UIN WALISONGOUIN WALISONGO

Teosofia: Indonesian Journal of Islamic MysticismTeosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism

Meskipun platform agama digital berkembang pesat, sedikit yang diketahui tentang bagaimana tarekat Sufi di Indonesia telah menyesuaikan praktik spiritual mereka dengan ruang siber. Studi ini memeriksa perkembangan Cyber-Sufisme di Indonesia dengan mengidentifikasi tipologi praktik digital di antara tarekat Sufi. Menggunakan etnografi virtual dan analisis konten kualitatif, penelitian ini menganalisis situs web resmi dan platform digital dari sembilan tarekat Sufi di Indonesia yang dipilih melalui sampling purposive. Temuan mengidentifikasi dua tipe utama Cyber-Sufisme. Tipe informatif, yang diwakili oleh tarekat Qādiriyya wa Naqshbandiyya, Shādhiliyya, Tījāniyya, Syattāriyya, Idrīsiyya, Sammāniyya, dan Rifāiyya, terutama menggunakan media digital untuk penyebaran satu arah ajaran Sufi, literatur, dan kegiatan organisasi. Sementara itu, tipe interaktif, yang diwakili oleh tarekat Naqshbandī Ḥaqqāni, memungkinkan keterlibatan spiritual timbal balik melalui baia online, dhikr, ṣuḥba, konsultasi spiritual, dan pertemuan agama virtual. Studi ini menyimpulkan bahwa tarekat Naqshbandi Ḥaqqāni merupakan model paling komprehensif dari Cyber-Sufisme interaktif melalui zāwiya digitalnya, yang memfasilitasi pembelajaran spiritual berkelanjutan, bimbingan, dan keterlibatan agama di ruang digital.

Studi ini telah menunjukkan bahwa transformasi digital telah mengubah cara penyaluran pengetahuan agama, bimbingan spiritual, dan pola otoritas agama di dalam tarekat Sufi.Dalam konteks ini, Cyber-Sufisme di Indonesia telah berkembang menjadi dua model utama.Cyber-Sufisme informatif, yang menggunakan media digital untuk penyebaran informasi dan representasi identitas tarekat, dan Cyber-Sufisme interaktif, yang mengubah ruang digital menjadi zāwiya digital untuk melaksanakan baia, dhikr, ṣuḥba, dan bimbingan spiritual online.Tarekat Naqshbandi Ḥaqqāni merupakan contoh paling maju dari model interaktif melalui ekosistem digital yang terintegrasi, yang memungkinkan keterlibatan spiritual lintas negara.Penting untuk dicatat bahwa transformasi digital ini tidak mengurangi bentuk otoritas spiritual tradisional.sebaliknya, ia telah merekonfigurasi mereka dalam lingkungan yang dimediasi teknologi.Otoritas murshid, sanad spiritual, dan praktik Sufi terus berfungsi sebagai sumber legitimasi yang penting, bahkan dalam ruang siber.Temuan ini menunjukkan bahwa Cyber-Sufisme di Indonesia bukan hanya proses adaptasi teknologi, tetapi juga negosiasi berkelanjutan antara tradisi Sufi, modernitas digital, dan konteks sosial-agama Islam Indonesia.Akibatnya, Cyber-Sufisme di Indonesia merupakan model yang unik yang tidak hanya meniru paradigma spiritual digital Barat, tetapi juga menunjukkan kontinuitas otoritas spiritual dan epistemologis Islam di dalam cyberspace.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara tarekat Sufi yang berbeda di Indonesia untuk memahami bagaimana mereka menyesuaikan praktik spiritual mereka dengan ruang siber. Selain itu, penelitian kualitatif yang menyelidiki pengalaman subjektif pengikut yang berpartisipasi dalam praktik spiritual online dapat memberikan wawasan berharga tentang dampak Cyber-Sufisme pada transformasi otoritas spiritual, pembentukan komunitas agama virtual, dan pengalaman agama pengikut. Akhirnya, penelitian tentang perkembangan Sufisme dalam lingkungan digital yang semakin terendam, termasuk metaverse dan platform bimbingan spiritual yang dibantu AI, akan menjadi penting untuk memahami masa depan tradisi Sufi dalam era digital.

  1. The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia: A Typology of Cyber Sufism | Teosofia: Indonesian... journal.walisongo.ac.id/index.php/teosofia/article/view/28356The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia A Typology of Cyber Sufism Teosofia Indonesian journal walisongo ac index php teosofia article view 28356
  2. Virtual Sufism Identity in Majelis Kalbun Salim (MKS) | Teosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism.... journal.walisongo.ac.id/index.php/teosofia/article/view/23598Virtual Sufism Identity in Majelis Kalbun Salim MKS Teosofia Indonesian Journal of Islamic Mysticism journal walisongo ac index php teosofia article view 23598
Read online
File size670.47 KB
Pages28
DMCAReport

Related /

ads-block-test