UNUPASURUANUNUPASURUAN

Center of Education Journal (CEJou)Center of Education Journal (CEJou)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan penalaran matematis siswa pada materi komposisi fungsi dan invers dari perspektif gaya kognitif dan AQ. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari empat bagian, yaitu tes GEFT, angket AQ, tes kemampuan penalaran matematis, dan pedoman wawancara. Subjek penelitian adalah enam siswa dari SMA Maarif NU Pandaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa FI 1 memiliki kemampuan penalaran matematis tinggi dengan presentase 75% dan hanya mampu memenuhi 4 indikator penalaran matematis. Siswa FI 2 dan FD 2 juga memiliki kemampuan penalaran matematis tinggi dengan presentase 70,83% dan mampu memenuhi 5 indikator penalaran matematis. Siswa FD 1 memiliki kemampuan penalaran matematis tinggi dengan presentase 87,5% dan mampu memenuhi 5 indikator penalaran matematis.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.Siswa dengan gaya kognitif field-independent dengan AQ climber atau FI 1 memiliki kemampuan penalaran matematis yang tinggi dengan presentase 75%.Selain itu, subjek FI 1 hanya mampu memenuhi 4 indikator penalaran matematis, yaitu mengajukan dugaan, menemukan pola atau sifat dari gejala matematis, menyusun bukti, dan memeriksa kebenaran argument.Sedangkan indikator yang belum terpenuhi yaitu melakukan manipulasi persamaan matematis dan menarik kesimpulan.Siswa dengan gaya kognitif field-independent dengan AQ camper atau FI 2 memiliki kemampuan penalaran matematis yang tinggi dengan presentase 70,83%.Selain itu, subjek FI 2 hanya mampu memenuhi 5 indikator penalaran matematis, yaitu mengajukan dugaan, menemukan pola atau sifat dari gejala matematis, menyusun bukti, memeriksa kebenaran dari suatu argument, dan menarik kesimpulan.Sedangkan indikator yang belum terpenuhi yaitu melakukan manipulasi persamaan matematis.Siswa dengan gaya kognitif field-dependent dengan AQ climber atau FD 1 memiliki kemampuan penalaran matematis yang tinggi dengan presentase 87,5%.Selain itu, subjek FD 1 hanya mampu memenuhi 5 indikator penalaran matematis, yaitu mengajukan dugaan, menemukan pola atau sifat dari gejala matematis, menyusun bukti, memeriksa kebenaran dari suatu argument, dan menarik kesimpulan.Sedangkan indikator yang belum terpenuhi yaitu melakukan manipulasi persamaan matematis.Siswa dengan gaya kognitif field-dependent dengan AQ camper atau FD 2 memiliki kemampuan penalaran matematis yang tinggi dengan presentase 70,83%.Selain itu, subjek FD 2 hanya mampu memenuhi 4 indikator penalaran matematis, yaitu mengajukan dugaan, menemukan pola atau sifat dari gejala matematis, menyusun bukti, dan memeriksa kebenaran dari suatu argument.Sedangkan indikator yang belum terpenuhi yaitu melakukan manipulasi persamaan matematis dan menarik kesimpulan.Siswa dengan gaya kognitif field-independent dengan AQ quitter tidak diketahui hasilnya sebab subjek tersebut tidak ditemukan dalam penelitian ini.Siswa dengan gaya kognitif field-dependent dengan AQ quitter tidak diketahui hasilnya sebab subjek tersebut tidak ditemukan dalam penelitian ini.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam tentang pengaruh gaya kognitif dan AQ terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Selain itu, dapat juga dilakukan studi komparatif antara siswa dengan gaya kognitif dan AQ yang berbeda untuk melihat perbedaan kemampuan penalaran matematis mereka. Terakhir, penelitian ini dapat dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak subjek dari berbagai sekolah untuk mendapatkan hasil yang lebih representatif.

Read online
File size818.15 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test