KAHURIPANKAHURIPAN
JURNAL KOULUTUSJURNAL KOULUTUSPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV setelah mengikuti pembelajaran menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis model Creative Problem Solving (CPS). Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang didukung data kualitatif melalui wawancara. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa kelas IV SD Negeri 1 Sukamanah. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase serta diperkuat dengan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa didominasi kategori sedang (44%), diikuti kategori rendah (32%) dan tinggi (24%). Berdasarkan indikator, kemampuan interpretasi memperoleh persentase tertinggi (82,3%), diikuti analisis (70,5%) dan inferensi (68,1%), sedangkan evaluasi memperoleh persentase terendah (56,75%). Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan LKPD berbasis model Creative Problem Solving mampu memfasilitasi siswa dalam memahami dan menganalisis permasalahan, meskipun kemampuan mengevaluasi solusi dan memberikan alasan logis masih perlu ditingkatkan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi guru dalam merancang pembelajaran IPAS yang berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SDN 1 Sukamanah setelah menggunakan LKPD berbasis model CPS terbagi dalam kategori sedang (44%), rendah (32%), dan tinggi (24%).Indikator interpretasi mencapai persentase tertinggi (82,3%), diikuti analisis (70,5%) dan inferensi (68,1%), sedangkan evaluasi paling rendah (56,75%).LKPD berbasis CPS berhasil membantu siswa memahami masalah, mengenali informasi penting, dan mengembangkan teknik pemecahan masalah melalui latihan dan diskusi kelompok.Namun, masih ada ruang untuk pengembangan dalam kemampuan menilai solusi dan memberikan justifikasi rasional.Dengan demikian, model CPS dapat menjadi strategi pengajaran alternatif yang mendorong pertumbuhan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPAS.
Pertama, perlu dikembangkan LKPD yang lebih interaktif dan berbasis teknologi untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses evaluasi solusi. Kedua, dilakukan pelatihan intensif bagi guru tentang penerapan model CPS agar lebih mampu memandu siswa dalam mengevaluasi dan menyusun kesimpulan logis. Ketiga, dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas integrasi pendekatan CPS dengan metode pembelajaran lain, seperti Project-Based Learning, dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa secara menyeluruh. Dengan tiga arah studi ini, diharapkan dapat ditemukan strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk mengatasi keterbatasan evaluasi dan inferensi yang masih rendah di antara siswa.
- Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematika pada Keterampilan Abad 21 Berdasarkan Konsep Diri | Journal... journal.ipm2kpe.or.id/index.php/JOES/article/view/5237Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematika pada Keterampilan Abad 21 Berdasarkan Konsep Diri Journal journal ipm2kpe index php JOES article view 5237
- Kategorisasi Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas Empat Sekolah Dasar di SD se-Gugus II Kapanewon Playen,... doi.org/10.24832/jpnk.v8i1.3338Kategorisasi Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas Empat Sekolah Dasar di SD se Gugus II Kapanewon Playen doi 10 24832 jpnk v8i1 3338
- Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving terhadap Kemampuan Berpikir... doi.org/10.31004/basicedu.v5i3.892Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving terhadap Kemampuan Berpikir doi 10 31004 basicedu v5i3 892
- Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Sekolah... jbasic.org/index.php/basicedu/article/view/4278Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Sekolah jbasic index php basicedu article view 4278
| File size | 286.8 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
HAMZANWADIHAMZANWADI Data observasi menunjukkan partisipasi yang lebih tinggi dan proses kognitif yang lebih dalam pada siswa yang menerima dukungan AI yang dipandu guru. TemuanData observasi menunjukkan partisipasi yang lebih tinggi dan proses kognitif yang lebih dalam pada siswa yang menerima dukungan AI yang dipandu guru. Temuan
KAHURIPANKAHURIPAN Walaupun ada tantangan signifikan terkait pengaturan waktu dalam menggabungkan lima elemen STEAM, penerapan matriks aktivitas terstruktur terbukti sebagaiWalaupun ada tantangan signifikan terkait pengaturan waktu dalam menggabungkan lima elemen STEAM, penerapan matriks aktivitas terstruktur terbukti sebagai
KAHURIPANKAHURIPAN Desain penelitian one-shoot case study digunakan dengan melibatkan satu kelas siswa kelas 11 tanpa pre test. Kegiatan ini dilakukan pada saat penulis melakukanDesain penelitian one-shoot case study digunakan dengan melibatkan satu kelas siswa kelas 11 tanpa pre test. Kegiatan ini dilakukan pada saat penulis melakukan
ARCHIVEARCHIVE Faktor seperti usia siswa memengaruhi adaptasi praktik SA, dengan pembelajaran yang lebih muda memerlukan pendekatan yang lebih terarah. Selain itu, frekuensiFaktor seperti usia siswa memengaruhi adaptasi praktik SA, dengan pembelajaran yang lebih muda memerlukan pendekatan yang lebih terarah. Selain itu, frekuensi
UNUPASURUANUNUPASURUAN Sedangkan indikator yang belum terpenuhi yaitu melakukan manipulasi persamaan matematis dan menarik kesimpulan. Siswa dengan gaya kognitif field-independentSedangkan indikator yang belum terpenuhi yaitu melakukan manipulasi persamaan matematis dan menarik kesimpulan. Siswa dengan gaya kognitif field-independent
UNUPASURUANUNUPASURUAN Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalam menyelesaikan soal pendendam ditinjau dari jenis kelamin.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalam menyelesaikan soal pendendam ditinjau dari jenis kelamin.
UNUPASURUANUNUPASURUAN Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja penyebab kesalahan yang dilakukan oleh peserta didik dan solusi yang dapat diberikan dalam menyelesaikanPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja penyebab kesalahan yang dilakukan oleh peserta didik dan solusi yang dapat diberikan dalam menyelesaikan
UNUPASURUANUNUPASURUAN Penelitian pengembangan media interaktif berbasis Aplikasi Assemblr Edu untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada pelajaran Pendidikan Agama IslamPenelitian pengembangan media interaktif berbasis Aplikasi Assemblr Edu untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada pelajaran Pendidikan Agama Islam
Useful /
KAHURIPANKAHURIPAN Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah menjadi bagian penting dalam aktivitas perkuliahan mahasiswa, tetapi masih kurangnya literasi AI menyebabkanPenggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah menjadi bagian penting dalam aktivitas perkuliahan mahasiswa, tetapi masih kurangnya literasi AI menyebabkan
UNILEDUNILED Nilai koefisien determinasi (𝑅2) menunjukkan bahwa Pengembangan SDM berkontribusi sebesar 80,9% terhadap Kinerja Pegawai, sedangkan 19,1% sisanya dipengaruhiNilai koefisien determinasi (𝑅2) menunjukkan bahwa Pengembangan SDM berkontribusi sebesar 80,9% terhadap Kinerja Pegawai, sedangkan 19,1% sisanya dipengaruhi
KAHURIPANKAHURIPAN Pada aspek keterampilan bahasa, pembelajaran diterapkan melalui kegiatan diskusi, presentasi, kerja kelompok, dan praktik langsung yang mendorong siswaPada aspek keterampilan bahasa, pembelajaran diterapkan melalui kegiatan diskusi, presentasi, kerja kelompok, dan praktik langsung yang mendorong siswa
UNUPASURUANUNUPASURUAN Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen yaitu jenis Pre-Experimental Design.Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen yaitu jenis Pre-Experimental Design.