UNILEDUNILED

EkonomiaEkonomia

Kinerja pegawai dalam melakukan tugas dan pekerjaan sering tidak sesuai dengan apa yang diharapkan Masyarakat yang ditimbulkan karena adanya pegawai yang tidak memiliki beban kerja, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana . Pengolahan data menggunakan SPSS mencakup: uji validitas (korelasi butir < 0,05) dan reliabilitas (Cronbachs Alpha > 0,60) untuk kelayakan kuesioner. Selanjutnya, dilakukan analisis regresi linear sederhana, uji-t untuk signifikansi pengaruh, serta analisis korelasi (r) dan koefisien determinasi (R2) untuk mengukur keeratan serta kontribusi hubungan antarvariabel. Mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (87,2%) dan berstatus PNS (89,4%). Seluruh butir instrumen variabel X dan Y dinyatakan valid dan sangat reliabel (𝛼 > 0,9). Hasil analisis regresi linear sederhana menghasilkan persamaan 𝑦 = 2.705 1.149𝑥, menunjukkan adanya pengaruh positif dan linear dari Pengembangan SDM (X) terhadap Kinerja Pegawai (Y). Kedua variabel memiliki hubungan sangat kuat dengan nilai koefisien determinasi sebesar 80,9%, sedangkan 19,1% sisanya dipengaruhi variabel lain. Pengaruh ini terbukti signifikan secara parsial melalui Uji t (𝑝 = 0,000 < 0,05), menegaskan bahwa investasi pada kompetensi pegawai secara empiris memicu produktivitas organisasi.

Karakteristik responden dalam penelitian ini mayoritas berjenis kelamin laki-laki (87,2%) dan sebagian besar berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan persentase mencapai 89,4%.Hasil pengujian validitas menunjukkan bahwa seluruh butir pernyataan pada variabel Pengembangan Sumber Daya Manusia (X) dan Kinerja Pegawai (Y) memiliki nilai 𝑟hitung > 𝑟tabel dan bernilai positif, sehingga seluruh instrumen dinyatakan valid.Hasil pengujian reliabilitas menunjukkan nilai Cronbachs Alpha sebesar 0,923 untuk variabel X dan 0,936 untuk variabel Y.Karena kedua nilai tersebut berada di atas ambang batas 0,60, seluruh instrumen dinyatakan reliabel.Analisis regresi linear sederhana menghasilkan persamaan Y = 2,705 1,149X.Koefisien regresi yang bernilai positif (1,149) mengindikasikan bahwa setiap optimalisasi yang dilakukan pada program pengembangan SDM secara konsisten akan diikuti oleh peningkatan kualitas kinerja pegawai.Analisis korelasi menunjukkan hubungan yang sangat kuat dan positif antara kedua variabel (𝑟 = 0,899).Nilai koefisien determinasi (𝑅2) menunjukkan bahwa Pengembangan SDM berkontribusi sebesar 80,9% terhadap Kinerja Pegawai, sedangkan 19,1% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian.Keberartian pengaruh ini diperkuat oleh hasil uji-𝑡 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), yang berarti Pengembangan SDM terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Kota Pagar Alam.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk memasukkan variabel Budaya Organisasi sebagai moderasi dalam penelitian selanjutnya. Hal ini penting untuk melihat apakah kuatnya budaya kerja dapat memperkuat pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia terhadap kinerja pegawai di masa mendatang. Selain itu, disarankan untuk menguji Motivasi Kerja sebagai variabel bebas tambahan. Pendekatan regresi linear berganda diharapkan dapat membedah sejauh mana motivasi intrinsik dan ekstrinsik mampu meningkatkan signifikansi pengaruh terhadap kinerja. Terakhir, disarankan untuk mengeksplorasi Gaya Kepemimpinan dalam model penelitian selanjutnya. Penggunaan regresi linear berganda yang mengintegrasikan gaya kepemimpinan akan memberikan wawasan lebih tajam mengenai bagaimana pola interaksi pemimpin memediasi atau menambah pengaruh variabel lainnya terhadap capaian kinerja.

Read online
File size600.22 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test