BMABERSAMABMABERSAMA
Jurnal Sinergi ManajemenJurnal Sinergi ManajemenPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Pj-Tek Mandiri Tangerang Selatan. Fenomena penurunan kinerja karyawan di era pandemi COVID-19 menjadi permasalahan utama yang perlu dikaji secara mendalam, khususnya dalam industri minyak dan gas yang menghadapi tantangan ekonomi yang signifikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 79 karyawan sebagai populasi dan sampel jenuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert 5 poin. Analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik (normalitas, heteroskedastisitas, multikolinearitas), analisis regresi linear sederhana dan berganda, uji koefisien korelasi dan determinasi, serta uji hipotesis (uji T dan uji F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai t_hitung > t_tabel (2,195 > 1,991) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Motivasi kerja juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai t_hitung > t_tabel (3,475 > 1,991) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Secara simultan, disiplin kerja dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai F_hitung > F_tabel (6,136 > 3,12) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis terhadap pengembangan teori manajemen sumber daya manusia, khususnya dalam konteks industri energi di Indonesia, serta memberikan rekomendasi praktis bagi manajemen perusahaan dalam meningkatkan kinerja karyawan melalui penguatan disiplin dan motivasi kerja.
Berdasarkan uraian komprehensif pada bab-bab sebelumnya dan hasil analisis statistik serta pembahasan mendalam mengenai pengaruh disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Pj-Tek Mandiri Tangerang Selatan, penelitian ini telah menghasilkan temuan-temuan signifikan yang memberikan kontribusi penting bagi pengembangan teori dan praktik manajemen sumber daya manusia.Temuan empiris menunjukkan bahwa disiplin kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, sebagaimana ditunjukkan oleh persamaan regresi Y = 33,730 0,248X1 dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,243 yang mengindikasikan adanya hubungan positif meskipun dengan tingkat kekuatan yang rendah.Nilai koefisien determinasi sebesar 5,9% menunjukkan bahwa disiplin kerja mampu menjelaskan varians kinerja karyawan sebesar 5,9%, sedangkan 94,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.Hasil uji hipotesis yang memperoleh nilai t hitung > t tabel (2,195 > 1,991) pada tingkat signifikansi α = 0,05 mengarah pada penolakan H0 dan penerimaan H1, yang secara statistik membuktikan bahwa terdapat pengaruh signifikan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan di lingkungan PT Pj-Tek Mandiri.Temuan kedua yang tidak kalah penting adalah konfirmasi empiris bahwa motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan tingkat pengaruh yang lebih kuat dibandingkan disiplin kerja.Persamaan regresi Y = 5,916 0,351X2 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu unit motivasi kerja akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0,351 unit.Nilai koefisien korelasi sebesar 0,368 mengindikasikan hubungan positif yang lebih kuat antara motivasi kerja dan kinerja karyawan dibandingkan dengan hubungan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan, meskipun masih dalam kategori hubungan yang rendah.Nilai koefisien determinasi sebesar 13,6% menunjukkan bahwa motivasi kerja mampu menjelaskan varians kinerja karyawan sebesar 13,6%, yang menunjukkan kontribusi yang lebih substansial dibandingkan disiplin kerja.Hasil uji hipotesis dengan nilai t hitung > t tabel (3,475 > 1,991) pada tingkat signifikansi α = 0,05 mengarah pada penolakan H0 dan penerimaan H2, yang secara statistik membuktikan bahwa terdapat pengaruh signifikan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di lingkungan PT Pj-Tek Mandiri.Temuan paling komprehensif dari penelitian ini adalah konfirmasi bahwa disiplin kerja dan motivasi kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan tingkat pengaruh yang lebih kuat dibandingkan pengaruh parsial masing-masing variabel.Persamaan regresi berganda Y = 27,412 0,250X1 0,861X2 menunjukkan bahwa ketika kedua variabel independen bekerja secara bersamaan, kontribusi motivasi kerja (0,861) terhadap kinerja karyawan jauh lebih dominan dibandingkan disiplin kerja (0,250).Nilai koefisien korelasi sebesar 0,373 mengindikasikan hubungan positif yang lebih kuat ketika kedua variabel dikombinasikan, meskipun masih dalam kategori hubungan yang rendah.Nilai koefisien determinasi sebesar 13,9% menunjukkan bahwa kombinasi disiplin kerja dan motivasi kerja mampu menjelaskan varians kinerja karyawan sebesar 13,9%, sedangkan 86,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini, seperti kompensasi, lingkungan kerja, kepemimpinan, dan faktor-faktor kontekstual lainnya.Hasil uji hipotesis dengan nilai F hitung > F tabel (6,136 > 3,12) pada tingkat signifikansi α = 0,05 mengarah pada penolakan H0 dan penerimaan H3, yang secara statistik membuktikan bahwa terdapat pengaruh signifikan secara simultan disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di lingkungan PT Pj-Tek Mandiri, sehingga memberikan landasan empiris yang kuat bagi manajemen perusahaan untuk mengembangkan strategi peningkatan kinerja karyawan melalui penguatan sistem disiplin dan program motivasi yang terintegrasi.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja karyawan, seperti kompensasi, lingkungan kerja, dan kepemimpinan, serta bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi dengan disiplin dan motivasi kerja. 2. Meneliti dampak jangka panjang dari intervensi disiplin dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan, serta bagaimana perubahan tersebut mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan. 3. Mengembangkan strategi intervensi yang lebih komprehensif dan terintegrasi untuk meningkatkan kinerja karyawan, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti pelatihan, pengembangan karir, dan budaya organisasi yang mendukung disiplin dan motivasi kerja.
| File size | 332.74 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
USMUSM Faktor internal yaitu ketersedian waktu luang, pengetahuan daur ulang, pendidikan, usia, jenis kelamin. Dan yang kedua faktor eksternal yaitu Jarak rumahFaktor internal yaitu ketersedian waktu luang, pengetahuan daur ulang, pendidikan, usia, jenis kelamin. Dan yang kedua faktor eksternal yaitu Jarak rumah
BMABERSAMABMABERSAMA Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Analisis data dilakukan dengan uji asumsiPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Analisis data dilakukan dengan uji asumsi
Tel-UTel-U Penelitian ini mengidentifikasi perkembangan literatur ilmiah dalam mempelajari kepemimpinan perempuan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa selama delapanPenelitian ini mengidentifikasi perkembangan literatur ilmiah dalam mempelajari kepemimpinan perempuan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa selama delapan
POLNAMPOLNAM Perencanaan dinding penahan tanah pada ruas jalan trans seram desa Lumoli menggunakan tipe kantilever dengan ketinggian tidak lebih dari 6-7m sebagai suatuPerencanaan dinding penahan tanah pada ruas jalan trans seram desa Lumoli menggunakan tipe kantilever dengan ketinggian tidak lebih dari 6-7m sebagai suatu
UNISMUH PALUUNISMUH PALU Dalam studi ini, kami bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi kerangka kerja kolaboratif untuk mengintegrasikan uji klinis ke dalam perawatan kesehatanDalam studi ini, kami bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi kerangka kerja kolaboratif untuk mengintegrasikan uji klinis ke dalam perawatan kesehatan
SALNESIASALNESIA Faktor penyebab stunting dapat bervariasi tergantung dari karakteristik wilayah. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor penyebab stunting padaFaktor penyebab stunting dapat bervariasi tergantung dari karakteristik wilayah. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor penyebab stunting pada
UNMUNM Teknik pengumpulan data dilakukan dengan coesioner dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dengan analisis statistik deskriptif dan analisisTeknik pengumpulan data dilakukan dengan coesioner dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dengan analisis statistik deskriptif dan analisis
UMMAUMMA Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar siswa antara kedua model pembelajaran tersebut pada materi sistem gerak padaSelain itu, penelitian ini juga menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar siswa antara kedua model pembelajaran tersebut pada materi sistem gerak pada
Useful /
UNDIPUNDIP Sebagai salah satu produsen kain lukis, Nasrafa telah menerapkan nilai-nilai lokal dan sebagai hasilnya, meraih penghargaan nasional bergengsi dan memilikiSebagai salah satu produsen kain lukis, Nasrafa telah menerapkan nilai-nilai lokal dan sebagai hasilnya, meraih penghargaan nasional bergengsi dan memiliki
UPN VeteranUPN Veteran Namun demikian, ketimpangan masih terjadi, terutama antara wilayah perkotaan dan pedesaan, akibat ketimpangan akses terhadap pendidikan, pekerjaan, danNamun demikian, ketimpangan masih terjadi, terutama antara wilayah perkotaan dan pedesaan, akibat ketimpangan akses terhadap pendidikan, pekerjaan, dan
STIAB JINARAKKHITASTIAB JINARAKKHITA Kegiatan pengabdian melalui workshop social media marketing bertujuan memperkuat kapasitas UMKM dengan melatih pemahaman dan keterampilan praktis dalamKegiatan pengabdian melalui workshop social media marketing bertujuan memperkuat kapasitas UMKM dengan melatih pemahaman dan keterampilan praktis dalam
SALNESIASALNESIA Progam PkM dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dihadapi mitra beserta binaannya yang memiliki kesulitan branding, dan pemasaran, sehingga Dinas KoperasiProgam PkM dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dihadapi mitra beserta binaannya yang memiliki kesulitan branding, dan pemasaran, sehingga Dinas Koperasi