KAHURIPANKAHURIPAN

JURNAL KOULUTUSJURNAL KOULUTUS

Bahasa Toba merupakan salah satu identitas budaya suku Batak yang berperan penting dalam masyarakat, namun penggunaannya menunjukkan tren penurunan di wilayah perkotaan, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis (UNIMED), mengidentifikasi konteks penggunaannya, serta meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan atau penurunannya. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei melalui kuesioner berbasis Google Form yang diisi oleh 25 responden mahasiswa UNIMED berlatar belakang Batak, data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan penghitungan persentase dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Toba cenderung menurun, dengan hanya 32% mahasiswa yang aktif menggunakannya (12% sangat sering dan 20% sering), sementara mayoritas (60%) jarang atau kadang-kadang menggunakannya. Faktor utama rendahnya penggunaan bahasa Toba adalah dominasi bahasa Indonesia di lingkungan kampus (36%), kurangnya pembiasaan sejak kecil (20%), serta rasa malu atau kurang percaya diri (16%). Meskipun 40% responden menganggap pelestarian bahasa Toba penting atau sangat penting, sikap positif ini belum terwujud dalam praktik penggunaan. Diperlukan upaya konkret melalui penguatan keluarga, integrasi bahasa dalam kegiatan akademik, pembelajaran inovatif berbasis teknologi digital, serta kampanye yang menumbuhkan kebanggaan dalam menggunakan bahasa Toba.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa vitalitas bahasa Toba di kalangan mahasiswa UNIMED mengalami penurunan yang mengkhawatirkan, dengan hanya 32% mahasiswa yang aktif menggunakan bahasa tersebut, sementara sebagian besar, yakni 60%, jarang memanfaatkan dalam komunikasi sehari-hari.Faktor utama penyebab penurunan ini mencakup dominasi penggunaan bahasa Indonesia di lingkungan kampus sebesar 36%, kurangnya pembiasaan sejak usia dini sebesar 20%, serta adanya rasa malu atau kurang percaya diri sebesar 16%.Meskipun 40% responden menyatakan bahwa pelestarian bahasa Toba penting, sikap ini belum sepenuhnya terealisasi dalam praktik nyata.Penelitian ini juga menunjukkan perlunya keterlibatan aktif berbagai pihak untuk mendukung pelestarian bahasa Toba, seperti penguatan peran keluarga dalam pewarisan bahasa, integrasi budaya Toba dalam kegiatan akademik maupun non-akademik di kampus, pengembangan metode pembelajaran yang inovatif berbasis teknologi digital, serta penyelenggaraan kampanye edukatif guna menumbuhkan kebanggaan berbahasa Toba di kalangan generasi muda.

Untuk meningkatkan vitalitas bahasa Toba di kalangan mahasiswa, diperlukan strategi yang komprehensif. Pertama, perlu ada upaya penguatan peran keluarga dalam pewarisan bahasa sejak dini. Kedua, integrasi budaya Toba dalam kegiatan akademik dan non-akademik di kampus dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung penggunaan bahasa Toba. Ketiga, pengembangan metode pembelajaran inovatif berbasis teknologi digital dapat memudahkan mahasiswa dalam mempelajari dan menggunakan bahasa Toba. Terakhir, kampanye edukatif yang menumbuhkan kebanggaan berbahasa Toba di kalangan generasi muda sangat penting untuk memotivasi mahasiswa dalam menggunakan bahasa Toba secara aktif.

  1. Tindak Tutur Bahasa Batak Toba Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Kelas XI SMK Negeri 1 Pagaran | JBSI:... doi.org/10.47709/jbsi.v2i01.1400Tindak Tutur Bahasa Batak Toba Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Kelas XI SMK Negeri 1 Pagaran JBSI doi 10 47709 jbsi v2i01 1400
  2. ANALISIS METODE PENELITIAN KUANTITATIF DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM | Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan... journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/tjmpi/article/view/3796ANALISIS METODE PENELITIAN KUANTITATIF DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Tadbir Jurnal Manajemen Pendidikan journal iaingorontalo ac index php tjmpi article view 3796
Read online
File size283.35 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test