UBHARAUBHARA

DE RECHT (Journal of Police and Law Enforcement)DE RECHT (Journal of Police and Law Enforcement)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pencegahan yang dilakukan oleh Satlantas Polres Ngawi dalam menangani pelanggaran lalu lintas oleh anak, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor penyebab pelanggaran ini di Kabupaten Ngawi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, menggabungkan wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumen. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan tujuh informan, terdiri dari tiga personel Satlantas Polres Ngawi, dua guru dari sekolah mitra, dan dua perwakilan orang tua, yang dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan keterlibatan langsung dalam program pencegahan. Pengumpulan data dilakukan pada periode Januari hingga Agustus 2023, dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Satlantas Polres Ngawi menerapkan lima program pencegahan, yaitu sosialisasi sekolah, kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, analisis data pelanggaran, pemanfaatan media sosial, dan kampanye keselamatan dengan pelibatan siswa sebagai duta keselamatan, yang secara teoretis memperkuat kesadaran hukum dan ikatan kontrol sosial anak terhadap keluarga, sekolah, dan aparat penegak hukum.

Satlantas Polres Ngawi telah menerapkan serangkaian upaya pencegahan yang kohesif untuk menangani pelanggaran lalu lintas oleh anak, meliputi sosialisasi sekolah, integrasi kurikulum melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, identifikasi data-driven terhadap kelompok berisiko tinggi, kampanye media sosial, dan kampanye keselamatan publik yang melibatkan siswa sebagai duta keselamatan.Secara kolektif, upaya-upaya ini berfungsi sebagai strategi berlapis yang membangun kesadaran hukum dan memperkuat ikatan sosial anak dengan keluarga, sekolah, dan penegak hukum.Indikator awal, seperti peningkatan penggunaan helm dan keterlibatan siswa dalam diskusi kelas tentang aturan lalu lintas, menunjukkan bahwa pendekatan berlapis ini mulai mengubah pemahaman menjadi kepatuhan praktis.Faktor penyebab pelanggaran lalu lintas oleh anak di Kabupaten Ngawi juga multidimensional, meliputi kesadaran hukum yang tidak lengkap dan persepsi risiko yang meremehkan, kesenjangan pengawasan dan konsistensi penegakan hukum, serta keterbatasan ekonomi dan infrastruktur.Pola ini mendukung pandangan Kartono tentang kenakalan remaja sebagai hasil dari tekanan perkembangan, sosial, dan lingkungan yang tumpang tindih, dan memperkuat kesimpulan bahwa program pencegahan yang berfokus pada pendidikan, meskipun dirancang dengan baik, tidak dapat mengatasi pelanggaran yang berakar pada penegakan hukum yang lemah atau kesulitan ekonomi.Kesimpulan ini harus dibaca bersama dengan beberapa keterbatasan penelitian saat ini, yaitu absennya data pelanggaran perbandingan yang tercatat secara sistematis selama periode yang berbeda, metrik keterlibatan yang tidak dilacak untuk kampanye media sosial, dan kurangnya mekanisme evaluasi yang terstandarisasi untuk program duta keselamatan siswa, semua ini membatasi kemampuan untuk memverifikasi efektivitas program secara independen.

Untuk mengurangi pelanggaran lalu lintas oleh anak di Kabupaten Ngawi, diperlukan investasi berkelanjutan dalam mekanisme edukasi dan kontrol sosial yang sudah ada, disertai kehadiran penegakan hukum yang konsisten di lokasi berisiko tinggi dan perbaikan infrastruktur yang ditargetkan di area di mana keterbatasan ekonomi secara langsung membentuk perilaku jalan yang tidak aman. Upaya Satlantas Polres Ngawi ke depan akan diuntungkan dengan mendirikan sistem pencatatan data yang konsisten, mengadopsi pelacakan keterlibatan dasar untuk konten media sosial, dan mengformalikan kerangka evaluasi untuk program duta keselamatan dengan indikator partisipasi dan perilaku yang didefinisikan. Penelitian masa depan juga akan diuntungkan dengan desain perbandingan yang menyelidiki yurisdiksi polisi yang berbeda, memungkinkan klaster penyebab yang diidentifikasi di sini, kesadaran hukum, konsistensi penegakan hukum, dan keterbatasan ekonomi dan infrastruktur, untuk diuji untuk generalisasi di luar konteks Kabupaten Ngawi.

  1. Diversion in Juvenile Criminal Investigations: A Study in the Surabaya District Court Jurisdiction |... doi.org/10.55499/derecht.v3i3.348Diversion in Juvenile Criminal Investigations A Study in the Surabaya District Court Jurisdiction doi 10 55499 derecht v3i3 348
  2. Penegakan Hukum Pelanggaran Lalu Lintas oleh Anak: Analisis Kepastian dan Penghambat | Nugroho | Jurnal... doi.org/10.14710/jphi.v4i1.49-60Penegakan Hukum Pelanggaran Lalu Lintas oleh Anak Analisis Kepastian dan Penghambat Nugroho Jurnal doi 10 14710 jphi v4i1 49 60
Read online
File size184.5 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test