STIKESMEDISTRA INDONESIASTIKESMEDISTRA INDONESIA

Jurnal Ayurveda Medistra: Jurnal Ilmiah KesehatanJurnal Ayurveda Medistra: Jurnal Ilmiah Kesehatan

Salep adalah formulasi semi padat yang memiliki tekstur halus, dengan kandungan air yang minim, bersifat hidrofobik, serta digunakan untuk pengobatan secara langsung pada kulit atau selaput mukosa, termasuk area mata. Virgin Coconut Oil (VCO) adalah minyak kelapa asli yang diolah tanpa menggunakan bahan kimia dan pelarut organik, yang memiliki kadar air serta asam lemak bebas yang rendah, tampak jernih, memiliki aroma yang khas, serta berfungsi sebagai emolien dan antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan menilai salep steril berbasis VCO dengan berbagai konsentrasi yaitu 0% (F0), 10% (F1), 20% (F2), dan 30% (F3). Bahan-bahan yang digunakan meliputi VCO sebagai bahan aktif (0–30%), parafin cair sebagai emolien (10%), adeps lanae sebagai emolien dan penstabil emulsi (5%), chlorobutanol sebagai bahan pengawet (0,5%), vaselin album sebagai basis utama (85%), dan trietanolamin (TEA) untuk mengatur pH (1%). Evaluasi terhadap formulasi melibatkan analisis sifat fisik secara umum, tingkat keasaman, kemampuan untuk menyebar, daya rekat, ketebalan larutan, dan keseragaman campuran. Temuan menunjukkan bahwa semua formula memiliki warna putih hingga putih tulang, berbentuk semi padat, memiliki aroma yang khas, dan teksturnya konsisten. Nilai pH untuk F0 adalah 5 (asam), sementara pH untuk F1 hingga F3 adalah 7 (netral). Kemampuan sebar dari F0 hingga F2 adalah 5 cm, sedangkan F3 mencapai 7 cm. Daya lekat F0 tercatat 5 detik, sementara F1 hingga F3 memiliki daya lekat 4 detik. Viskositas berkisar antara 25.600 hingga 43.100 mPa.s. Semua parameter ini memenuhi standar farmasetika, termasuk daya sebar antara 5 hingga 7 cm, daya lekat minimal 4 detik, dan viskositas antara 2.000 hingga 50.000 mPa.s. Formula 2 (VCO 20%) dinyatakan sebagai formula terbaik karena memiliki pH netral, serta kemampuan untuk menyebar dan melekat yang memenuhi kriteria, viskositas yang cukup tinggi yaitu 35.500 mPa.s, dan tekstur yang merata. Dari kesimpulan dapat disimpulkan bahwa penambahan minyak kelapa sawit dalam konsentrasi 20% menghasilkan salep yang bebas dari kontaminasi dengan karakteristik fisik yang paling seimbang.

Berdasarkan hasil praktikum, semua formula salep steril VCO dengan konsentrasi 0%, 10%, 20%, dan 30% berhasil dibuat dan memenuhi syarat kualitas yang ditentukan.Formula 2 dengan konsentrasi VCO 20% dianggap sebagai formulasi terbaik.Formula ini memiliki pH netral yaitu 7, daya sebar sejauh 5 cm, daya lekat 4 detik, viskositas 35.s (berada di tengah rentang, tidak terlalu cair seperti formula 1 maupun terlalu kental seperti formula 0), homogenitas baik, serta sifat organoleptik yang stabil, terdiri dari warna putih tulang, konsistensi semi solid, dan aroma khas tanpa bau yang tidak enak.Dengan demikian, tujuan praktikum yaitu memformulasikan dan menentukan konsentrasi optimal salep steril VCO telah tercapai.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan metode sterilisasi alternatif yang lebih efisien untuk salep berbasis VCO tanpa mengurangi stabilitas fisiknya. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi klinis terhadap efektivitas penggunaan salep VCO dalam mengatasi kondisi kulit tertentu seperti dermatitis atau luka bakar. Studi tambahan juga diperlukan untuk mengeksplorasi pengaruh konsentrasi VCO yang lebih tinggi (lebih dari 20%) terhadap sifat fisik dan stabilitas jangka panjang, serta potensi interaksi dengan bahan aktif lain yang mungkin ditambahkan dalam formulasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan produk farmasi yang lebih optimal dan aman.

  1. TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT DI DAERAH JOYOBOYO TENTANG PENYAKIT MATA DAN SEDIAAN OBAT MATA | Jurnal... doi.org/10.20473/jfk.v6i1.21822TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT DI DAERAH JOYOBOYO TENTANG PENYAKIT MATA DAN SEDIAAN OBAT MATA Jurnal doi 10 20473 jfk v6i1 21822
Read online
File size285.25 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test