AISYAHUNIVERSITYAISYAHUNIVERSITY
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (JREMIK) E-ISSN:xxxx-xxxx P-ISSN:xxxx-xxxxJurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (JREMIK) E-ISSN:xxxx-xxxx P-ISSN:xxxx-xxxxGagal ginjal kronik (GGK) merupakan serangkaian gejala klinis yang terjadi akibat penurunan fungsi ginjal dan terjadi secara bertahap seiring berjalannya waktu. Hal ini memerlukan terapi pengganti agar kelangsungan hidup tetap (survival rate). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penyakit komorbid dan survival rate pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif correlation dilakukan di RSUD Dr. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dengan populasi dalam penelitian ini adalah pasien HD diruang Hemodialisa RSUD Dr. Abdul Moeloek dengan data pasien gagal ginjal kronik diperoleh dari data rekam medik dari tahun 2020 sampai dengan 2022 dan teknik pengambilan sampling purposive sampling dengan sampel sebanyak 63. Hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara penyakit komorbid dengan survival rate pasien hemodialisis dengan nilai p-value 0,010 < 0,05.
Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara penyakit komorbid dengan tingkat keberhasilan (survival rate) pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Dr.Temuan ini mengindikasikan bahwa keberadaan penyakit penyerta turut berperan dalam memperpendek usia harapan hidup pasien yang menjalani terapi hemodialisis.Oleh karena itu, penanganan komorbid yang optimal menjadi aspek krusial dalam meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang umur pasien gagal ginjal kronik.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi jenis-jenis penyakit komorbid spesifik yang memiliki dampak paling signifikan terhadap penurunan survival rate pada pasien hemodialisis, sehingga intervensi medis dapat difokuskan pada penanganan penyakit-penyakit tersebut. Kedua, studi kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman dan persepsi pasien serta keluarga terkait dengan penyakit komorbid dan dampaknya terhadap kualitas hidup mereka, sehingga penanganan yang lebih holistik dan berpusat pada pasien dapat dikembangkan. Ketiga, penelitian prospektif jangka panjang diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai strategi intervensi yang ditujukan untuk mengelola penyakit komorbid dan meningkatkan survival rate pasien hemodialisis, termasuk implementasi program manajemen penyakit terpadu yang melibatkan tim multidisiplin, edukasi pasien dan keluarga, serta pemantauan ketat terhadap parameter klinis dan laboratorium. Studi ini dapat memberikan pengetahuan lebih mendalam terkait faktor-faktor pendukung dan penghambat keberhasilan intervensi, serta membantu mengoptimalkan perawatan pasien gagal ginjal kronik dengan komorbiditas.
| File size | 181.25 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode deskriptif korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan cross sectional danMetode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode deskriptif korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan cross sectional dan
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Sedangkan nilai kepuasan petugas poli rawat jalan terhadap layanan penyediaan RM rawat jalan berdasarkan metode CSI (Customer Satisfaction Index) adalah:Sedangkan nilai kepuasan petugas poli rawat jalan terhadap layanan penyediaan RM rawat jalan berdasarkan metode CSI (Customer Satisfaction Index) adalah:
UMSBUMSB Metode: Jenis penelitian ini deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 38 orang dengan tehnik pengambilan sampelMetode: Jenis penelitian ini deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 38 orang dengan tehnik pengambilan sampel
UMSBUMSB Sampel penelitian adalah remaja putri yang belum menstruasi sebanyak 30 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh denganSampel penelitian adalah remaja putri yang belum menstruasi sebanyak 30 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dengan
UMSBUMSB Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap ibu dalam memberikan stimulasi tumbuh kembang pada balita usia 1-3 tahun.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap ibu dalam memberikan stimulasi tumbuh kembang pada balita usia 1-3 tahun.
UMSBUMSB Responden paling banyak dikategorikan normal untuk kecemasan ibu hamil dalam mneghadapi persalinan di masa pandemi covid-19 sejumlah 92 responden (92%)Responden paling banyak dikategorikan normal untuk kecemasan ibu hamil dalam mneghadapi persalinan di masa pandemi covid-19 sejumlah 92 responden (92%)
UMSBUMSB Metodologi: Jenis Penelitian menggunakan metoda Quasi Eksperimen dengan design cross sectional. Penelitian ini menggunakan metoda pretest-posttest. PopulasiMetodologi: Jenis Penelitian menggunakan metoda Quasi Eksperimen dengan design cross sectional. Penelitian ini menggunakan metoda pretest-posttest. Populasi
UMSBUMSB Pembangunan kesehatan memerlukan dukungan dari seluruh masyarakat termasuk kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Keterlibatan kader dalam pencegahanPembangunan kesehatan memerlukan dukungan dari seluruh masyarakat termasuk kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Keterlibatan kader dalam pencegahan
Useful /
UNIPASBYUNIPASBY Salah satu faktor pendukung adalah karakteristik pribadi dan pengalaman kerja yang dapat meningkatkan etos kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisSalah satu faktor pendukung adalah karakteristik pribadi dan pengalaman kerja yang dapat meningkatkan etos kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
AISYAHUNIVERSITYAISYAHUNIVERSITY Untuk luka bakar sedang, diperlukan penghapusan sumber luka bakar dan penggunaan odol, sementara luka bakar berat memerlukan langkah darurat seperti memastikanUntuk luka bakar sedang, diperlukan penghapusan sumber luka bakar dan penggunaan odol, sementara luka bakar berat memerlukan langkah darurat seperti memastikan
UMSBUMSB Salah satu terapi non-farmakologi untuk mengatasi dismenorea adalah dengan pemberian jus wortel dan jus alpukat. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruhSalah satu terapi non-farmakologi untuk mengatasi dismenorea adalah dengan pemberian jus wortel dan jus alpukat. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh
STIEM BONGAYASTIEM BONGAYA Kegiatan ini memberikan kesan, semangat, dan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar, sehingga menjadi langkah awal dalam menumbuhkan karakterKegiatan ini memberikan kesan, semangat, dan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar, sehingga menjadi langkah awal dalam menumbuhkan karakter