UIN WALISONGOUIN WALISONGO

Teosofia: Indonesian Journal of Islamic MysticismTeosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism

Muhammad Qasim Nanotvi dikenal sebagai pendiri seminari Deoband. Keterlibatannya dengan waḥdat al-wujūd mengungkapkan proyek filosofis yang terabaikan yang berusaha untuk menyelaraskan intuisi mistik dengan penalaran metafisika yang ketat. Mengambil dari warisan intelektual Shāh Walīullāh al-Dihlawī dan Ḥājī Imdādullāh Muhājir Makkī, Nanotvi menegaskan bahwa semua eksistensi bergantung pada Tuhan, tetapi mereartikulasikannya dalam struktur teologis yang menjaga transendensi ilahi. Artikel ini memeriksa reinterpretasi Nanotvi tentang waḥdat al-wujūd (kesatuan keberadaan), konsep dasar tetapi kontroversial dalam metafisika Islam dan pemikiran Sufi. Dengan menggunakan pendekatan historis-kritis, studi ini mengungkapkan bahwa Nanotvi tidak sepenuhnya mendukung waḥdat al-wujūd tetapi mereartikulasikannya sebagai kesatuan atribut keberadaan (ṣifāt al-wujūd), menekankan bahwa semua eksistensi bergantung pada Tuhan sambil menjaga transendensi ilahi dan perbedaan ontologis antara Tuhan dan ciptaan. Dengan fokus pada atribut keberadaan, Nanotvi menawarkan respons sistematis terhadap perdebatan ontologis, menghindari kontroversi yang mengelilingi waḥdat al-wujūd, sambil mempertahankan kedalaman spiritual konsep ini.

Artikel ini menunjukkan bagaimana Nanotvi menawarkan intervensi yang unik dalam diskursus India tentang kesatuan ilahi, mereartikulasikan waḥdat al-wujūd sebagai kesatuan atribut keberadaan (waḥdat ṣifāt al-wujūd).Pendekatan ini memungkinkan dia untuk menyelaraskan kesatuan mistik dengan transendensi ilahi, memastikan tidak ada kompromi terhadap tawḥīd (kesatuan) dan tanzīh (transendensi) Islam.Temuan ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana pemikir Islam menavigasi pertanyaan metafisika yang kompleks, menawarkan wawasan berharga untuk mengatasi ketegangan antara mistisisme dan ortodoksi.Artikel ini juga menawarkan intervensi segar dalam perpotongan antara metafisika Islam dan teologi analitis, menunjukkan bagaimana Nanotvi menavigasi mistisisme dan metafisika dengan presisi intelektual.Penerapan analogi dan artikulasi prinsip metafisika yang cermat bukan upaya ad hoc untuk sintesis, tetapi berakar pada kerangka konseptual yang mengantisipasi logika perspektif dan penalaran kondisional.Model qua-theoretic membuat kerangka ini eksplisit, menunjukkan bagaimana akun Nanotvi memungkinkan predikasi yang berbeda untuk coexist dalam harmoni, masing-masing mencerminkan aspek yang valid dari jalan Sufi menuju pengetahuan ilahi.

Saran penelitian lanjutan yang baru berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan dalam artikel ini adalah sebagai berikut:. . 1. Menganalisis lebih lanjut pengaruh metafisika Akbarian dalam pemikiran Nanotvi dan bagaimana ia memadukan elemen-elemen ini dengan komitmen teologisnya yang kuat terhadap ortodoksi Sunni. Ini akan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana Nanotvi menyeimbangkan mistisisme dan metafisika dengan presisi intelektual.. . 2. Mengembangkan model qua-theoretic yang diusulkan dalam artikel ini untuk diterapkan pada aspek-aspek lain dari pemikiran Nanotvi, seperti konsep-konsep seperti jamʿ (penyatuan) dan farq (perbedaan). Model ini dapat membantu menjelaskan bagaimana perspektif dan pengalaman spiritual yang berbeda memberikan kontribusi terhadap pemahaman teologis yang beragam, tanpa jatuh ke dalam kontradiksi atau ekstremisme.. . 3. Meneliti bagaimana sintesis metafisika Nanotvi mempengaruhi filsafat Deobandi selanjutnya dan bagaimana penerimaannya dalam konteks sejarah intelektual Muslim yang lebih luas. Ini akan memberikan wawasan tentang bagaimana pemikiran Nanotvi mempengaruhi perkembangan pemikiran Islam di India dan bagaimana ide-idenya diterima atau ditafsirkan oleh pemikir Muslim lainnya.

  1. The Simple Ontology of Kalām Atomism: An Outline in: Early Science and Medicine Volume... brill.com/view/journals/esm/14/1-3/article-p68_4.xmlThe Simple Ontology of KalyEAEyCAAm Atomism An Outline in Early Science and Medicine Volume brill view journals esm 14 1 3 article p68 4 xml
  2. Sufism contra Shariah? Shāh Walī Allāh’s... brill.com/view/journals/jss/5/1/article-p27_2.xmlSufism contra Shariah ShyEAEyCAAh WalyEAEyCA AllyEAEyCAAhyEAyCAAyCAos brill view journals jss 5 1 article p27 2 xml
  3. Between Fidelity and Reform: Muḥammad Qāsim Nanotvi's (1833–1880) Rearticulation of Waḥdat... journal.walisongo.ac.id/index.php/teosofia/article/view/27370Between Fidelity and Reform Muuammad QAsim Nanotvis 1833Ae1880 Rearticulation of Waudat journal walisongo ac index php teosofia article view 27370
  4. Al-Shaʿrānī’s... brill.com/view/journals/jss/12/2/article-p182_2.xmlAl ShayEAOyCAryEAEyCAAnyEAEyCAyEAyCAAyCAos brill view journals jss 12 2 article p182 2 xml
Read online
File size552.8 KB
Pages30
DMCAReport

Related /

ads-block-test