UMNUMN
JURNAL ILMU PENDIDIKANJURNAL ILMU PENDIDIKANTujuan penelitian ini adalah menerapkan asesmen diagnostik sebagai penilaian pembelajaran dalam kurikulum merdeka. Kurikulum merdeka adalah kurikulum yang memiliki sifat fleksibilitas pada proses pembelajaran yang berfokus pada perkembangan peserta didik. Asesmen adalah sebuah instrumen penilaian pada proses pembelajaran. Asesmen diagnostik berarti penilaian yang diperlukan untuk melihat kondisi awal peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan awal proses assesmen diagnostik memberikan peran signifikan pada proses pembelajaran dalam kurikulum merdeka di MIS Mathlaul Anwar Gunung Sugih. Disimpulkan bahwa pemilihan assesmen diagnostik tepat digunakan dalam proses pembelajaran berbasis kurikulum merdeka karena guru dapat mengetahui sejak awal kondisi peserta didik sehingga dapat menentukan langkah yang tepat dalam proses pememilihan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi anak, sejalan dengan tujuan dari kurikulum merdeka yang bersifat pleksibel dan berpusat pada anak.
Berdasarkan hasil penelitian mengenai pelaksanaan asesmen diagnostik dalam Kurikulum Merdeka di MIS Mathlaul Anwar Gunung Sugih, dapat disimpulkan bahwa asesmen diagnostik memiliki peran yang sangat strategis dalam memetakan kondisi awal peserta didik.Asesmen ini tidak hanya berfungsi untuk mengidentifikasi tingkat penguasaan kompetensi kognitif, tetapi juga memahami aspek non-kognitif seperti minat, motivasi, latar belakang belajar, serta gaya belajar peserta didik.Melalui pelaksanaan asesmen diagnostik yang dilakukan pada tahap awal pembelajaran, guru dapat memperoleh gambaran komprehensif mengenai kekuatan dan kelemahan peserta didik sehingga strategi pembelajaran dapat disesuaikan secara lebih tepat dan efektif.Pelaksanaan asesmen diagnostik di madrasah menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut sesuai prinsip asesmen Kurikulum Merdeka.Guru mampu mengolah hasil asesmen untuk merancang pembelajaran berdiferensiasi, menyesuaikan metode, dan menentukan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.Hal ini sejalan dengan tujuan Kurikulum Merdeka yang menekankan fleksibilitas, diferensiasi, serta pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa asesmen diagnostik merupakan instrumen penting yang efektif untuk mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka.Dengan mengetahui kondisi awal peserta didik secara akurat, guru dapat melaksanakan pembelajaran yang lebih adaptif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan individual peserta didik.
Berdasarkan hasil penelitian dan saran yang diberikan, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengembangkan dan menerapkan instrumen asesmen diagnostik yang lebih komprehensif dan sistematis, baik untuk aspek kognitif maupun non-kognitif. Hal ini dapat membantu guru dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif dan berdiferensiasi.. . 2. Melakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak asesmen diagnostik terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif atau mixed-method untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.. . 3. Meninjau implementasi asesmen diagnostik di jenjang dan mata pelajaran yang berbeda. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi lebih luas terhadap pengembangan asesmen dalam Kurikulum Merdeka dan membantu dalam merancang pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik di berbagai tingkat pendidikan.
- Implementasi Kurikulum Merdeka: Pemaknaan Merdeka dalam Perencanaan Pembelajaran Di Sekolah Dasar | Innovative:... doi.org/10.31004/innovative.v4i3.10546Implementasi Kurikulum Merdeka Pemaknaan Merdeka dalam Perencanaan Pembelajaran Di Sekolah Dasar Innovative doi 10 31004 innovative v4i3 10546
- IMPLEMENTASI ASESMEN DIAGNOSTIK DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJAARAN BAHASA INGGRIS KELAS XI/FASE... doi.org/10.61116/jkip.v1i4.188IMPLEMENTASI ASESMEN DIAGNOSTIK DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJAARAN BAHASA INGGRIS KELAS XI FASE doi 10 61116 jkip v1i4 188
| File size | 416.72 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UMNUMN Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka (library research), penelitian ini menggunakan lima tafsir Al-Quran sebagai sumber utama analisis,Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka (library research), penelitian ini menggunakan lima tafsir Al-Quran sebagai sumber utama analisis,
UMNUMN Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi pembelajaran perguruan tinggi sesuai dengan kebutuhan di masa depan, khususnya untuk mencapai IndonesiaPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi pembelajaran perguruan tinggi sesuai dengan kebutuhan di masa depan, khususnya untuk mencapai Indonesia
UMNUMN Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat prototipe pembelajaran calistung bagi siswa yang berada di kelas 2 di SDN Cempaka Putih Barat 19, di manaTujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat prototipe pembelajaran calistung bagi siswa yang berada di kelas 2 di SDN Cempaka Putih Barat 19, di mana
UMNUMN Prototipe telah diuji dalam lingkungan pembelajaran nyata dan terbukti handal, sehingga siap untuk tahap hilirisasi, replikasi lintas mata kuliah (sepertiPrototipe telah diuji dalam lingkungan pembelajaran nyata dan terbukti handal, sehingga siap untuk tahap hilirisasi, replikasi lintas mata kuliah (seperti
UMNUMN Selain itu, integrasi kurikulum berbasis budaya, penggunaan pendekatan pembelajaran kontekstual, dan penguatan ekosistem sekolah yang berbudaya terbuktiSelain itu, integrasi kurikulum berbasis budaya, penggunaan pendekatan pembelajaran kontekstual, dan penguatan ekosistem sekolah yang berbudaya terbukti
YAYASANBHZYAYASANBHZ Namun, di balik peluang tersebut terdapat tantangan serius yang memengaruhi perkembangan karakter peserta didik, terutama terkait penggunaan media sosial,Namun, di balik peluang tersebut terdapat tantangan serius yang memengaruhi perkembangan karakter peserta didik, terutama terkait penggunaan media sosial,
UMNUMN Dalam konteks ini, AI dipandang sebagai solusi inovatif yang dapat memberikan evaluasi otomatis, adaptif, dan berbasis data real-time. Penelitian ini menggunakanDalam konteks ini, AI dipandang sebagai solusi inovatif yang dapat memberikan evaluasi otomatis, adaptif, dan berbasis data real-time. Penelitian ini menggunakan
UMNUMN Kegiatan pramuka sebagai pendorong nilai karakter memungkinkan nilai-nilai tersebut tertanam pada diri peserta didik. Berdasarkan temuan dan pembahasan,Kegiatan pramuka sebagai pendorong nilai karakter memungkinkan nilai-nilai tersebut tertanam pada diri peserta didik. Berdasarkan temuan dan pembahasan,
Useful /
UMNUMN Hasil penelitian ini adalah 1) hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai thitung < ttabel atau 7,575 < 2,19302 maka H0 ditolak yang berarti kemampuanHasil penelitian ini adalah 1) hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai thitung < ttabel atau 7,575 < 2,19302 maka H0 ditolak yang berarti kemampuan
UMNUMN Temuan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas proyek yang didukung visualisasi langit virtual membantu mahasiswa menghubungkan konsep astronomi yang abstrakTemuan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas proyek yang didukung visualisasi langit virtual membantu mahasiswa menghubungkan konsep astronomi yang abstrak
UMNUMN Perkembangan teknologi dan media sosial telah meningkatkan intensitas penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa, tetapi juga menimbulkan masalah sepertiPerkembangan teknologi dan media sosial telah meningkatkan intensitas penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa, tetapi juga menimbulkan masalah seperti
IPTSIPTS Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS materi peninggalan sejarah menggunakan model pembelajaranPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS materi peninggalan sejarah menggunakan model pembelajaran