PIPI

Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan BisnisKurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketidakamanan kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi terhadap niat berhenti kerja karyawan di PT. Yanmarindo Perkasa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 145 karyawan tetap dan jenis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini sebagian menunjukkan bahwa 1) Variabel ketidakamanan kerja berpengaruh terhadap niat berhenti kerja, artinya tingkat ketidakamanan kerja yang dialami karyawan, baik tinggi maupun rendah, berpengaruh terhadap tingkat niat berhenti kerja. 2) Variabel lingkungan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, artinya lingkungan kerja yang nyaman atau tidak nyaman tidak berpengaruh terhadap niat berhenti kerja karyawan. 3) Variabel budaya organisasi tidak berpengaruh terhadap niat berhenti kerja karyawan, artinya budaya organisasi, baik meningkat maupun menurun, tidak berpengaruh terhadap niat berhenti kerja karyawan.

Variabel ketidakamanan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap niat berhenti kerja, sehingga semakin tinggi ketidakamanan kerja, semakin tinggi pula niat karyawan untuk berhenti.Variabel lingkungan kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap niat berhenti kerja, artinya lingkungan kerja yang lebih baik dapat menurunkan niat karyawan untuk keluar dari perusahaan.Variabel budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap niat berhenti kerja, meskipun secara arah pengaruhnya negatif, sehingga perlu ditinjau ulang penerapannya di PT.

Penelitian lanjutan dapat menguji apakah perbedaan generasi karyawan, khususnya antara usia muda (18-25 tahun) dan usia lebih tua, memengaruhi sejauh mana ketidakamanan kerja dirasakan dan bagaimana hal itu berdampak pada niat berhenti kerja. Selain itu, perlu diteliti faktor-faktor non-organisasional seperti kondisi ekonomi keluarga, kesempatan karier di luar perusahaan, atau dukungan sosial di tempat kerja yang mungkin menjadi moderasi antara budaya organisasi dan niat berhenti kerja, mengingat budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan dalam penelitian ini. Terakhir, perlu dikaji bagaimana kombinasi antara lingkungan kerja fisik (seperti fasilitas dan kenyamanan ruang kerja) dan non-fisik (seperti komunikasi antar atasan-bawahan dan iklim kerja) secara simultan memengaruhi keterikatan karyawan, agar dapat dirancang intervensi yang lebih holistik untuk mengurangi niat berhenti kerja di masa depan.

  1. Pengaruh Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi Dan Kepuasan Kerja Terhadap Turnover Intention Pada PT... doi.org/10.35134/ekobistek.v8i1.23Pengaruh Budaya Organisasi Komitmen Organisasi Dan Kepuasan Kerja Terhadap Turnover Intention Pada PT doi 10 35134 ekobistek v8i1 23
  2. 0. pdf obj endobj extgstate procset text imageb imagec imagei mediabox contents group tabs gvpress.com/journals/IJBSBT/vol8_no1/33.pdf0 pdf obj endobj extgstate procset text imageb imagec imagei mediabox contents group tabs gvpress journals IJBSBT vol8 no1 33 pdf
  3. Pengaruh Lingkungan Kerja, Budaya Kolaboratif, dan Kepuasan Kerja terhadap Turnover Intention pada PT... doi.org/10.33395/owner.v6i2.750Pengaruh Lingkungan Kerja Budaya Kolaboratif dan Kepuasan Kerja terhadap Turnover Intention pada PT doi 10 33395 owner v6i2 750
  4. Pengaruh Job Insecurity, Job Satisfaction, dan Lingkungan Kerja terhadap Turnover Intention Karyawan... journal.unesa.ac.id/index.php/jim/article/view/15284Pengaruh Job Insecurity Job Satisfaction dan Lingkungan Kerja terhadap Turnover Intention Karyawan journal unesa ac index php jim article view 15284
Read online
File size339.61 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test