UMUM

Jurnal Pendidikan Sejarah IndonesiaJurnal Pendidikan Sejarah Indonesia

Perkembangan pembelajaran sejarah saat ini sangat kompleks utamanya ketika kurikulum merdeka Pembelajaran sejarah masa kini sudah lagi menjadi mata pelajaran yang berbasis pada menghafal fakta, namun sudah pada membentuk siswa untuk memiliki penguasaan terhadap disiplin ilmu sejarah. Salah satunya adalah historical literacy yang merupakan jenis pengetahuan yang berada pada tingkat kedua setelah pemahaman konten/substansi. Historical literacy merupakan sebuah kemampuan dalam membaca, membandingkan, dan merekonstruksi narasi sejarah yang sudah ada berdasarkan sumber-sumber sejarah. Permasalahan muncul ketika guru masih belum dapat menerapkan keterampilan ini di kelas karena belum adanya model khusus untuk mengakomodasinya. Oleh karena itu dalam artikel ini, penulis mengusulkan sebuah paradigma baru dalam pembelajaran sejarah yaitu adanya model Ready. Metode yang digunakan untuk mengembangkan model Ready adalah model Kemp yang terdiri dari 9 tahap yaitu (1) instructional problems, (2) learner characteristics, (3) task analysis, (4) instructional objectives, (5) content sequencing, (6) instructional strategies, (7) designing the message, (8) development of instruction, (9) evaluation instruments. Hasil dari artikel ini yaitu adanya model Ready yang terdiri dari mempertanyakan (questioning), signifikansi dan kontekstualisasi (significance and contextualization), eksplorasi (exploration), penilaian dan interpretasi (judgement and interpretation), refleksi (reflection). Model Ready mengharuskan siswa dan guru berinteraksi dengan modul atau buku teks, kemudian menelusuri sumbernya, lalu menyusun sebuah historiografi sederhana untuk menentukan apa yang berbeda dengan narasi sebelumnya.

Model Ready (Reading History) merupakan sebuah paradigma baru dalam pembelajaran sejarah yang ingin menumbuhkan kemampuan historical literacy siswa.Historical literacy dapat tumbuh jika siswa telah menguasai berpikir historis, sehingga sudah memiliki bekal ketika melakukan tahapan membaca, mempertanyakan kebenaran, menelusuri sumber, menentukan nilai, menyusun interpretasi, hingga membuat historiografi sederhana dan membandingkannya dengan buku teks atau modul.Model Ready ini berupaya agar siswa tidak lagi menerima pengetahuan dan kebenaran secara pasif tanpa mencoba untuk mengetahui berasal dari mana kebenaran itu dan kenapa peristiwa itu dianggap penting itu dipelajari.

Untuk penelitian lanjutan, ada beberapa arah menarik yang bisa dieksplorasi guna memperkaya pemahaman dan aplikasi Model Ready. Pertama, penting untuk melakukan studi implementasi berskala lebih besar yang menguji efektivitas Model Ready secara empiris di berbagai konteks sekolah, baik di perkotaan maupun pedesaan. Penelitian ini dapat mengukur dampak langsung model terhadap peningkatan kemampuan literasi sejarah siswa dengan melibatkan populasi siswa yang lebih beragam, termasuk mereka dengan tingkat kemampuan berpikir historis awal yang berbeda. Ini akan membantu mengetahui seberapa adaptif model ini di kondisi nyata. Kedua, mengingat bahwa guru sering menghadapi tantangan dalam menerapkan model pembelajaran baru, investigasi mendalam mengenai kebutuhan pelatihan dan pengembangan profesional guru untuk Model Ready menjadi krusial. Bagaimana program pelatihan yang efektif dapat dirancang agar guru tidak hanya memahami teori model, tetapi juga mahir dalam memfasilitasi setiap tahapan—dari mempertanyakan hingga refleksi—dengan strategi yang inovatif dan sesuai karakteristik siswa? Studi ini bisa berfokus pada dukungan jangka panjang bagi guru. Ketiga, seiring kemajuan teknologi, penelitian dapat mengeksplorasi potensi integrasi teknologi digital dan sumber daya daring yang canggih ke dalam Model Ready. Misalnya, bagaimana penggunaan platform pembelajaran interaktif, database sumber sejarah digital, atau bahkan alat kecerdasan buatan untuk analisis teks dapat meningkatkan tahapan eksplorasi dan interpretasi, membuat pengalaman belajar sejarah menjadi lebih mendalam dan relevan bagi generasi digital saat ini.

Read online
File size586.38 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test