STIKESMEDISTRA INDONESIASTIKESMEDISTRA INDONESIA

Jurnal Ayurveda Medistra: Jurnal Ilmiah KesehatanJurnal Ayurveda Medistra: Jurnal Ilmiah Kesehatan

Bunga adalah sumber dari zat-zat metabolit sekunder yang bisa digunakan sebagai bahan dasar obat herbal. Standarisasi simplisia dan ekstrak bunga dengan menggunakan parameter spesifik dan tidak spesifik penting untuk memastikan kualitas, keamanan, dan manfaatnya. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau parameter spesifik dan tidak spesifik dari sepuluh jenis bunga, yaitu gemitir, soka, rosela, cengkeh, kecombrang, tapak darah, pucuk merah, telang, matahari, dan kembang bulan. Parameter yang dianalisis mencakup sifat organoleptik, kadar ekstrak air dan etanol, uji fitokimia, identifikasi senyawa aktif melalui KLT dan GC-MS, serta kadar air, kadar abu, dan persentase kerusakan akibat pemanasan. Hasil menunjukkan bahwa tujuh bunga (gemitir, rosela, kecombrang, tapak darah, pucuk merah, matahari, dan kembang bulan) telah memenuhi sebagian besar parameter mutu. Kadar air umumnya <10%, namun bunga cengkeh memiliki kadar air tinggi (18,9%) dan bunga kembang bulan memiliki susut pengeringan melebihi batas (13,64%). Kadar sari larut air tertinggi terdapat pada gemitir (37,34%) dan tapak darah (30,2%), sedangkan soka (20,7%) dan telang (8,5%) berada di bawah standar. Seluruh bunga mengandung flavonoid, dengan identifikasi senyawa aktif terbaik pada rosela (kuersetin 7,02%) dan kembang bulan (hasil GC-MS). Secara keseluruhan, kebanyakan bunga dapat digunakan sebagai bahan baku herbal yang sudah standar, tetapi bunga soka, cengkeh, dan telang masih membutuhkan peningkatan dalam proses pengolahannya. Diperlukan standarisasi lebih lanjut dan pengujian aktivitas biologis agar dapat memastikan kualitas dan keamanan produk tersebut.

Tujuh jenis bunga (gemitir, rosela, kecombrang, tapak darah, pucuk merah, matahari, dan kembang bulan) memenuhi sebagian besar parameter mutu, sementara bunga soka, cengkeh, dan telang masih memerlukan perbaikan.Bunga gemitir dan tapak darah memiliki kadar sari larut air tinggi, sedangkan soka dan telang di bawah standar.Identifikasi senyawa aktif terbaik ditemukan pada rosela dan kembang bulan.Kadar air dan abu umumnya sesuai standar, kecuali cengkeh dan kembang bulan yang memerlukan optimasi proses pengeringan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengoptimalkan proses pengeringan bunga dengan kadar air tinggi seperti cengkeh dan kembang bulan dengan mengatur suhu dan durasi pengeringan. Kedua, metode ekstraksi perlu ditingkatkan untuk bunga dengan kadar sari larut air rendah seperti soka dan telang, misalnya dengan variasi pelarut atau teknik ekstraksi ultrasonik. Ketiga, diperlukan identifikasi senyawa aktif menggunakan metode KLT atau GC-MS untuk bunga yang belum memiliki data lengkap, seperti pucuk merah dan matahari, agar standarisasi lebih akurat. Selain itu, uji aktivitas biologis dan toksisitas pada ekstrak yang telah memenuhi standar akan memperkuat validasi kualitas produk herbal.

  1. Standarisasi Mutu Ekstrak Etanol Bunga Soka (Ixora coccinea L.) | Journal of Pharmaceutical and Health... doi.org/10.47065/jharma.v3i1.1322Standarisasi Mutu Ekstrak Etanol Bunga Soka Ixora coccinea L Journal of Pharmaceutical and Health doi 10 47065 jharma v3i1 1322
Read online
File size272.01 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test