DINASTIRESDINASTIRES

Journal of Law, Politic and HumanitiesJournal of Law, Politic and Humanities

Bahasa hukum berfungsi sebagai media komunikasi dalam lingkup hukum, digunakan oleh praktisi dan ahli hukum dalam konteks seperti peraturan, perjanjian, korespondensi resmi, dan putusan pengadilan. Bagi masyarakat umum, bahasa hukum memungkinkan pemahaman yang jelas dan tepat tentang pesan dan norma hukum, sehingga menjelaskan hak, kewajiban, dan aturan yang berlaku, yang mendukung pemeliharaan ketertiban dan kepastian hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teks caption yang terkait dengan penyebaran konten pornografi di media sosial, yang ditemukan dalam putusan pengadilan tertentu, melalui lensa linguistik forensik. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif-yuridis dan analisis deskriptif kualitatif, menggunakan Putusan Pengadilan Nomor 166/Pid.B/2018/PN.Dpk. Data terdiri dari teks caption dari konten pornografi yang diposting yang dikutip dalam putusan, yang dianalisis dari perspektif linguistik forensik. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, presentasi data, dan penarikan kesimpulan. Analisis ini didasarkan pada unsur-unsur hukum pidana dan teori linguistik dalam kerangka linguistik forensik. Temuan studi menunjukkan bahwa: (1) teks caption yang menyertai konten pornografi di media sosial memenuhi unsur-unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi; dan (2) analisis teks caption dari perspektif linguistik forensik memungkinkan identifikasi makna tersirat, sehingga membuktikan pelanggaran hukum, yaitu, pemenuhan unsur-unsur pidana terkait penyebaran konten pornografi di media sosial.

Berdasarkan analisis, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.Pertama, posting media sosial yang mengandung konten pornografi berfungsi sebagai media komunikasi pornografi yang melanggar ketentuan hukum yang berlaku.Dpk menunjukkan bahwa pelaku memenuhi unsur-unsur tindak pidana pornografi, karena posting media sosial terbukti sebagai penyebaran konten pornografi.Kedua, dari perspektif linguistik forensik, teks yang digunakan dalam caption konten pornografi yang diunggah dapat diidentifikasi sebagai penyebaran konten pornografi di media sosial.Konten pornografi yang diunggah oleh pelaku melibatkan aktivitas seksual sesama jenis dan penawaran layanan untuk tindakan tersebut.Analisis linguistik forensik berfungsi sebagai alat ilmiah dalam ranah bahasa hukum untuk mengidentifikasi bukti teks dalam hubungannya dengan unsur-unsur pidana.ini membantu mengungkapkan motif pelaku dan mendukung proses pengumpulan bukti dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana penyebaran konten pornografi di media sosial.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang dampak penyebaran konten pornografi di media sosial terhadap mental dan psikologis pengguna media sosial, terutama korban. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana konten pornografi yang mudah diakses dapat mempengaruhi kesehatan mental dan emosional individu, serta strategi yang dapat diterapkan untuk mengurangi dampak negatifnya. Kedua, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan kebijakan dan regulasi yang lebih efektif untuk mencegah penyebaran konten pornografi di media sosial. Studi ini dapat menganalisis efektivitas kebijakan dan regulasi yang ada, serta mengusulkan strategi baru untuk melindungi pengguna, terutama anak-anak, dari paparan konten pornografi. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis peran dan tanggung jawab platform media sosial dalam mencegah penyebaran konten pornografi. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana platform media sosial dapat meningkatkan moderasi konten, meningkatkan sistem pelaporan, dan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengidentifikasi dan menghapus konten pornografi secara lebih efektif.

  1. PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KORBAN TINDAK PIDANA MALICIOUS DISTRIBUTION (ANCAMAN PENYEBARAN) KONTEN PORNOGRAFI... jurnal.uns.ac.id/recidive/article/view/67437PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KORBAN TINDAK PIDANA MALICIOUS DISTRIBUTION ANCAMAN PENYEBARAN KONTEN PORNOGRAFI jurnal uns ac recidive article view 67437
Read online
File size401.28 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test