UIN WALISONGOUIN WALISONGO
Teosofia: Indonesian Journal of Islamic MysticismTeosofia: Indonesian Journal of Islamic MysticismKetidakhadiran Tuhan (al-ghiyāb al-ilāhiyya) dalam kosmologi Barat telah mendorong pemahaman mekanistik tentang alam semesta yang beroperasi secara mandiri. Sebaliknya, kosmologi Islam, khususnya dalam tradisi Sufi, menekankan kehadiran Tuhan yang terus-menerus dan holistik (al-ḥaḍrah al-ilāhiyya). Studi ini mengeksplorasi pemikiran kosmologis Shaykh Abd al-Qādir al-Jīlānī (470/1077–561/1165), pendiri tarekat Qādiriyya Ṣūfī. Dengan menggunakan pendekatan penelitian pustaka kualitatif, studi ini menganalisis Sirr al-Asrār (Rahasia Rahasia) al-Jīlānī bersama karya-karya lainnya menggunakan triangulasi pemikiran Sufi yang ahli. Temuan menunjukkan bahwa kosmologi ilahi al-Jīlānī menyajikan visi terintegrasi yang menghubungkan empat kehadiran ilahi (al-ḥaḍarāt al-ilāhiyya al-arbaah): lāhūt (Tuhan), jabarūt (Kekuasaan), malakūt (Sovereignty), dan nāsūt (Kemanusiaan). Empat tingkat ini secara sistematis dikorelasikan dengan delapan elemen kosmologis, termasuk rasul, kosmos, pusat-pusat spiritual, surga, roh, pengetahuan, tingkat eksistensi, dan akal manusia. Model holistik al-Jīlānī menawarkan alternatif integratif terhadap kosmologi mekanistik dan memperkuat kesatuan spiritual Tuhan, kemanusiaan, dan alam semesta.
Studi ini menemukan konsep empat kehadiran ilahi al-Jīlānī.Temuan ini dapat menghubungkan kembali tautan yang hilang antara tiga kehadiran ilahi al-Ghazālī dengan lima kehadiran ilahi Ibn Arabī.Konsep empat kehadiran ilahi al-Jīlānī dikembangkan dari tiga kehadiran ilahi al-Ghazālī.Kemudian, empat kehadiran ilahi al-Jīlānī diperluas oleh Ibn Arabī dan pengikutnya menjadi lima, enam, tujuh, dan empat puluh kehadiran ilahi.Empat kehadiran ilahi yang diusulkan al-Jīlānī terdiri dari dunia semesta absolut atau Tuhan (lāhūt), semesta transenden atau kekuasaan (jabarūt), semesta surgawi atau kedaulatan (malakūt), dan semesta terestrial atau dunia kemanusiaan (nāsūt).Al-Jīlānī kemudian mengkorelasikan empat kehadiran ilahi dengan delapan elemen yang relevan, yaitu rasul, kosmos/univers, pusat, surga, roh, pengetahuan, tingkat, dan alasan/akal manusia.Secara teoritis, temuan ini berkontribusi pada pengembangan dan integrasi konsep kosmologis Sufi.Secara praktis, temuan ini mengarah pada nilai-nilai integral kosmologi Sufi, menegaskan kembali bahwa perilaku manusia terhadap semesta tidak dapat lagi sembarangan, karena semua tingkat kosmik ditandai sebagai integral, abadi, dan suci.Di sisi lain, penelitian ini masih terbatas, karena studi kosmologi Sufi hanya berfokus pada Buku Rahasia Rahasia (Sirr al-Asrār) di antara karya-karya al-Jīlānī yang beragam.Oleh karena itu, sangat disarankan agar penelitian lanjutan tentang kosmologi Sufi dilakukan dengan membandingkan pemikiran al-Jīlānī sebagai Mahkota Wali (Ṣulṭān al-Awliyā), Ibn Arabī sebagai Guru Agung Wali (al-Shaykh al-Akbar), dan Jīlī sebagai Kutub Agama (Quṭb al-Din).Hal ini karena pemikiran al-Jīlānī tentang kosmologi Sufi dikembangkan oleh Ibn Arabī dan disempurnakan oleh al-Jīlī.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara pemikiran al-Jīlānī, Ibn Arabī, dan Jīlī tentang kosmologi Sufi. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana pemikiran al-Jīlānī tentang kosmologi Sufi dikembangkan oleh Ibn Arabī dan disempurnakan oleh Jīlī. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana konsep kosmologis Sufi ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam konteks spiritualitas dan hubungan manusia dengan semesta. Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana kosmologi Sufi dapat memberikan perspektif baru tentang alam semesta dan peran manusia di dalamnya. Terakhir, studi dapat dilakukan untuk mengeksplorasi implikasi kosmologi Sufi dalam konteks modern, seperti dalam bidang sains, teknologi, dan lingkungan. Penelitian ini dapat membantu menjembatani kesenjangan antara kosmologi Sufi dan pemahaman modern tentang alam semesta, serta memberikan kontribusi pada diskusi interdisipliner tentang kosmologi dan spiritualitas.
- Divine presence and absence: A theodicy of narrative analytic theology | Antombikums | Verbum et Ecclesia.... doi.org/10.4102/ve.v45i1.3058Divine presence and absence A theodicy of narrative analytic theology Antombikums Verbum et Ecclesia doi 10 4102 ve v45i1 3058
- The Divinity Cosmological Model of Ibn al-'Arabi: The Relations between Mystical and Logic | Jurnal... doi.org/10.30983/fuaduna.v5i1.4164The Divinity Cosmological Model of Ibn al Arabi The Relations between Mystical and Logic Jurnal doi 10 30983 fuaduna v5i1 4164
| File size | 835.32 KB |
| Pages | 24 |
| DMCA | Report |
Related /
DINASTIRESDINASTIRES Metode penelitian yang digunakan adalah normatif-juridis dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Hasil menunjukkan bahwa ratio decidendiMetode penelitian yang digunakan adalah normatif-juridis dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Hasil menunjukkan bahwa ratio decidendi
DINASTIRESDINASTIRES Studi ini berargumen bahwa penegakan hukum yang efektif harus bertahap, responsif, dan sah secara prosedural, dengan mengintegrasikan bimbingan, pengawasan,Studi ini berargumen bahwa penegakan hukum yang efektif harus bertahap, responsif, dan sah secara prosedural, dengan mengintegrasikan bimbingan, pengawasan,
UIN WALISONGOUIN WALISONGO Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, studi ini menggabungkan semiotika Peircean dengan teori visual-gramatika modern. Pengumpulan data melibatkanMenggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, studi ini menggabungkan semiotika Peircean dengan teori visual-gramatika modern. Pengumpulan data melibatkan
UIN WALISONGOUIN WALISONGO The results revealed that tapa is depicted as a systematic approach to self-discipline and moral refinement, with the objectives of attaining sastra cethaThe results revealed that tapa is depicted as a systematic approach to self-discipline and moral refinement, with the objectives of attaining sastra cetha
UIN WALISONGOUIN WALISONGO The study reveals that the TQN legacy endures through silsila, doctrinal teachings, ritual practices, and the authority of the murshid. It also presentsThe study reveals that the TQN legacy endures through silsila, doctrinal teachings, ritual practices, and the authority of the murshid. It also presents
UIN WALISONGOUIN WALISONGO Temuan ini menunjukkan bahwa Cyber-Sufisme di Indonesia bukan hanya proses adaptasi teknologi, tetapi juga negosiasi berkelanjutan antara tradisi Sufi,Temuan ini menunjukkan bahwa Cyber-Sufisme di Indonesia bukan hanya proses adaptasi teknologi, tetapi juga negosiasi berkelanjutan antara tradisi Sufi,
UIN WALISONGOUIN WALISONGO Dengan menggunakan pendekatan etnografi kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pemimpin masyarakat,Dengan menggunakan pendekatan etnografi kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pemimpin masyarakat,
UIN WALISONGOUIN WALISONGO Disarankan agar penelitian masa depan lebih jauh mengeksplorasi bagaimana prinsip psikologis Sufi dapat secara efektif diintegrasikan ke dalam intervensiDisarankan agar penelitian masa depan lebih jauh mengeksplorasi bagaimana prinsip psikologis Sufi dapat secara efektif diintegrasikan ke dalam intervensi
Useful /
DINASTIRESDINASTIRES Kondisi ini berpotensi menyebabkan inkonsistensi dan disparitas dalam penerapan hukum terhadap narapidana dalam kondisi yang relatif serupa. Oleh karenaKondisi ini berpotensi menyebabkan inkonsistensi dan disparitas dalam penerapan hukum terhadap narapidana dalam kondisi yang relatif serupa. Oleh karena
DINASTIRESDINASTIRES Setiap objek memerlukan pendekatan yang disesuaikan dengan jenis ancaman, status hukum, pemangku kepentingan, dan dampak yang mungkin terjadi. TantanganSetiap objek memerlukan pendekatan yang disesuaikan dengan jenis ancaman, status hukum, pemangku kepentingan, dan dampak yang mungkin terjadi. Tantangan
DINASTIRESDINASTIRES Kerangka hukum pengelolaan limbah B3 di Indonesia diatur secara komprehensif dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 22Kerangka hukum pengelolaan limbah B3 di Indonesia diatur secara komprehensif dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 22
IAINFMPAPUAIAINFMPAPUA Kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Mukomuko disebabkan oleh faktor manusia, kendaraan, jalan, dan lingkungan. Faktor manusia seperti kelalaian pengemudiKecelakaan lalu lintas di Kabupaten Mukomuko disebabkan oleh faktor manusia, kendaraan, jalan, dan lingkungan. Faktor manusia seperti kelalaian pengemudi