UIN WALISONGOUIN WALISONGO

Teosofia: Indonesian Journal of Islamic MysticismTeosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism

Nagari Paninggahan terkenal karena melestarikan tradisi Minangkabau yang menggabungkan ajaran Islam, hukum adat, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Penelitian ini menyelidiki bagaimana nilai-nilai Sufi tertanam dalam adat setempat dan peran mereka dalam konservasi lingkungan. Dengan menggunakan pendekatan etnografi kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pemimpin masyarakat, pejabat desa, dan penduduk setempat. Temuan mengungkapkan bahwa tradisi seperti Lubuk Larangan dan Balimau mempromosikan etika ekologis dengan menganggap ekosistem pertanian sebagai amanah yang dipercayakan oleh Tuhan. Perspektif spiritual ini mendorong tanggung jawab lingkungan, membatasi eksploitasi sumber daya, dan memperkuat praktik berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi spiritualitas Sufi dengan tradisi setempat berkontribusi secara signifikan terhadap keberlanjutan ekologis sambil melestarikan identitas dan memperkuat kepedulian lingkungan berbasis masyarakat.

Penelitian ini menggambarkan bagaimana ekologi spiritual berfungsi sebagai sistem etika yang hidup dalam kosmologi Minangkabau.Melalui kasus Nagari Paninggahan, penelitian ini mengungkapkan bahwa konservasi lingkungan bukan hanya abstraksi moral atau teologis, tetapi bentuk spiritualitas yang hidup yang tertanam dalam adat (hukum adat), ritual harian, dan ajaran Sufi tentang tawhid (kesatuan eksistensi).Penelitian ini mengembangkan model konservasi yang berakar pada spiritualitas lokal, di mana nilai-nilai Sufi seperti asketisme, rasa syukur, kepercayaan, dan keseimbangan menjadi dasar pengelolaan hutan, danau, dan ekosistem Bilih di Nagari Paninggahan.Model ini menunjukkan bahwa konservasi dapat dikembangkan tidak hanya melalui pendekatan teknis atau regulasi, tetapi juga melalui internalisasi nilai-nilai spiritual dan kebijaksanaan lokal, sehingga mendukung pengembangan yang holistik dan berkelanjutan yang mengintegrasikan kesejahteraan spiritual, sosial, dan material masyarakat.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana pesantren Sufi dan forum pendidikan Islam (majelis taklim) di Nagari Paninggahan menghasilkan narasi etis tentang kerendahan hati (tawadhu) terhadap alam, dan bagaimana narasi ini diterjemahkan menjadi aturan penggunaan lahan dan pengelolaan perikanan. Penelitian juga dapat menyelidiki bagaimana kolaborasi antara adat, ulama Sufi, dan kebijakan Nagari memfasilitasi inisiatif restorasi, reboisasi, dan pengelolaan perikanan di Danau Singkarak di pinggiran Paninggahan. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki bagaimana integrasi norma-norma agama dan adat memperkuat keberlanjutan dan memberikan legitimasi sosial yang tinggi. Dengan demikian, penelitian dapat mengembangkan pemahaman tentang bagaimana Sufisme dalam konteks lokal berfungsi tidak hanya sebagai spiritualitas individu, tetapi juga sebagai etika kolektif yang memandu tindakan lingkungan. Penelitian juga dapat menyelidiki bagaimana pendekatan konservasi yang berakar pada praktik hidup (Sufisme Hidup) cenderung lebih tahan terhadap perubahan ekonomi yang destruktif.

  1. Living Sufism and Ecological Ethics: Integrating Spiritual Values and Local Wisdom in Environmental Conservation... journal.walisongo.ac.id/index.php/teosofia/article/view/27116Living Sufism and Ecological Ethics Integrating Spiritual Values and Local Wisdom in Environmental Conservation journal walisongo ac index php teosofia article view 27116
Read online
File size388.18 KB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test