STIKESMEDISTRA INDONESIASTIKESMEDISTRA INDONESIA

Jurnal Ayurveda Medistra: Jurnal Ilmiah KesehatanJurnal Ayurveda Medistra: Jurnal Ilmiah Kesehatan

Malassezia furfur adalah jamur lipofilik yang menjadi agen penyebab utama berbagai gangguan kulit seperti pitiriasis versikolor (panu) dan dermatitis seboroik. Penggunaan antijamur sintetik jangka panjang sering kali menimbulkan efek samping dan risiko resistensi. Daun mimba dikenal memiliki senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antimikroba alami. Tujuan penelitian disini yaitu mengidentifikasi kandungan senyawa yang terdapat dalam tanaman mimba yang digunakan sebagai antifungi. Sediaan emulgel ekstrak etanol 96% daun mimba menggunakan 3 formulasi yaitu 3 %, 3,5% dan 4%. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan analisis deskriptif meliputi organoleptis dan analisis statistik meliputi viskositas, pH, daya sebar dan daya lekat.

Kandungan metabolit sekunder yang terdapat didalam ekstrak etanol 96% daun mimba (Azadirachta indica Juss) yaitu saponin, tanin dan flavonoid.Uji daya hambat sediaan emulgel ekstrak etanol 96% daun mimba (Azadirachta indica Juss) pada ketiga formulasi didapatkan nilai rata-rata diameter zona hambat pada F1 sebesar 0,58 mm, F2 sebesar 1,11 mm dan F3 sebesar 1,1 mm.Nilai diameter zona hambat paling besar terdapat pada F2 yaitu sebesar 1,11 mm.Nilai diameter zona hambat sebagai antifungi tergolong lemah karena kurang dari 5 mm.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Mengembangkan formulasi emulgel dengan konsentrasi ekstrak daun mimba yang lebih tinggi untuk meningkatkan aktivitas antifungi, (2) Mempelajari mekanisme kerja senyawa aktif dalam daun mimba terhadap Malassezia furfur, dan (3) Melakukan uji klinis untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan penggunaan emulgel daun mimba sebagai pengobatan topikal untuk infeksi kulit yang disebabkan oleh Malassezia furfur.

Read online
File size236.95 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test