UMNUMN
JURNAL ILMU PENDIDIKANJURNAL ILMU PENDIDIKANPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hambatan-hambatan yang menghalangi pelaksanaan literasi digital di SD Negeri 188 Halmahera Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi, meliputi wawancara, observasi, dan penyebaran angket kepada siswa kelas IV, guru, kepala sekolah, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi (seperti perangkat dan koneksi internet), rendahnya kompetensi guru dalam teknologi pendidikan, belum adanya kebijakan sekolah yang mendukung integrasi teknologi, serta minimnya dukungan dari lingkungan sosial dan keluarga. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penggunaan teknologi, namun masih lemah dalam keterampilan berpikir kritis dan etika digital. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dan kolaboratif dalam mengatasi hambatan literasi digital, termasuk melalui pelatihan guru, penyediaan fasilitas digital, keterlibatan orang tua, dan penyusunan kebijakan sekolah yang mendukung. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah perlunya komitmen kolektif dari seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Literasi digital tidak cukup hanya disediakan secara teknis, tetapi juga harus dibentuk secara kultural dan struktural sebagai bagian dari pendidikan karakter abad ke-21.
Implementasi literasi digital di tingkat sekolah dasar, khususnya di SD Negeri 188 Halmahera Selatan, masih menghadapi tantangan besar yang bersifat multidimensional.Harapan akan terwujudnya proses pembelajaran abad ke-21 yang berbasis teknologi dan berorientasi pada penguatan kompetensi digital belum sepenuhnya tercapai, terutama di wilayah terpencil yang memiliki keterbatasan infrastruktur dan sumber daya manusia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kesadaran akan pentingnya literasi digital mulai tumbuh di kalangan guru dan siswa, kenyataannya sekolah belum mampu menyediakan dukungan sistemik yang dibutuhkan untuk mewujudkan pembelajaran digital secara efektif dan berkelanjutan.Ketiadaan perangkat teknologi yang memadai, jaringan internet yang tidak stabil, rendahnya kompetensi guru dalam teknologi pendidikan, serta minimnya keterlibatan keluarga dalam mendampingi penggunaan teknologi, menjadi penghambat utama dalam membentuk budaya literasi digital di lingkungan sekolah.Namun demikian, penelitian ini juga menemukan potensi dan semangat untuk berubah yang cukup kuat, baik dari guru maupun kepala sekolah.Antusiasme siswa terhadap penggunaan media digital menunjukkan bahwa ketika difasilitasi dengan benar, teknologi mampu meningkatkan motivasi dan partisipasi belajar.Oleh karena itu, hasil eksplorasi ini menegaskan perlunya intervensi yang bersifat holistik dan kontekstual, mulai dari penguatan kapasitas guru, penyusunan kebijakan sekolah yang mendukung literasi digital, peningkatan sarana infrastruktur, hingga pelibatan aktif orang tua dan masyarakat.
Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian bisa fokus pada dampak pelatihan guru tentang literasi digital terhadap peningkatan kemampuan siswa di daerah terpencil. Kedua, studi lanjutan dapat mengeksplorasi peran komunitas lokal dalam mendukung program literasi digital melalui kegiatan partisipatif. Ketiga, peneliti bisa mengkaji efektivitas kebijakan sekolah yang terintegrasi dengan teknologi dalam meningkatkan keterampilan digital siswa secara berkelanjutan. Semua saran ini bertujuan untuk memperkaya strategi pendidikan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap tantangan era digital.
| File size | 459.81 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
KAHURIPANKAHURIPAN Kegiatan tersebut membantu guru dalam meningkatkan penguasaan materi, kemampuan merancang pembelajaran, penggunaan strategi dan metode pembelajaran inovatif,Kegiatan tersebut membantu guru dalam meningkatkan penguasaan materi, kemampuan merancang pembelajaran, penggunaan strategi dan metode pembelajaran inovatif,
UMNUMN Mayoritas guru memiliki pemahaman yang baik tentang literasi digital, tetapi masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan sarana dan variasi kompetensi.Mayoritas guru memiliki pemahaman yang baik tentang literasi digital, tetapi masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan sarana dan variasi kompetensi.
UMNUMN Untuk meningkatkan kualitas sekolah, perlu berinvestasi dalam pengembangan guru profesional. 0, ada tantangan dan peluang untuk lembaga pendidikan. GuruUntuk meningkatkan kualitas sekolah, perlu berinvestasi dalam pengembangan guru profesional. 0, ada tantangan dan peluang untuk lembaga pendidikan. Guru
UMNUMN Data lingkungan keluarga diperoleh dari angket yang mencakup 15 pernyataan terkait pola asuh, suasana rumah, dan pengawasan orang tua terhadap pendidikanData lingkungan keluarga diperoleh dari angket yang mencakup 15 pernyataan terkait pola asuh, suasana rumah, dan pengawasan orang tua terhadap pendidikan
UMNUMN Penelitian dilakukan di SMP Negeri 24 Kota Jambi pada kelas VIII. Penelitian ini berjeniskan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data pada penelitianPenelitian dilakukan di SMP Negeri 24 Kota Jambi pada kelas VIII. Penelitian ini berjeniskan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data pada penelitian
UMNUMN Kegiatan pramuka sebagai pendorong nilai karakter memungkinkan nilai-nilai tersebut tertanam pada diri peserta didik. Berdasarkan temuan dan pembahasan,Kegiatan pramuka sebagai pendorong nilai karakter memungkinkan nilai-nilai tersebut tertanam pada diri peserta didik. Berdasarkan temuan dan pembahasan,
UMNUMN Peningkatan hasil belajar terlihat dari perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol.media ini membantu siswa memahami konsep matematika secaraPeningkatan hasil belajar terlihat dari perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol.media ini membantu siswa memahami konsep matematika secara
KAHURIPANKAHURIPAN Guru menyesuaikan modul ajar dengan konteks, karakteristik, dan kebutuhan siswa, sehingga siswa tidak bosan belajar. Guru perlu menyusun modul, mempelajariGuru menyesuaikan modul ajar dengan konteks, karakteristik, dan kebutuhan siswa, sehingga siswa tidak bosan belajar. Guru perlu menyusun modul, mempelajari
Useful /
KAHURIPANKAHURIPAN Kerangka evaluasi yang digunakan menunjukkan kemampuannya dalam meningkatkan motivasi intrinsik serta kesejahteraan psikologis siswa, yang menekankan padaKerangka evaluasi yang digunakan menunjukkan kemampuannya dalam meningkatkan motivasi intrinsik serta kesejahteraan psikologis siswa, yang menekankan pada
KAHURIPANKAHURIPAN Selain itu, struktur kalimat dalam tulisan mereka baik, dengan skor rata-rata 78,6. Skor terendah dalam tulisan mereka adalah pada aspek tanda baca. SecaraSelain itu, struktur kalimat dalam tulisan mereka baik, dengan skor rata-rata 78,6. Skor terendah dalam tulisan mereka adalah pada aspek tanda baca. Secara
UMNUMN Simulasi interaktif dan diskusi kasus berhasil meningkatkan kesadaran siswa untuk lebih berhati-hati saat menggunakan perangkat digital. Faktor pendukungSimulasi interaktif dan diskusi kasus berhasil meningkatkan kesadaran siswa untuk lebih berhati-hati saat menggunakan perangkat digital. Faktor pendukung
UMNUMN Kurikulum Merdeka memberikan ruang dan kesempatan yang cukup besar bagi guru dan kepala sekolah untuk menyelenggarakan pembelajaran dengan cara yang berfokusKurikulum Merdeka memberikan ruang dan kesempatan yang cukup besar bagi guru dan kepala sekolah untuk menyelenggarakan pembelajaran dengan cara yang berfokus