UNRIYOUNRIYO
medika respati: Jurnal Ilmiah Kesehatanmedika respati: Jurnal Ilmiah KesehatanLatar Belakang: Pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI (MP-ASI) merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung praktik pemberian makan anak, tetapi kesenjangan pengetahuan dapat berbeda antar-domain. Identifikasi kesenjangan pada ibu dengan anak wasting tanpa stunting penting untuk menentukan prioritas edukasi yang lebih spesifik. Tujuan: Mendeskripsikan tingkat dan pola pengetahuan MP-ASI serta mengidentifikasi domain yang memerlukan penguatan pada ibu dengan anak usia 6–23 bulan yang mengalami wasting tanpa stunting. Metode: Penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional menggunakan data dasar dari 68 ibu di Kabupaten Sleman. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Pengetahuan MP-ASI diukur menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, meliputi waktu pemberian, frekuensi, jumlah, jenis, komposisi MP-ASI, feeding rules, responsive feeding, persiapan, dan keamanan pangan. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan frekuensi, persentase, dan interval kepercayaan Wilson 95%. Hasil: Sebanyak 47 ibu (69,1%) memiliki pengetahuan rendah, 21 (30,9%) sedang, dan tidak ada yang memiliki pengetahuan tinggi. Seluruh ibu mengetahui MP-ASI dimulai pada usia 6 bulan. Namun, hanya 25,0% mengetahui komposisi karbohidrat–protein–lemak yang seimbang, 22,1% mengetahui waktu mulai makan mandiri, 39,7% memahami batas durasi makan <30 menit, 47,1% memahami pembatasan makanan di luar jadwal, dan 25,0% mengetahui perlunya menghindari tambahan garam dan gula. Kesimpulan: Pengetahuan MP-ASI menunjukkan kesenjangan yang spesifik antar-domain, terutama pada komposisi menu, responsive feeding, struktur makan, dan keamanan pangan. Temuan ini dapat menjadi dasar penentuan prioritas edukasi, tetapi belum membuktikan hubungan kausal antara pengetahuan dan wasting.
Pengetahuan MP-ASI menunjukkan kesenjangan spesifik antar-domain, terutama pada komposisi menu, responsive feeding, struktur makan, dan keamanan pangan.Temuan ini menjadi dasar penentuan prioritas edukasi, meskipun belum membuktikan hubungan kausal antara pengetahuan dan wasting.Prioritas edukasi harus fokus pada penyusunan menu seimbang, responsive feeding, dan keamanan pangan.
1. Penelitian lanjutan perlu menggabungkan pengukuran pengetahuan dengan observasi praktik pemberian makan, minimum dietary diversity, dan asupan nutrisi untuk mengevaluasi dampak edukasi berbasis domain. 2. Studi kualitatif tentang faktor budaya dan sosial yang memengaruhi penerapan responsive feeding dapat memberikan wawasan untuk merancang program edukasi yang lebih kontekstual. 3. Penelitian intervensi berbasis komunitas yang melibatkan kader kesehatan untuk memperkuat pengetahuan dan praktik pemberian makan pada ibu dengan anak wasting tanpa stunting.
| File size | 344.84 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
UNRIYOUNRIYO Data organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan uji lanjut Mann–Whitney, sedangkan kandungan protein dan zat besi dianalisis menggunakanData organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan uji lanjut Mann–Whitney, sedangkan kandungan protein dan zat besi dianalisis menggunakan
UNRIYOUNRIYO Pengembangan makanan selingan berbasis pangan lokal yang mengandung branched-chain amino acids (BCAA) dapat menjadi salah satu alternatif pemenuhan kebutuhanPengembangan makanan selingan berbasis pangan lokal yang mengandung branched-chain amino acids (BCAA) dapat menjadi salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan
STIKES HOLISTICSTIKES HOLISTIC Karbohidrat merupakan zat gizi makro yang memiliki peranan penting dalam mendukung performa atlet, dengan menyediakan energi yang siap pakai. Pangan olahragaKarbohidrat merupakan zat gizi makro yang memiliki peranan penting dalam mendukung performa atlet, dengan menyediakan energi yang siap pakai. Pangan olahraga
ADMIADMI Tumor intra‑abdomen testis atau paratestis harus dipertimbangkan ketika ditemukan skrotum kosong atau riwayat cryptorchidism. Kasus ini menegaskan bahwaTumor intra‑abdomen testis atau paratestis harus dipertimbangkan ketika ditemukan skrotum kosong atau riwayat cryptorchidism. Kasus ini menegaskan bahwa
UNRIYOUNRIYO Pengguna berusia menengah menunjukkan keterlibatan terstruktur yang didorong produktivitas dengan integrasi kuat platform profesional dan keuangan. PenggunaPengguna berusia menengah menunjukkan keterlibatan terstruktur yang didorong produktivitas dengan integrasi kuat platform profesional dan keuangan. Pengguna
SALNESIASALNESIA Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Karama, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Pengabdian masyarakatKegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Karama, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Pengabdian masyarakat
POLTEKKES PADANGPOLTEKKES PADANG Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest dengan pendekatan kuantitatif pada 30 siswa kelas IX SMPN 1 Deli Tua yang dipilih secara purposivePenelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest dengan pendekatan kuantitatif pada 30 siswa kelas IX SMPN 1 Deli Tua yang dipilih secara purposive
AHMAREDUCAHMAREDUC Tahap keempat persiapan eksternal pada tanggal 13 Desember yaitu perizinan pada pemerintah setempat serta diskusi dengan mitra PKM. Tahap kelima pelaksanaanTahap keempat persiapan eksternal pada tanggal 13 Desember yaitu perizinan pada pemerintah setempat serta diskusi dengan mitra PKM. Tahap kelima pelaksanaan
Useful /
UNRIYOUNRIYO Analisis dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan membakar sampah, kebiasaan batuk, pengetahuan ibu, dan kelembapan rumah dengan kejadian ISPA.Analisis dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan membakar sampah, kebiasaan batuk, pengetahuan ibu, dan kelembapan rumah dengan kejadian ISPA.
IAIN KEDIRIIAIN KEDIRI Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe fenomenologi transendental, dan melibatkan siswa di Padepokan Kyai Mudrikah Kembang KuningPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe fenomenologi transendental, dan melibatkan siswa di Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning
UNRIYOUNRIYO Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 117 pasien yang menjalani PCI diMetode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 117 pasien yang menjalani PCI di
AHMAREDUCAHMAREDUC Malaria mengancam sekitar 3,2 miliar orang di seluruh dunia, dan 1,2 miliar orang berisiko tinggi. Setiap tahun terdapat 15 juta kasus malaria dengan 38.000Malaria mengancam sekitar 3,2 miliar orang di seluruh dunia, dan 1,2 miliar orang berisiko tinggi. Setiap tahun terdapat 15 juta kasus malaria dengan 38.000