URINDOURINDO

Jurnal Bidang Ilmu KesehatanJurnal Bidang Ilmu Kesehatan

Sefalgia, yang mencakup migren dan tension-type headache (TTH), merupakan beban kesehatan global dengan tingkat disabilitas yang tinggi. Keterbatasan farmakoterapi konvensional, seperti risiko medication-overuse headache (MOH) dan potensi toksisitas organ, mendorong urgensi penggunaan terapi komplementer yang lebih aman dan berkelanjutan. Traditional Chinese Medicine (TCM) menawarkan solusi melalui metode Bian Zheng Lun Zhi (diferensiasi sindrom), terutama pada sindrom Liver Fire yang sering ditemukan pada kasus nyeri kepala kronis intensitas tinggi. Penelitian ini merupakan studi kasus klinis pada satu pasien perempuan berusia 42 tahun dengan diagnosis migren tanpa aura dan TTH, yang bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas klinis protokol akupunktur enam titik terstandar (LR3, GB20, LI4, EX-HN5, GB34, dan SP6). Intervensi dilakukan sebanyak dua belas sesi selama enam minggu. Hasil observasi menunjukkan perbaikan klinis yang nyata, ditandai dengan penurunan skor Visual Analog Scale (VAS) dari 8 menjadi 0 serta tidak ditemukannya lagi serangan nyeri pada akhir periode terapi. Selain itu, parameter objektif TCM menunjukkan pemulihan keseimbangan fisiologis yang membaik. Temuan ini menegaskan bahwa akupunktur secara efektif meredakan sefalgia dengan menargetkan patologi dasar sindrom Liver Fire melalui mekanisme penurunan regulasi inflamasi neurogenik (CGRP, SP), perbaikan fungsi mitokondria, serta modulasi sistem saraf otonom.

Protokol akupunktur enam titik yang berbasis diferensiasi sindrom Liver Fire menunjukkan efektivitas dalam mengurangi nyeri kepala pada studi kasus ini.Penurunan skor VAS dari 8 menjadi 0 serta perbaikan parameter TCM membuktikan manfaat terapi.Namun, temuan ini perlu diverifikasi melalui penelitian kuantitatif dengan desain yang lebih robust untuk memvalidasi efektivitas baku protokol ini.

Penelitian lanjutan perlu mengkaji efek jangka panjang protokol akupunktur enam titik pada pasien dengan sindrom Liver Fire untuk memastikan keberlanjutan manfaatnya. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara akupunktur dan terapi farmakologis untuk mengevaluasi keunggulan masing-masing pendekatan. Terakhir, penelitian mekanistik yang menggambarkan peran spesifik jalur PINK1/Parkin dalam modulasi inflamasi neurogenik selama terapi akupunktur dapat memperkaya pemahaman ilmiah tentang efektivitas intervensi ini.

Read online
File size323.82 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test