UMNUMN

JURNAL ILMU PENDIDIKANJURNAL ILMU PENDIDIKAN

Perkembangan teknologi dan media sosial telah meningkatkan intensitas penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa, tetapi juga menimbulkan masalah seperti cyberbullying. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi literasi digital mahasiswa dalam film Cyberbully (2011), mengidentifikasi dampak cyberbullying terhadap kesehatan mental yang ditampilkan dalam film, serta mengevaluasi efektivitas film sebagai media pembelajaran literasi digital. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Cyberbully merepresentasikan literasi digital melalui aspek etika bermedia sosial, verifikasi informasi, keamanan akun, privasi, dan tanggung jawab digital. Film ini juga menggambarkan dampak cyberbullying terhadap kesehatan mental korban seperti kecemasan, isolasi sosial, depresi, dan bunuh diri. Data kuesioner menunjukkan bahwa literasi digital, dampak kesehatan mental, efektivitas film sebagai media pembelajaran, analisis sinematografi, dan analisis naratif semuanya berada pada kategori sangat tinggi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa film Cyberbully efektif digunakan sebagai media pembelajaran literasi digital untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai etika digital, pencegahan cyberbullying, dan kesadaran terhadap dampak penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab.

Kesimpulan dalam penelitian ini adalah film Cyberbully efektif sebagai media pembelajaran literasi digital dengan capaian sangat tinggi pada semua aspek.Saran yang diberikan adalah perguruan tinggi mengintegrasikan film ini ke dalam kurikulum literasi digital, komunikasi digital, dan dosen memanfaatkan film sebagai media pembelajaran interaktif.Mahasiswa juga disarankan untuk aktif menonton, menganalisis, dan mendiskusikan film untuk memperkuat pemahaman tentang etika digital, verifikasi informasi, keamanan akun, privasi, dan tanggung jawab digital.Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan film lain, menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengukur dampak jangka panjang, serta meneliti efektivitas pada populasi yang lebih beragam.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi dengan film-film lain yang mengangkat tema cyberbullying dan literasi digital, serta menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengukur dampak jangka panjang. Selain itu, penelitian dapat dilakukan pada populasi yang lebih beragam, seperti siswa SMP/SMA, tenaga pendidik, atau masyarakat umum. Integrasi film bertema cyberbullying dalam program nasional literasi digital untuk generasi muda juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya.

Read online
File size390.16 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test