan Statistical Process Control (SPC). Analisis dataUntuk mengendalikan kinerja dan mencegah munculnya kembali masalah utama penyebab kecacatan, digunakan Statistical Process Control (SPC). Analisis data
UP45UP45 Fokusnya pada departemen sample, di mana proses produksi sering mengalami penumpukan pekerjaan, terutama pada tahap pemolaan dan pemotongan bahan. MetodeFokusnya pada departemen sample, di mana proses produksi sering mengalami penumpukan pekerjaan, terutama pada tahap pemolaan dan pemotongan bahan. Metode
UNIRAYAUNIRAYA Program-program KKN dirancang secara sistematis dan seimbang, melibatkan diskusi dengan kelompok KKN, aparat desa, dan masyarakat setempat. Hasil yangProgram-program KKN dirancang secara sistematis dan seimbang, melibatkan diskusi dengan kelompok KKN, aparat desa, dan masyarakat setempat. Hasil yang
UNIRAYAUNIRAYA Dalam hal ini, dengan adanya kepedulian sosial, masyarakat di Desa Samiri tidak hanya memahami permasalahan di lingkungan sekitar desa, tetapi juga mampuDalam hal ini, dengan adanya kepedulian sosial, masyarakat di Desa Samiri tidak hanya memahami permasalahan di lingkungan sekitar desa, tetapi juga mampu