UMNUMN

JURNAL ILMU PENDIDIKANJURNAL ILMU PENDIDIKAN

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesulitan belajar matematika dan faktor yang berkontribusi terhadap kesulitan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk menggambarkan kesulitan siswa dalam belajar matematika. Subjek penelitian adalah sepuluh siswa kelas V EBC 3.theThe ciclo Hera. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecenderungan kesulitan yang dialami siswa adalah kesulitan konseptual, di mana siswa tidak memahami konsep pecahan secara utuh, kesulitan menentukan pembilang dan penyebut, menulis nilai pecahan terbalik, serta kesulitan membedakan simbol lebih dari >‟ dan kurang dari <‟. Faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan belajar matematika adalah rendahnya sikap dan minat siswa, di mana siswa tidak menyukai pelajaran matematika yang membuat siswa tidak memperhatikan guru selama pelajaran matematika sehingga siswa merasa tidak termotivasi selama pelajaran matematika.

Ada siswa yang mengalami kesulitan belajar matematika.Lokasi kesulitan yang dialami siswa dalam belajar matematika pada pecahan berada pada bagian konsep, di mana kesalahan umum yang dilakukan siswa mencakup kesalahan dalam menulis nilai pecahan, kesalahan dengan tanda lebih dari (>) dan kurang dari (<), kesalahan dalam menulis nilai pembilang dan penyebut, serta tidak memahami masalah secara utuh.Siswa juga mengalami kesulitan dalam keterampilan aritmatika di mana kesalahan umum yang dilakukan siswa adalah, kesalahan dalam menghitung operasi pengurangan dua pecahan dan siswa membuat kesalahan dalam menghitung perbedaan nilai pecahan.Sementara itu, siswa yang mengalami kesulitan dalam bagian pemecahan masalah, kesalahan umum yang dilakukan siswa adalah, kesalahan dalam solusi akhir masalah dan kesalahan dalam mengisi bagian tertentu sehingga jawaban tidak sempurna.Faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan belajar mencakup, rendahnya minat dan sikap terhadap belajar, sebagian besar di antaranya menganggap pelajaran matematika terlalu sulit, sering membuat mereka bingung, terlalu banyak rumus yang digunakan dan beberapa dari mereka tidak menyukai pelajaran matematika.Selain itu, rendahnya motivasi juga merupakan faktor lain yang membuat siswa mengalami kesulitan belajar.Mereka mengakui bahwa mereka jarang mengulang pelajaran yang telah diterima setelah sekolah, mereka hanya belajar ketika ada ujian.Penggunaan media pembelajaran juga merupakan faktor yang membuat siswa mengalami kesulitan belajar, ini karena guru jarang atau tidak pernah menggunakan media pembelajaran saat menjelaskan materi pecahan.Faktor berikutnya adalah fasilitas dan infrastruktur sekolah, separuh dari mereka merasa tidak nyaman dengan kelas belajar mereka yang terbagi menjadi dua dengan kelas lain sehingga membuat mereka kurang fokus pada pembelajaran.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan pemahaman konsep pecahan, seperti penggunaan aplikasi digital atau permainan edukatif. Selain itu, perlu diteliti dampak lingkungan kelas terhadap konsentrasi siswa, misalnya dengan membandingkan kinerja siswa di kelas yang memiliki suasana belajar lebih tenang versus kelas yang ramai. Terakhir, studi tentang peran orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar matematika bisa dilakukan, khususnya melalui program pelatihan orang tua tentang cara mendukung proses belajar anak secara efektif.

Read online
File size358.67 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test