STPKAKSTPKAK

PastoraliaPastoralia

Pada tahun 2001, Komisi Kitab Suci Kepausan menerbitkan dokumen berjudul The Jewish People and their Sacred Scriptures in the Christian Bible dengan tujuan untuk mempromosikan dialog Kristen-Yudaisme. Komisi menjelaskan proses kanonisasi tulisan-tulisan Deuterokanonika, yang dianggap suci dan diinspirasikan oleh Roh Kudus oleh Gereja Katolik dan beberapa Gereja Timur lainnya, tetapi ditolak oleh Gereja Reformasi dan Yudaisme. Ajaran ini tampaknya merupakan satu-satunya penjelasan resmi dari Gereja Katolik, dan dokumen ini memberikan gambaran kepada umat tentang proses kanonisasi tulisan-tulisan Deuterokanonika.

Dokumen Komisi Kitab Suci Kepausan yang berjudul The Jewish People and their Sacred Scriptures in the Christian Bible memberikan penjelasan tentang proses kanonisasi tulisan-tulisan Deuterokanonika.Komisi mengakui bahwa kanon Perjanjian Lama Yahudi berbeda dari kanon Perjanjian Lama Kristen, dan bahwa kanon Ibrani masih belum tertutup pada saat itu, terutama untuk bagian ketiga dari Tanak, yaitu Tulisan.Dengan demikian, perbedaan antara kanon Ibrani dan kanon Perjanjian Lama Kristen lebih menyangkut masalah sejarah dan bukan masalah isi.Keputusan Konsili Trento pada tahun 1546 yang menerima kanon panjang merupakan upaya untuk memelihara semangat dan tradisi Gereja awal, dan didasarkan pada pertimbangan sejarah dan teologis.

Saran penelitian lanjutan dapat mencakup: 1. Meneliti lebih lanjut tentang proses kanonisasi tulisan-tulisan Deuterokanonika di Gereja Perdana dan bagaimana hal itu mempengaruhi perkembangan kanon Perjanjian Lama Kristen. 2. Menganalisis lebih dalam tentang perbedaan kanon antara Yudaisme dan Kekristenan, dan implikasinya bagi pemahaman Kitab Suci. 3. Mengkaji kembali peran dan pengaruh Konsili Yamnia dalam menentukan kanon Perjanjian Lama Ibrani, serta mempertimbangkan pandangan-pandangan alternatif tentang kanon tersebut.

Read online
File size337.83 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test