MASOEMUNIVERSITYMASOEMUNIVERSITY

Jurnal AbdiMU (Pengabdian kepada Masyarakat)Jurnal AbdiMU (Pengabdian kepada Masyarakat)

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi adanya anggapan sebagian siswa bahwa matematika khususnya perkalian adalah pelajaran yang menakutkan karena sulit dimengerti. Sebetulnya ada banyak metode pembelajaran yang menyenangkan dimana siswa merasa mudah memahami perkalian. Salah satunya dengan menggunakan metode jarimatika dimana jari-jari tangan sebagai alat bantu perhitungannya. Tujuan pelatihan ini agar berhitung perkalian menjadi menyenangkan, dimana siswa belajar berhitung sambil memainkan jari-jari tangan sebagaimana layaknya sedang melakukan kegiatan permainan. Subjek sasaran kegiatan PKM adalah siswa kelas IV di SD Calengka, Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan menggunakan PAR (ParticipacyAction Research) yang dibagi menjadi lima tahapan, yaitu: to know (mengetahui); b. to understand (memahami); c. to plan (merencanakan); d. to act (bertindak); e. to change. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa melalui pelatihan ini kemampuan siswa melakukan perhitungan dengan perkalian sembilan menjadi lebih cepat dan menyenangkan.

Pelatihan Jarimatika di SD Calengka berhasil mengubah persepsi siswa bahwa matematika, khususnya perkalian, menjadi pelajaran yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami.Melalui metode ini, kemampuan siswa dalam menghitung perkalian meningkat secara signifikan, menjadi lebih cepat dan efektif, bahkan memungkinkan pembelajaran dilakukan di luar kelas dengan suasana yang santai dan interaktif.Diharapkan metode jarimatika dapat terus diterapkan oleh guru untuk melengkapi pembelajaran matematika, serta mendorong pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sarana belajar yang inovatif agar siswa tidak merasa bosan.

Melihat keberhasilan pelatihan jarimatika perkalian sembilan ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat menjanjikan untuk mengembangkan inovasi pembelajaran matematika. Pertama, menarik untuk melakukan studi lebih mendalam mengenai efektivitas metode jarimatika ini jika diterapkan pada operasi hitung dasar lainnya, seperti penjumlahan, pengurangan, pembagian, atau bahkan perkalian dengan angka selain sembilan. Hal ini akan membantu mengidentifikasi sejauh mana metode ini dapat digeneralisasi dan memberikan manfaat yang lebih luas dalam kurikulum matematika dasar. Kedua, meskipun penelitian ini menunjukkan peningkatan kemampuan berhitung dan suasana belajar yang menyenangkan, perlu ada penelitian longitudinal yang mengkaji dampak jangka panjang dari pembelajaran yang interaktif, di luar kelas, dan berhadiah terhadap motivasi belajar intrinsik siswa, retensi konsep matematika, serta pembentukan sikap positif terhadap mata pelajaran tersebut. Penelitian ini bisa melihat apakah efek positif ini bertahan seiring waktu. Ketiga, mengingat potensi jarimatika, penting untuk mengembangkan dan menguji model pelatihan komprehensif bagi para guru. Model ini tidak hanya mengajarkan teknik jarimatika, tetapi juga membekali guru dengan strategi mengintegrasikan pembelajaran berbasis permainan dan pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar yang efektif. Evaluasi model pelatihan ini dapat membantu memastikan bahwa inovasi semacam ini dapat diterapkan secara luas dan berkelanjutan di berbagai sekolah, demi menciptakan pengalaman belajar matematika yang selalu menarik dan tidak membosankan bagi generasi siswa berikutnya.

Read online
File size339.34 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test