DELIHUSADADELIHUSADA

Jurnal Inovasi Kesehatan MasyarakatJurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat

Bunda Thamrin General Hospital, Medan, adalah rumah sakit swasta tipe C yang menawarkan berbagai jenis perawatan, termasuk perawatan gigi. Di era digital, aplikasi Mobile JKN diperkenalkan untuk menyederhanakan proses pendaftaran dan perawatan pasien. Namun, banyak pasien masih mengalami kesulitan menggunakannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan tingkat kepuasan pasien antara layanan aplikasi Mobile JKN dan layanan on-site di Bunda Thamrin General Hospital, Medan, menggunakan pendekatan SERVQUAL yang mencakup lima dimensi: Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan teknik sampling purposive. Sampel terdiri dari 56 responden, yaitu pasien BPJS yang menerima perawatan gigi dan mendaftar melalui Mobile JKN dan on-site. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik bivariat dengan nilai signifikansi p < 0,05 sebagai indikator perbedaan signifikan antara layanan. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kepuasan secara keseluruhan lebih tinggi di antara pengguna layanan Mobile JKN (rata-rata = 0,70) dibandingkan dengan pengguna layanan on-site (rata-rata = 0,14) dengan p = 0,000. Dimensi Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy menunjukkan perbedaan signifikan yang menguntungkan Mobile JKN. Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam aspek Tangibles (p = 0,173), yang menunjukkan bahwa kemudahan akses masih menjadi tantangan untuk kedua layanan. Dapat disimpulkan bahwa Mobile JKN memberikan layanan yang lebih memuaskan secara keseluruhan daripada On-Site, terutama dalam hal keandalan, kecepatan respons, keamanan, dan empati terhadap pasien.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien poli gigi lebih tinggi pada layanan Aplikasi Mobile JKN dibandingkan dengan layanan One-Site.Hal ini terlihat dari rata-rata kepuasan pasien yang signifikan lebih baik pada Mobile JKN (mean = 0.Tidak terdapat perbedaan signifikan dalam aspek tangibles antara layanan Mobile JKN dan One-Site (p = 0.Hal ini menunjukkan persepsi kemudahan akses masih menjadi tantangan pada kedua layanan.Mobile JKN menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi (mean = 0.Artinya, pasien lebih mempercayai keandalan layanan melalui Mobile JKN.Terdapat perbedaan yang signifikan (p = 0.000), di mana Mobile JKN dinilai lebih responsif (mean = 0.29), menunjukkan pelayanan digital lebih cepat dalam menanggapi kebutuhan pasien.Aspek assurance juga menunjukkan hasil signifikan (p = 0.013), dengan Mobile JKN (mean = 0.68) lebih tinggi dibandingkan One-Site (mean = 0.Pasien merasa lebih aman dan yakin terhadap layanan Mobile JKN.Aspek empati menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0.001), dengan Mobile JKN memperoleh penilaian empati lebih tinggi (mean = 0.Artinya, pasien lebih diperhatikan saat menggunakan layanan berbasis aplikasi.

1. Pengembangan Aplikasi Mobile JKN: Meskipun Mobile JKN menunjukkan hasil yang lebih unggul, aspek tangibles masih menjadi kendala bagi sebagian pasien. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan desain antarmuka pengguna agar lebih intuitif dan mudah digunakan oleh semua kalangan, terutama pasien lansia dengan keterbatasan teknologi. 2. Pelatihan Petugas dan Edukasi Pasien: Untuk meningkatkan kepercayaan dan pengalaman pengguna, perlu dilakukan pelatihan berkala bagi petugas pelayanan, baik pada layanan langsung maupun digital. Selain itu, perlu adanya edukasi kepada pasien terkait penggunaan aplikasi agar mereka lebih familiar dan tidak ragu memanfaatkannya. 3. Integrasi dan Inovasi Layanan: RSU Bunda Thamrin dapat mengintegrasikan layanan One-Site dengan fitur-fitur dari aplikasi Mobile JKN untuk menciptakan hybrid pelayanan yang lebih responsif dan personal. Misalnya, memberikan notifikasi digital untuk antrean atau hasil konsultasi. 4. Evaluasi Berkala Layanan: Perlu dilakukan evaluasi kepuasan pasien secara rutin menggunakan metode SERVQUAL untuk memantau kualitas pelayanan serta menemukan celah perbaikan secara berkelanjutan. 5. Peningkatan Empathy dalam Layanan Digital: Walaupun Mobile JKN unggul, namun nilai empatinya masih sedang. Perlu ditingkatkan dengan menambahkan fitur chat langsung atau pesan otomatis dengan sentuhan personalisasi yang lebih manusiawi dalam pelayanan digital. 6. Peningkatan Aksesibilitas Teknologi: Pemerintah dan rumah sakit perlu mendukung ketersediaan akses internet yang stabil dan perangkat teknologi yang memadai, agar seluruh lapisan masyarakat bisa mengakses Mobile JKN tanpa hambatan.

  1. Analisis Penerapan Aplikasi Mobile Jkn Terhadap Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan... doi.org/10.25299/jiap.2022.vol8(2).10491Analisis Penerapan Aplikasi Mobile Jkn Terhadap Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan doi 10 25299 jiap 2022 vol8 2 10491
  2. INOVASI BPJS KESEHATAN DALAM PEMBERIAN LAYANAN KEPADA MASYARAKAT : APLIKASI MOBILE JKN | Wulanadary |... doi.org/10.35308/jpp.v5i2.1119INOVASI BPJS KESEHATAN DALAM PEMBERIAN LAYANAN KEPADA MASYARAKAT APLIKASI MOBILE JKN Wulanadary doi 10 35308 jpp v5i2 1119
Read online
File size515.87 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test