STAIN KEPRISTAIN KEPRI

PERADAPERADA

Artikel ini hendak melihat aturan hukum perihal perlunya izin dari istri bagi pria yang akan berpoligami dari perspektif mashlahah mursalah. Satu di antara persyaratan dalam acara persidangan ialah perlunya pengadilan mendapatkan keterangan izin dari istri serta perlu memeriksa dan klarifikasi dari istri yang memberikan izin. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa izin dari istri yang disampaikan di hadapan persidangan merupakan kebutuhan pokok (mashlahah hajiyah) untuk melindungi kebutuhan mutlak (mashlahah daruriyah) yang berupa kebahagiaan dalam rumah tangga. Dari penelitian terdahulu dengan fokus pada dampaknya menyatakan, sebagian besar istri tidak dengan tulus memberikan izin poligami. Maka dari itu, pengadilan wajib menghadirkan istri untuk mendapatkan keterangan langsung atas izin poligami yang diberikan kepada suami.

Dari uraian di atas, izin istri bagi seorang suami yang hendak berpoligami merupakan persyaratan untuk mendapatkan ketetapan oleh pengadilan.Namun, izin itu semestinya tidak hanya berupa izin tertulis saja melainkan harus juga dibuktikan dengan kesaksian langsung di depan persidangan.Dari perspektif mashlahah mursalah, izin dari istri termasuk bagian yang dharuriyah (mutlak) bagi hakim dalam mempertimbangkan permohonan poligami.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak psikologis poligami terhadap istri yang memberikan izin secara terpaksa, evaluasi efektivitas prosedur pengadilan dalam memverifikasi kebenaran izin poligami, serta studi komparatif perbedaan praktik poligami di daerah dengan tingkat pendidikan dan kesadaran hukum yang berbeda. Penelitian juga bisa menggali faktor budaya dan sosial yang memengaruhi keputusan istri dalam memberikan izin poligami. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi alternatif hukum yang lebih protektif terhadap hak istri dalam konteks poligami, seperti mekanisme pemantauan keadilan suami setelah pemberian izin. Penelitian ini bisa dilakukan dengan metode kualitatif melalui wawancara mendalam atau survei terstruktur di berbagai wilayah Indonesia.

  1. Decision making process of a wife involved in the polygamy marriage | Jurnal Psikologi Ulayat. decision... publication.k-pin.org/index.php/jpu/article/view/9Decision making process of a wife involved in the polygamy marriage Jurnal Psikologi Ulayat decision publication k pin index php jpu article view 9
  2. SYARAT ADANYA PERSETUJUAN ISTERI UNTUK BERPOLIGAMI (ANALISIS USHUL FIKIH SYAFI‘ĪYYAH TERHADAP... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/islamfutura/article/view/561SYARAT ADANYA PERSETUJUAN ISTERI UNTUK BERPOLIGAMI ANALISIS USHUL FIKIH SYAFIAoYYAH TERHADAP jurnal ar raniry ac index php islamfutura article view 561
  3. Poligami dan Sanksinya Menurut Perundang-undangan Negara-negara Modern. | AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah.... doi.org/10.15408/ajis.v16i1.2891Poligami dan Sanksinya Menurut Perundang undangan Negara negara Modern AHKAM Jurnal Ilmu Syariah doi 10 15408 ajis v16i1 2891
Read online
File size256.63 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test