UMNUMN

JURNAL ILMU PENDIDIKANJURNAL ILMU PENDIDIKAN

Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap kehidupan sosial, termasuk dalam dunia pendidikan dasar. Anak-anak yang tergolong generasi digital natives cenderung aktif menggunakan teknologi, namun masih minim pemahaman terhadap nilai dan norma yang berlaku dalam ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru dalam menanamkan etika digital kepada siswa Sekolah Dasar, khususnya di UPT SDN 12 Pangkajene. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan data kuantitatif melalui pretest dan posttest untuk mengukur perubahan pemahaman guru. Kegiatan eksplorasi dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, studi kasus, dan refleksi praktik pembelajaran. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap konsep etika digital meningkat secara signifikan setelah kegiatan, termasuk dalam memahami prinsip-prinsip dasar etika digital dan strategi penanaman nilai kepada siswa. Guru menyadari pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan komunitas dalam membentuk karakter siswa di era digital. Kegiatan ini juga melahirkan sejumlah rekomendasi tindak lanjut, seperti pengembangan modul pembelajaran, penyusunan kebijakan etika digital sekolah, dan pelatihan lanjutan bagi guru.

Penelitian ini menegaskan bahwa guru memiliki peran yang sangat strategis dalam menanamkan nilai-nilai etika digital kepada siswa sekolah dasar di tengah pesatnya perkembangan teknologi.Melalui kegiatan eksploratif yang dilakukan di UPT SDN 12 Pangkajene, ditemukan bahwa pemahaman guru terhadap konsep, prinsip, dan strategi etika digital mengalami peningkatan signifikan setelah mengikuti serangkaian kegiatan yang mencakup pretest, diskusi, studi kasus, dan posttest.Guru tidak hanya mampu mengenali pentingnya pembelajaran berbasis karakter digital, tetapi juga mulai mengembangkan langkah-langkah konkret dalam mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam pembelajaran tematik di kelas.Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan etika digital tidak cukup hanya berfokus pada penguasaan teknologi, tetapi harus disertai pembinaan nilai moral yang kuat.Kegiatan ini mendorong guru untuk tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pembimbing, fasilitator, dan teladan dalam membangun budaya digital yang sehat dan bertanggung jawab di sekolah.Peningkatan pemahaman dan kesadaran guru juga berdampak pada terbentuknya rencana kolaboratif antara sekolah, siswa, dan orang tua untuk bersama-sama membentuk lingkungan digital yang etis dan aman bagi anak-anak.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai strategi konkret yang dapat diterapkan guru dalam pembelajaran etika digital, terutama dalam mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam pembelajaran tematik. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan modul pembelajaran etika digital yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa sekolah dasar. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi lebih dalam mengenai peran orang tua dan komunitas dalam mendukung pembelajaran etika digital di sekolah, serta bagaimana kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan komunitas dapat ditingkatkan untuk membentuk lingkungan digital yang etis dan aman bagi anak-anak.

Read online
File size416.87 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test