UNRIYOUNRIYO

medika respati: Jurnal Ilmiah Kesehatanmedika respati: Jurnal Ilmiah Kesehatan

Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan pada balita yang dipengaruhi oleh interaksi faktor lingkungan, perilaku, dan karakteristik individu. Kondisi lingkungan rumah yang tidak sehat dapat meningkatkan kerentanan balita terhadap ISPA. Di Jawa Timur, kasus ISPA pada balita tahun 2024 mencapai 862.540 kasus, dengan capaian penemuan kasus di Provinsi Jawa Timur sebesar 77,09%. Tujuan: menganalisis faktor lingkungan domestik dan pengetahuan ibu yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Galis, Kabupaten Pamekasan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu atau pengasuh balita usia 12–59 bulan dengan kejadian ISPA pada periode April–September 2025. Sebanyak 185 responden dipilih menggunakan random sampling. Analisis dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan membakar sampah, kebiasaan batuk, pengetahuan ibu, dan kelembapan rumah dengan kejadian ISPA.

Terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan membakar sampah (p=0,042) dan pengetahuan ibu (p=0,034) dengan tingkat keparahan ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Galis.Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan batuk (p=0,376) dan kelembapan rumah (p=0,051) dengan tingkat keparahan ISPA.Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian paparan asap pembakaran sampah dan peningkatan pengetahuan ibu dalam upaya pencegahan ISPA pada balita.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar Puskesmas Galis meningkatkan edukasi dan promosi kesehatan kepada ibu atau pengasuh balita mengenai pencegahan ISPA, khususnya terkait pengelolaan sampah rumah tangga, etika batuk, kebersihan rumah, dan pengendalian paparan asap. Masyarakat diharapkan mengurangi kebiasaan membakar sampah secara terbuka dan menerapkan pengelolaan sampah yang lebih aman untuk mengurangi paparan polutan udara pada balita. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan jumlah sampel yang lebih besar dan mempertimbangkan faktor lain, seperti paparan asap rokok, ventilasi, kepadatan hunian, bahan bakar memasak, status gizi, imunisasi, dan kondisi sosial ekonomi untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor yang berhubungan dengan ISPA pada balita.

  1. Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah dan Perilaku Orang Tua terhadap Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah... ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/MAHESA/article/view/9417Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah dan Perilaku Orang Tua terhadap Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah ejurnalmalahayati ac index php MAHESA article view 9417
  2. Faktor Risiko Lingkungan Fisik Rumah Terhadap Kejadian ISPA pada Balita di Darul Imarah Aceh Besar |... doi.org/10.56338/mppki.v7i6.5166Faktor Risiko Lingkungan Fisik Rumah Terhadap Kejadian ISPA pada Balita di Darul Imarah Aceh Besar doi 10 56338 mppki v7i6 5166
Read online
File size291.67 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test