UMNUMN

JURNAL ILMU PENDIDIKANJURNAL ILMU PENDIDIKAN

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesiapan belajar mahasiswa Pendidikan Fisika akibat dominasi bahan ajar integrasi digital dan kontekstualisasi kearifan lokal. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan menguji efektivitas Model Bahan Ajar Fisika berbasis STEAM-Digital bermuatan kearifan lokal Sumatera Utara untuk meningkatkan kesiapan belajar mahasiswa yang mencakup aspek motivasi, self-efficacy, dan keterlibatan akademik. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan tujuh tahapan sistematis, yaitu analisis kebutuhan, perancangan prototipe, validasi ahli, uji terbatas, uji lapangan, revisi finalisasi, dan diseminasi. Uji efektivitas dilaksanakan menggunakan desain pretest–posttest one-group pada 28 mahasiswa semester 4 Program Studi Pendidikan Fisika UMN Al-Washliyah Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe bahan ajar STEAM-Digital yang mengintegrasikan konten transdisipliner, modul digital berbasis LMS dan QR code, serta narasi etnosains Batak, Melayu Deli, dan Mandailing terbukti valid (skor 3,45), praktis (3,42), dan efektif dalam meningkatkan kesiapan belajar mahasiswa dengan nilai Normalized Gain (N-Gain) sebesar 0,49 (kategori sedang) serta signifikansi statistik p < 0,05. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi simultan antara pendekatan STEAM, teknologi digital interaktif, dan kearifan lokal mampu menjembatani konsep Fisika yang abstrak menjadi pengalaman belajar yang bermakna (meaningful learning). Produk yang telah mencapai Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) level 6–7 ini siap dihilirisasi dan berkontribusi strategis pada pencapaian SDGs 4, 9, dan 11 melalui inovasi pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan berakar pada identitas budaya lokal.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, dapat ditarik beberapa kesimpulan utama sebagai berikut.Pertama, model bahan ajar Fisika berbasis STEAM-Digital bermuatan kearifan lokal Sumatera Utara berhasil dikembangkan sebagai solusi atas permasalahan rendahnya kesiapan belajar mahasiswa akibat dominasi bahan ajar tekstual yang minim konteks.Model ini mengintegrasikan secara sistemik pendekatan STEAM, teknologi digital interaktif (LMS dan QR code), serta narasi etnosains dari budaya Batak, Melayu Deli, dan Mandailing, sehingga menciptakan ekosistem pembelajaran yang transdisipliner dan kontekstual.Kedua, prototipe bahan ajar yang dihasilkan terbukti valid dan praktis untuk diimplementasikan.Hasil validasi ahli (materi, media, dan budaya) menunjukkan kategori valid dengan skor rata-rata 3,45, sementara uji kepraktisan pada kelompok terbatas menghasilkan skor 3,42 (kategori praktis).Hal ini mengindikasikan bahwa desain instruksional, integrasi teknologi, dan antarmuka digital bahan ajar telah memenuhi standar kelayakan akademik serta mudah dioperasikan oleh mahasiswa.Ketiga, model bahan ajar ini efektif dalam meningkatkan kesiapan belajar mahasiswa secara signifikan.Uji lapangan menunjukkan peningkatan yang substansial pada konstruk multidimensi, yaitu motivasi, self-efficacy, dan keterlibatan akademik, dengan nilai Normalized Gain (N-Gain) sebesar 0,49 (kategori sedang) dan hasil uji-t yang signifikan (p < 0,05).Kontekstualisasi budaya lokal yang dipadukan dengan simulasi digital terbukti mampu menjembatani konsep Fisika yang abstrak menjadi pengalaman belajar yang bermakna (meaningful learning).Keempat, produk penelitian ini telah mencapai Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) level 6–7.Prototipe telah diuji dalam lingkungan pembelajaran nyata dan terbukti handal, sehingga siap untuk tahap hilirisasi, replikasi lintas mata kuliah (seperti Mekanika dan Fisika Modern), serta perlindungan kekayaan intelektual melalui pendaftaran paten sederhana.

Berdasarkan temuan dan pembahasan penelitian, beberapa saran strategis diajukan sebagai pertimbangan untuk implementasi dan pengembangan penelitian selanjutnya: Pertama, bagi dosen dan praktisi pendidikan, disarankan untuk mengimplementasikan model bahan ajar STEAM-Digital bermuatan kearifan lokal ini tidak hanya pada mata kuliah Fisika Dasar, tetapi juga mereplikasinya pada mata kuliah lain seperti Mekanika, Listrik-Magnet, dan Fisika Modern. Dosen perlu terus mengembangkan konten kontekstual yang adaptif terhadap dinamika budaya dan kebutuhan mahasiswa agar pembelajaran tetap relevan dan bermakna. Kedua, bagi institusi pendidikan tinggi, universitas perlu memperkuat infrastruktur digital, khususnya optimalisasi Learning Management System (LMS) dan penyediaan akses internet yang stabil, untuk mendukung ekosistem pembelajaran digital yang inklusif. Selain itu, penyelenggaraan pelatihan berkelanjutan bagi dosen mengenai integrasi STEAM dan etnosains dalam kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) sangat direkomendasikan untuk mempercepat transformasi digital pendidikan. Ketiga, bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk memperluas cakupan populasi dan lokasi uji coba lintas perguruan tinggi untuk menguji generalisasi model. Pengembangan model selanjutnya dapat diarahkan pada integrasi learning analytics dan pengukuran dampak model terhadap variabel konstruk lain seperti keterampilan berpikir kritis, literasi sains, dan kreativitas mahasiswa dalam jangka panjang (studi longitudinal). Keempat, bagi pengembang kebijakan dan penyusun kurikulum, hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan empiris dalam penyusunan kebijakan kurikulum yang mengintegrasikan pendekatan transdisipliner (STEAM) dan penguatan identitas budaya lokal. Hal ini sejalan dengan upaya mewujudkan transformasi digital pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga berakar pada kearifan dan nilai-nilai kebangsaan.

  1. Inovasi Pembelajaran Fisika: Sinergi Guru Abad 21 dan Teknologi AI Dalam Rangka Pengembangan Profesional... doi.org/10.29303/jppm.v9i2.4408Inovasi Pembelajaran Fisika Sinergi Guru Abad 21 dan Teknologi AI Dalam Rangka Pengembangan Profesional doi 10 29303 jppm v9i2 4408
  2. Development of a Physics E-Module Integrated Local Wisdon and Problem Based Learning (PBL) to Increase... doi.org/10.29303/jpft.v10i2.8114Development of a Physics E Module Integrated Local Wisdon and Problem Based Learning PBL to Increase doi 10 29303 jpft v10i2 8114
  3. Development of E-Physics Teaching Material Integrated with Augmented Reality and Ethno-Meaningful Learning... jppipa.unram.ac.id/index.php/jppipa/article/view/12214Development of E Physics Teaching Material Integrated with Augmented Reality and Ethno Meaningful Learning jppipa unram ac index php jppipa article view 12214
Read online
File size343.82 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test