ULUMUNAULUMUNA
UlumunaUlumunaMisi Institusi Pendidikan Tinggi Islam (IHEIs) adalah untuk memajukan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam (raḥmah li al-ālamīn). Manifestasi Islam, raḥmah li al-ālamīn, adalah praktik moderasi beragama dalam kehidupan kampus dan masyarakat, yang dicirikan oleh adopsi pilar-pilar seperti komitmen kebangsaan, anti-kekerasan, toleransi, dan adaptasi terhadap budaya lokal. Studi ini bertujuan untuk membandingkan metode pengembangan sumber daya manusia (PSDM) dengan meningkatkan nilai-nilai moderasi beragama di tiga IHEIs. Metode kualitatif deskriptif komparatif digunakan untuk memahami PSDM di tiga IHEIs yang menjadi objek penelitian guna mengidentifikasi persamaan dan perbedaan. Studi ini menemukan bahwa ketiga IHEIs menggunakan pendekatan serupa, seperti diskusi kelompok terfokus (FGD), pelatihan, dan webinar. Upaya-upaya ini baru mencapai tahap penguatan dalam internalisasi moderasi beragama. Hasil studi merekomendasikan kerangka kerja PSDM yang mengintegrasikan moderasi beragama ke dalam budaya organisasi untuk mendorong terwujudnya masyarakat madani.
Ketiga Institusi Pendidikan Tinggi Islam (IHEIs) dalam studi ini mengimplementasikan pengembangan sumber daya manusia melalui internalisasi nilai moderasi beragama menggunakan metodologi serupa seperti Diskusi Kelompok Terfokus (FGD), pelatihan, dan webinar.Namun, upaya-upaya ini belum memberikan kontribusi terukur terhadap program utama Revolusi Mental dan Pembangunan Budaya dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.Oleh karena itu, penting bagi Rencana Strategis IHEIs untuk secara eksplisit mengintegrasikan penguatan moderasi beragama dengan indikator pencapaian yang terukur, selaras dengan kebijakan nasional untuk mencapai tujuan pembangunan pemerintah.
Guna melengkapi temuan penelitian ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan agar pemahaman dan implementasi moderasi beragama di perguruan tinggi Islam dapat semakin mendalam dan terukur. Pertama, penting untuk meneliti lebih lanjut mengenai bagaimana budaya organisasi yang secara eksplisit mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama dapat benar-benar mempengaruhi perilaku sehari-hari seluruh civitas akademika, mulai dari dosen, staf, hingga mahasiswa. Penelitian dapat berfokus pada pengembangan instrumen pengukuran perilaku yang konkret, bukan hanya pemahaman atau sikap, untuk menilai sejauh mana nilai toleransi, anti-kekerasan, dan komitmen kebangsaan termanifestasi dalam interaksi dan keputusan di lingkungan kampus. Pertanyaan penelitian yang menarik adalah, Bagaimana sebuah budaya organisasi yang telah menginternalisasi moderasi beragama secara penuh mampu membentuk pola interaksi dan pengambilan keputusan yang lebih inklusif dan harmonis di antara para pemangku kepentingan di PTKI?. . Kedua, mengingat adanya kebutuhan akan kontribusi terukur terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, penelitian lanjutan dapat berfokus pada perancangan dan validasi indikator kinerja spesifik untuk program penguatan moderasi beragama di PTKI. Hal ini mencakup identifikasi metrik yang relevan, metode pengumpulan data yang efisien, serta analisis dampaknya terhadap pencapaian tujuan nasional terkait revolusi mental dan pembangunan budaya. Studi dapat mengeksplorasi, Bagaimana kerangka indikator kinerja yang terukur dan terintegrasi dalam Renstra PTKI dapat secara efektif memandu dan mengevaluasi keberhasilan program moderasi beragama dalam mencapai target RPJMN?. . Ketiga, karena penelitian ini menemukan bahwa PTKI menggunakan pendekatan yang serupa dalam internalisasi moderasi, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi komparatif longitudinal yang lebih luas. Penelitian ini dapat membandingkan efektivitas berbagai strategi internalisasi, baik yang berfokus pada kurikulum, pengembangan budaya organisasi, peran kepemimpinan sebagai teladan, maupun keterlibatan komunitas eksternal, dalam menanamkan nilai moderasi beragama secara berkelanjutan. Fokusnya adalah untuk mengidentifikasi Strategi atau kombinasi strategi internalisasi moderasi beragama manakah yang paling efektif dan berkelanjutan dalam jangka panjang untuk menciptakan masyarakat madani yang toleran dan harmonis di lingkungan PTKI dan masyarakat luas? Melalui penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan model terbaik yang dapat direplikasi di berbagai institusi, serta memberikan panduan yang lebih kuat bagi kebijakan pengembangan sumber daya manusia di masa depan.
- ZnaÄaj pregleda literature za nauÄno istraživanje. zna aj pregleda literature... doi.org/10.5937/ekopog1802071kZnayEAsaj pregleda literature za nauyEAsno istrayIAivanje zna aj pregleda literature doi 10 5937 ekopog1802071k
- Explaining the Mediating Role of Knowledge Management between Organisation’s Characteristics and... doi.org/10.5539/ijbm.v15n12p132Explaining the Mediating Role of Knowledge Management between OrganisationAos Characteristics and doi 10 5539 ijbm v15n12p132
- Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Materi Perkuliahan Mahasiswa IAIN Ponorogo | Madania:... doi.org/10.24014/jiik.v13i1.20877Internalisasi Nilai Nilai Moderasi Beragama Dalam Materi Perkuliahan Mahasiswa IAIN Ponorogo Madania doi 10 24014 jiik v13i1 20877
| File size | 899.04 KB |
| Pages | 28 |
| DMCA | Report |
Related /
STAINUPASTAINUPA Sumber data primer meliputi karya Al-Ghazali, terutama Ihya Ulum al-Din, serta karya-karya Zakiah Daradjat seperti Kepribadian Guru dan Ilmu PendidikanSumber data primer meliputi karya Al-Ghazali, terutama Ihya Ulum al-Din, serta karya-karya Zakiah Daradjat seperti Kepribadian Guru dan Ilmu Pendidikan
STAINUPASTAINUPA Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan metode study kasus. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi.Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan metode study kasus. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi.
STAINUPASTAINUPA Guru PAI tidak hanya memiliki tugas mengajarkan ilmu agama tetapi juga membimbing dan memotivasi siswa untuk menerapkan nilai-nilai moral dan karakterGuru PAI tidak hanya memiliki tugas mengajarkan ilmu agama tetapi juga membimbing dan memotivasi siswa untuk menerapkan nilai-nilai moral dan karakter
STAINUPASTAINUPA Penggunaan media permainan ular tangga Nabi dan Rasul secara positif memengaruhi hasil belajar siswa MI Negeri 4 Jombang, terutama dalam pemahaman materiPenggunaan media permainan ular tangga Nabi dan Rasul secara positif memengaruhi hasil belajar siswa MI Negeri 4 Jombang, terutama dalam pemahaman materi
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Dengan pendekatan holistik, guru agama Katolik dapat membantu generasi muda menjadi generasi emas yang aktif dalam masyarakat. Penelitian ini menegaskanDengan pendekatan holistik, guru agama Katolik dapat membantu generasi muda menjadi generasi emas yang aktif dalam masyarakat. Penelitian ini menegaskan
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Studi kasus masyarakat Dedai memberikan perspektif yang menarik tentang bagaimana ajaran agama Katolik beradaptasi dengan praktik-praktik tradisional,Studi kasus masyarakat Dedai memberikan perspektif yang menarik tentang bagaimana ajaran agama Katolik beradaptasi dengan praktik-praktik tradisional,
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Gereja Katolik, sebagai institusi keagamaan yang telah berdiri selama berabad-abad, menghadapi berbagai tantangan yang dihasilkan oleh modernisasi, termasukGereja Katolik, sebagai institusi keagamaan yang telah berdiri selama berabad-abad, menghadapi berbagai tantangan yang dihasilkan oleh modernisasi, termasuk
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Konseling berbasis iman Kristen terbukti efektif dalam memberikan penyembuhan holistik dan berkelanjutan bagi remaja yang menghadapi krisis, dengan mengintegrasikanKonseling berbasis iman Kristen terbukti efektif dalam memberikan penyembuhan holistik dan berkelanjutan bagi remaja yang menghadapi krisis, dengan mengintegrasikan
Useful /
ULUMUNAULUMUNA Penelitian ini mendalami kesalehan religius dan sosial dalam kegiatan dawah mereka. Kami menemukan bahwa mayoritas generasi ini tidak memahami makna IslamPenelitian ini mendalami kesalehan religius dan sosial dalam kegiatan dawah mereka. Kami menemukan bahwa mayoritas generasi ini tidak memahami makna Islam
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Kesehatan mental anak sangat penting bagi perkembangan emosional, sosial, dan akademik mereka. Kecemasan dan gangguan mental lainnya dapat menghambat masaKesehatan mental anak sangat penting bagi perkembangan emosional, sosial, dan akademik mereka. Kecemasan dan gangguan mental lainnya dapat menghambat masa
DAARULHUDADAARULHUDA Untuk meningkatkan motivasi tersebut, diperlukan penerapan model pembelajaran yang mampu melibatkan peserta didik secara aktif. Penelitian ini mengkajiUntuk meningkatkan motivasi tersebut, diperlukan penerapan model pembelajaran yang mampu melibatkan peserta didik secara aktif. Penelitian ini mengkaji
DAARULHUDADAARULHUDA Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,697 menunjukkan bahwa 69,7% variasi customer loyalty dijelaskan oleh customer trust dan ease of use, sementara 30,3%Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,697 menunjukkan bahwa 69,7% variasi customer loyalty dijelaskan oleh customer trust dan ease of use, sementara 30,3%