UMUM
Journal of Language Literature and ArtsJournal of Language Literature and ArtsSelama pandemi COVID-19, interaksi antara guru dan siswa berkurang secara signifikan, yang menyebabkan munculnya jarak emosional dalam lingkungan pendidikan. Bahkan ketika pembelajaran tatap muka terbatas diizinkan, celah emosional ini tidak mudah diatasi. Sebagai respons terhadap tantangan ini, dramatisasi muncul sebagai pendekatan pedagogis yang berharga. Sebagai metode yang berakar pada penampilan ekspresif, dramatisasi mendukung pengembangan kemampuan sosial, emosional, dan kreatif siswa, serta meningkatkan pemahaman mereka tentang mata pelajaran akademik seperti bahasa, penelitian, dan studi budaya. Dalam konteks ini, dramatisasi mengacu pada aktivitas manusia yang menghasilkan ekspresi performatif dalam bentuk naratif atau ritualistik. Pertunjukan ini, apakah dilakukan secara individu atau kolektif, bersifat komunikatif dan menekankan presentasi diri. Dalam pengaturan sekolah, dramatisasi terjadi secara alami melalui interaksi antar teman sebaya dan peran bermain informal antara siswa dan orang dewasa. Selain itu, aktivitas sekolah rutin itu sendiri dapat dipandang sebagai perilaku yang dramatis, terstruktur dan berulang untuk membentuk identitas bersama dan memberikan bimbingan moral atau perilaku. Sekolah, karenanya, menawarkan ruang istimewa untuk mengamati dan menumbuhkan dramatisasi sebagai komponen dinamis dari proses belajar. Mengintegrasikan dramatisasi ke dalam pendidikan dapat menjembatani celah emosional dan memperkaya keterlibatan siswa dalam domain kognitif dan afektif.
Studi ini memberikan pemahaman dasar tentang dramatisasi spontan dalam pembelajaran pasca-pandemi, khususnya di antara siswa yang kembali ke lingkungan pendidikan terstruktur.Sebagai bentuk sosialisasi, dramatisasi memiliki nilai intrinsik dalam konstruksi makna bersama.Meskipun aplikasinya dalam pendidikan sudah mapan, peran spesifik dramatisasi spontan dalam membentuk identitas siswa dan perkembangan emosional masih kurang dieksplorasi.Temuan menunjukkan bahwa dramatisasi spontan berfungsi sebagai proses rekonstruksi semantik, memungkinkan individu terlibat secara dialektis dengan dan menjauhkan diri dari dunia fenomenal.Hal ini muncul melalui pertemuan kompleks antara narasi budaya eksistensial dan pribadi, dan mewujudkan potensinya yang transformatif melalui liminalitas dan dialog yang bermakna.Dramatisasi, karenanya, menyediakan struktur yang fleksibel untuk menavigasi ketegangan saat ini dan merekonstruksi makna dalam konteks sociocultural dinamis.Dialog antara guru dan siswa sangat penting dalam menciptakan pemahaman bersama dan berfungsi sebagai penghubung untuk transformasi sosial yang lebih luas.Hal ini memungkinkan siswa untuk menceritakan, menawar, dan merekonstruksi identitas mereka dalam kerangka pendidikan kolektif.Dalam hal ini, imajinasi dan pemikiran naratif adalah esensial untuk munculnya ontogenetik dramatisasi.Dramatisasi spontan menekankan kebutuhan siswa untuk secara bersamaan bertindak sebagai penulis, sutradara, pelaku, dan penonton dari narasi eksistensial mereka sendiri.Tanpa keterlibatan multimodal seperti itu, perkembangan pribadi berisiko stagnan.Oleh karena itu, dramatisasi berdiri sebagai alat pedagogis kritis untuk mendorong realisasi diri dan pertumbuhan socio-emosional, terutama dalam periode ketidakpastian sosial.Penelitian masa depan harus terus menyelidiki dramatisasi spontan di berbagai konteks pendidikan, tahap perkembangan, dan perspektif longitudinal untuk mendalam pemahaman kita tentang bagaimana hal itu membentuk identitas, mendukung ketahanan emosional, dan mempertahankan komunitas belajar dinamis di dunia yang berubah.
Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki bagaimana dramatisasi spontan dapat digunakan sebagai alat untuk mengatasi ketegangan dan konflik dalam lingkungan pendidikan. Studi ini dapat berfokus pada bagaimana dialog antara guru dan siswa dapat membantu menciptakan pemahaman bersama dan transformasi sosial yang lebih luas. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran dramatisasi dalam membantu siswa merekonstruksi identitas mereka dalam kerangka pendidikan kolektif. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana imajinasi dan pemikiran naratif dapat mendorong munculnya ontogenetik dramatisasi. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana dramatisasi dapat digunakan sebagai alat untuk mendorong realisasi diri dan pertumbuhan socio-emosional, terutama dalam periode ketidakpastian sosial. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana dramatisasi dapat membantu siswa menavigasi ketegangan saat ini dan merekonstruksi makna dalam konteks sociocultural dinamis.
- HrMars - Paradox of Women Empowerment: The Representations of Women in Television Dramas in Pakistan.... doi.org/10.6007/ijarbss/v9-i10/6443HrMars Paradox of Women Empowerment The Representations of Women in Television Dramas in Pakistan doi 10 6007 ijarbss v9 i10 6443
- White uniform’s meanings for nursing teachers | International Journal for Innovation Education... scholarsjournal.net/ijier/article/view/2496White uniformAos meanings for nursing teachers International Journal for Innovation Education scholarsjournal ijier article view 2496
- The Psychology of Art | George Mather | Taylor & Francis eBooks, Refer. psychology art george mather... doi.org/10.4324/9780429275920The Psychology of Art George Mather Taylor Francis eBooks Refer psychology art george mather doi 10 4324 9780429275920
- Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s12124-015-9319-1Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s12124 015 9319 1
- Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/10.1007/s12124-020-09561-0Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer 10 1007 s12124 020 09561 0
| File size | 490.7 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
IAINGAWIIAINGAWI Bakat merupakan kapasitas bawaan yang dapat berkembang menjadi keterampilan melalui pendidikan, pelatihan, dan pengalaman, sehingga keberhasilan tidakBakat merupakan kapasitas bawaan yang dapat berkembang menjadi keterampilan melalui pendidikan, pelatihan, dan pengalaman, sehingga keberhasilan tidak
UM MetroUM Metro Namun penerapan model ini belum optimal dilaksanakan, hal ini disebabkan guru menghadapi banyak tantangan dalam penerapannya sehingga menyebabkan kurangnyaNamun penerapan model ini belum optimal dilaksanakan, hal ini disebabkan guru menghadapi banyak tantangan dalam penerapannya sehingga menyebabkan kurangnya
UNIMAUNIMA Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik statistik deskriptif berupa persentase, berdasarkan hasil karya siswa yang dinilai menggunakan rubrikAnalisis data dilakukan dengan menggunakan teknik statistik deskriptif berupa persentase, berdasarkan hasil karya siswa yang dinilai menggunakan rubrik
PERMAPENDIS SUMUTPERMAPENDIS SUMUT Faktor dari luar mencakup keluarga, sekolah, dan masyarakat. Berdasarkan uraian di atas, disimpulkan bahwa perilaku atau sikap mandiri seseorang tidakFaktor dari luar mencakup keluarga, sekolah, dan masyarakat. Berdasarkan uraian di atas, disimpulkan bahwa perilaku atau sikap mandiri seseorang tidak
OJSOJS Berdasarkan pandangan Carl R. Rogers (1954), kreativitas akan berkembang optimal apabila individu merasa diterima, dihargai, dan bebas mengekspresikanBerdasarkan pandangan Carl R. Rogers (1954), kreativitas akan berkembang optimal apabila individu merasa diterima, dihargai, dan bebas mengekspresikan
OJSOJS Selain peningkatan kedisiplinan, kegiatan paduan suara juga memperkuat kekompakan, rasa kebersamaan, serta kepercayaan diri siswa. Faktor pendukung utamaSelain peningkatan kedisiplinan, kegiatan paduan suara juga memperkuat kekompakan, rasa kebersamaan, serta kepercayaan diri siswa. Faktor pendukung utama
UNESAUNESA Penggunaan bahan ajar inovatif seperti LKPD dan e-LKPD berbasis STEAM-PjBL juga terbukti praktis dan efisien dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.Penggunaan bahan ajar inovatif seperti LKPD dan e-LKPD berbasis STEAM-PjBL juga terbukti praktis dan efisien dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
NURISNURIS Kesimpulan menyatakan bahwa usia siswa sangat penting dalam menentukan strategi pengajaran. Berbagai taktik belajar perlu dipilih sesuai tingkat perkembanganKesimpulan menyatakan bahwa usia siswa sangat penting dalam menentukan strategi pengajaran. Berbagai taktik belajar perlu dipilih sesuai tingkat perkembangan
Useful /
PERMAPENDIS SUMUTPERMAPENDIS SUMUT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh guided discovery learning terhadap kemampuan pemecahan masalah pada siswa. Metode penelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh guided discovery learning terhadap kemampuan pemecahan masalah pada siswa. Metode penelitian
PERMAPENDIS SUMUTPERMAPENDIS SUMUT Dikarenakan siswa dituntutkan dalam kemauan untuk memodifikasikan kepecayaan dengan mengetahui informasi baru, dan meningkatkan pemahaman siswa pada konsepDikarenakan siswa dituntutkan dalam kemauan untuk memodifikasikan kepecayaan dengan mengetahui informasi baru, dan meningkatkan pemahaman siswa pada konsep
UMUM Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menjadikan karya tersebut sebagai subjek penelitian. Teori yang dipakai untuk membedah puisiMetode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menjadikan karya tersebut sebagai subjek penelitian. Teori yang dipakai untuk membedah puisi
UMUM Selain menghasilkan karya pertunjukan, teater ini juga berfungsi sebagai media pendidikan karakter, pengembangan kreativitas, dan pelestarian budaya lokal.Selain menghasilkan karya pertunjukan, teater ini juga berfungsi sebagai media pendidikan karakter, pengembangan kreativitas, dan pelestarian budaya lokal.